• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Terus Anjlok, Kini di Level US,82 per Barel

Harga Minyak Terus Anjlok, Kini di Level US$70,82 per Barel

July 2, 2026
EMMI Patok Harga Saham Rp 470, Ini Jadiwal Listingnya

EMMI Patok Harga Saham Rp 470, Ini Jadiwal Listingnya

July 2, 2026
Video:IHSG Menguat Lebih 1% Saat Rupiah Melemah & Dekati Rp 18.000/USD

Video:IHSG Menguat Lebih 1% Saat Rupiah Melemah & Dekati Rp 18.000/USD

July 2, 2026
Belum Laporan Lapkeu 2025, BEI Suspensi 3 Emiten Sekaligus

Belum Laporan Lapkeu 2025, BEI Suspensi 3 Emiten Sekaligus

July 2, 2026
PGAS Buka Suara Soal Penyesuaian Harga Gas LNG Industri

PGAS Buka Suara Soal Penyesuaian Harga Gas LNG Industri

July 2, 2026
Danantara Akan Merger 7 BUMN Logistik, Kenapa?

Danantara Akan Merger 7 BUMN Logistik, Kenapa?

July 2, 2026
Ini Penyebab IHSG Melesat Lebih dari 1%

Ini Penyebab IHSG Melesat Lebih dari 1%

July 2, 2026
Breaking, IHSG Melesat 1% Lebih Dekati Level 5.800

Breaking, IHSG Melesat 1% Lebih Dekati Level 5.800

July 2, 2026
Masih Menarik! Asing Tampung Saham ANTM, Net Buy Tembus 306,45 M

Masih Menarik! Asing Tampung Saham ANTM, Net Buy Tembus 306,45 M

July 2, 2026
IHSG Sesi Dibuka Menguat 0,68% ke Level 5.735

IHSG Sesi Dibuka Menguat 0,68% ke Level 5.735

July 2, 2026
Breaking News! Dolar AS Nyaris Sentuh Rp18.000 Lagi

Breaking News! Dolar AS Nyaris Sentuh Rp18.000 Lagi

July 2, 2026
IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

July 2, 2026
IHSG Bergairah, Asing Malah Lepas 10 Saham Ini

IHSG Bergairah, Asing Malah Lepas 10 Saham Ini

July 2, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 2, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Harga Minyak Terus Anjlok, Kini di Level US$70,82 per Barel

2 hours ago
in News
Harga Minyak Terus Anjlok, Kini di Level US,82 per Barel
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali tertekan pada perdagangan Kamis (2/7/2026) pagi, memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 09.55 WIB, harga minyak Brent berada di US$70,82 per barel, turun 1,05% dibanding penutupan sebelumnya. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di US$67,74 per barel, melemah 1,22%. Dalam kurun kurang dari dua pekan, Brent telah anjlok sekitar 12% dari posisi US$80,57 per barel pada 19 Juni, sedangkan WTI terkoreksi hampir 11,6% dari US$76,60 per barel.

Tekanan terhadap harga minyak muncul setelah pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Doha berakhir dengan hasil yang dinilai positif.



Pemerintah Qatar mengungkapkan kedua negara berhasil mencapai kemajuan dalam negosiasi yang berfokus pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelum pecahnya konflik menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Selama dua hari perundingan, kedua pihak membahas kelancaran lalu lintas maritim serta pencairan dana milik Iran yang sempat dibekukan. Di saat yang sama, arus kapal tanker mulai pulih menuju tingkat sebelum konflik setelah sempat terganggu akibat saling serang pada akhir pekan lalu.

Pulihnya aktivitas ekspor dari kawasan Teluk memicu ekspektasi bahwa pasokan minyak global akan semakin longgar. Pelaku pasar pun mulai mengalihkan perhatian pada potensi kelebihan suplai, terlebih ketika negara-negara produsen yang tergabung dalam OPEC+ diperkirakan kembali meningkatkan target produksi pada pertemuan Minggu mendatang.

Reuters menyebut kenaikan kuota produksi untuk Agustus berpotensi mencapai sekitar 188.000 barel per hari, sama seperti tambahan produksi pada Juni dan Juli. Prospek tambahan pasokan tersebut memperkuat tekanan jual di pasar minyak, terlebih persaingan memperebutkan pangsa pasar diperkirakan semakin ketat setelah Selat Hormuz kembali terbuka.

Dari Amerika Serikat, data persediaan minyak sebenarnya masih memberi sedikit penopang. Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS turun 3,8 juta barel menjadi 408,4 juta barel pada pekan lalu, level terendah sejak September 2018. Namun penurunan tersebut lebih kecil dibanding ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penyusutan 4,5 juta barel.

CNBC Indonesia

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
EMMI Patok Harga Saham Rp 470, Ini Jadiwal Listingnya

EMMI Patok Harga Saham Rp 470, Ini Jadiwal Listingnya

July 2, 2026
Video:IHSG Menguat Lebih 1% Saat Rupiah Melemah & Dekati Rp 18.000/USD

Video:IHSG Menguat Lebih 1% Saat Rupiah Melemah & Dekati Rp 18.000/USD

July 2, 2026
Harga Minyak Terus Anjlok, Kini di Level US,82 per Barel

Harga Minyak Terus Anjlok, Kini di Level US$70,82 per Barel

July 2, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .