• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dukung Transparansi, Reformasi Pasar Modal Dipercepat

Dukung Transparansi, Reformasi Pasar Modal Dipercepat

May 6, 2026
Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz

Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz

May 21, 2026
Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

May 21, 2026
Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

May 21, 2026
Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

May 21, 2026
IHSG Ambruk 2% ke 6.100 hingga Ada BUMN Khusus Ekspor Sawit Cs

IHSG Ambruk 2% ke 6.100 hingga Ada BUMN Khusus Ekspor Sawit Cs

May 21, 2026
Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40 Jadi 12

Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40 Jadi 12

May 21, 2026
Analisis Penyebab IHSG Turun 2% Hari Ini, Sentuh Level 6.100-an

Analisis Penyebab IHSG Turun 2% Hari Ini, Sentuh Level 6.100-an

May 21, 2026
Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40Jadi 12

Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40Jadi 12

May 21, 2026
Breaking News! IHSG Anjlok 2%

Breaking News! IHSG Anjlok 2%

May 21, 2026
BI Rate Naik Jadi 5.25%, Nasib Rupiah Bisa Menguat ke Rp17.300

BI Rate Naik Jadi 5.25%, Nasib Rupiah Bisa Menguat ke Rp17.300

May 21, 2026
Danantara Bongkar Masalah BUMN: Impairment Tembus Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Masalah BUMN: Impairment Tembus Rp100 Triliun

May 21, 2026
Rupiah Masih Melemah di Rp 17.600 per Dolar AS

Rupiah Masih Melemah di Rp 17.600 per Dolar AS

May 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Dukung Transparansi, Reformasi Pasar Modal Dipercepat

2 weeks ago
in Market
Dukung Transparansi, Reformasi Pasar Modal Dipercepat
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menuntaskan empat langkah strategis penguatan transparansi sekaligus likuiditas pasar modal. Inisiatif ini merupakan bagian dari delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia serta upaya meningkatkan daya saing Indonesia di mata investor global dan penyedia indeks seperti MSCI.

Empat agenda tersebut meliputi pembukaan data kepemilikan saham di atas 1% kepada publik, peningkatan batas minimum free float menjadi 15% melalui penyesuaian Peraturan Bursa Nomor I-A dan Surat Edarannya. Lalu juga terkait penguatan granularitas data investor oleh KSEI menjadi 39 klasifikasi, serta mplementasi pengumuman data kepemilikan saham terkonsentrasi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Melalui kebijakan ini, investor kini dapat mengakses informasi lebih rinci terkait struktur kepemilikan saham, mulai dari identitas pemegang saham, jumlah kepemilikan, status sebagai pengendali atau afiliasi, hingga Pemilik Manfaat (beneficial owner). Data kepemilikan saham di atas 1% tersebut tersedia di website BEI halaman pengumuman dengan keyword “Pemegang Saham di atas 1%”.

Tak hanya transparansi, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan likuiditas pasar, salah satunya melalui peningkatan batas minimum free float menjadi 15%. Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa kebijakan ini juga mencakup redefinisi konsep free float, serta penguatan klasifikasi saham, termasuk dalam proses IPO.

“Masa transisi ditetapkan bagi Perusahaan Tercatat guna memitigasi potensi tekanan jangka pendek terhadap harga saham dan likuiditas pasar,” ujar Jeffrey dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, dengan tetap menjaga ambang batas kepemilikan sebesar 5% yang sejalan dengan standar global, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas sekaligus menarik lebih banyak investor.

Penguatan transparansi pasar juga diperluas melalui penyajian data kepemilikan saham yang lebih granular. Klasifikasi investor yang sebelumnya hanya 9 klasifikasi menjadi 39 klasifikasi dan tipe, memberikan gambaran yang lebih detail mengenai komposisi investor.

Informasi ini dapat diakses publik melalui halaman pengumuman di website BEI dengan keyword “Laporan Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat Berdasarkan Klasifikasi Investor”.

Selain itu, pasar modal Indonesia juga mengadopsi praktik terbaik global yang diterapkan oleh Hong Kong Exchanges and Clearing (HKEX) melalui pengumuman HSC, yaitu informasi mengenai saham dengan kepemilikan yang terkonsentrasi pada sejumlah kecil pihak. Informasi saham yang terindikasi HSC dipublikasikan melalui website BEI pada halaman pengumuman dengan kata kunci “Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi”, sehingga dapat diakses oleh investor dan masyarakat luas. Informasi ini dipublikasikan secara terbuka untuk meningkatkan kualitas informasi sekaligus memperkuat pelindungan investor.

“Transparansi data kepemilikan saham di atas 1% dan pengungkapan HSC akan meningkatkan kualitas informasi pasar sekaligus membantu investor dalam memahami struktur kepemilikan suatu perusahaan tercatat secara lebih komprehensif,” tambah Jeffrey.

Ke depan, BEI menegaskan komitmennya untuk melanjutkan reformasi dengan fokus pada penguatan transparansi, likuiditas, serta penyempurnaan struktur pasar.

“Melalui reformasi yang konsisten dan komunikasi yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis pasar modal Indonesia akan semakin menarik bagi investor domestik maupun global,” ujar Jeffrey.

Penguatan tersebut turut diiringi dengan peningkatan kapasitas tata kelola serta sosialisasi intensif kepada pelaku pasar. Berbagai sosialisasi, baik secara langsung maupun daring, dilakukan untuk membuka ruang dialog aktif dengan pemangku kepentingan domestik dan global.

BEI senantiasa membuka komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan. Kanal komunikasi telah disediakan untuk memudahkan akses informasi dan konsultasi bagi seluruh pelaku pasar yang dapat dilakukan dengan mengirimkan email ke [email protected].

Pengamat pasar modal Hans Kwee menilai, percepatan reformasi transparansi yang dilakukan otoritas sebagai langkah positif dalam meningkatkan integritas pasar modal Indonesia. Ia juga menilai kebijakan ini relevan dalam merespons ekspektasi investor global.

“Ini sangat baik untuk meningkatkan integritas pasar modal kita. Langkah ini juga memenuhi permintaan MSCI dan meningkatkan kelas transparansi pasar modal Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Hans menekankan pentingnya komunikasi regulator dengan penyedia indeks global dalam menjaga kepercayaan investor. Ia menambahkan, pembukaan data kepemilikan saham dan penguatan data investor membuat pasar lebih transparan, sementara peningkatan batas minimum free float menjadi 15% akan berdampak pada likuiditas.

“Peningkatan free float akan menambah supply saham di pasar, sehingga likuiditas berpotensi meningkat,” tandasnya. 

(bul/bul)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz

Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz

May 21, 2026
Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

May 21, 2026
Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

May 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .