• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Turun Lagi, Pekan Ini Ambles Hampir 7%

Harga Minyak Turun Lagi, Pekan Ini Ambles Hampir 7%

June 26, 2026
Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170

Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170

July 1, 2026
BSI (BRIS) Incar Jadi Bank Jumbo Sebelum 2030

BSI (BRIS) Incar Jadi Bank Jumbo Sebelum 2030

July 1, 2026
Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

July 1, 2026
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 0,92%, tapi Pasar Masih Wait and See

IHSG Hari Ini Ditutup Naik 0,92%, tapi Pasar Masih Wait and See

July 1, 2026
Ada Emiten Mau Aksi Korporasi, Sahamnya Hari Ini ARA

Ada Emiten Mau Aksi Korporasi, Sahamnya Hari Ini ARA

July 1, 2026
Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Naik ke Rp17.930

Rupiah Berakhir di Zona Merah, Dolar AS Naik ke Rp17.930

July 1, 2026
Dongkrak Kinerja, Begini Jurus MDIY Tarik Minat Konsumen

Dongkrak Kinerja, Begini Jurus MDIY Tarik Minat Konsumen

July 1, 2026
MDIY Siap Bagi Dividen, Catat Tanggalnya!

MDIY Siap Bagi Dividen, Catat Tanggalnya!

July 1, 2026
Anak Usaha Prodia (PRDL) Pasang Harga IPO Rp 120 per Saham

Anak Usaha Prodia (PRDL) Pasang Harga IPO Rp 120 per Saham

July 1, 2026
Perusahaan Genset Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

Perusahaan Genset Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

July 1, 2026
Perusahaan Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

Perusahaan Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442

July 1, 2026
IHSG Sesi 1 Naik 0,84%, Asing Net Sell Rp349 M dan Saham Ini Diborong

IHSG Sesi 1 Naik 0,84%, Asing Net Sell Rp349 M dan Saham Ini Diborong

July 1, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 2, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Harga Minyak Turun Lagi, Pekan Ini Ambles Hampir 7%

6 days ago
in ENTREPRENEUR
Harga Minyak Turun Lagi, Pekan Ini Ambles Hampir 7%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali bergerak melemah pada perdagangan Jumat (26/6/2026) setelah pasar semakin yakin gangguan pasokan dari Timur Tengah tidak akan separah yang sempat dikhawatirkan. Arus kapal tanker yang kembali melintasi Selat Hormuz membuat premi risiko geopolitik terus terkikis, meski insiden keamanan di sekitar Oman masih membayangi.

Mengacu data Refinitiv hingga pukul 09.25 WIB, harga minyak Brent berada di US$74,48 per barel, turun 1,04% dibanding penutupan sebelumnya di US$75,26 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,93% ke US$71,25 per barel dari sehari sebelumnya US$71,92 per barel.

Dalam sepekan terakhir, pelemahan berlangsung cukup tajam. Sejak penutupan 19 Juni, Brent telah merosot sekitar 7,6%, sedangkan WTI turun sekitar 7%. Koreksi tersebut menghapus hampir seluruh lonjakan harga yang sempat dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.



Pelaku pasar kini lebih banyak memperhatikan perkembangan lalu lintas pengiriman minyak dibanding eskalasi konflik itu sendiri. Data perdagangan memperlihatkan volume pengiriman minyak melalui Selat Hormuz minggu ini meningkat ke level tertinggi sejak pecahnya konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran pada Februari lalu. Kesepakatan gencatan senjata membuka kembali jalur pelayaran yang sebelumnya sempat terganggu sehingga kekhawatiran mengenai terhambatnya pasokan global mulai mereda.

Meski demikian, situasi belum sepenuhnya normal. Jumlah kapal yang melintas masih jauh di bawah rata-rata sekitar 125 kapal per hari sebelum konflik berlangsung. Artinya, pelayaran memang mulai pulih, tetapi aktivitas distribusi minyak global belum kembali ke kondisi sebelum krisis.

Di sisi lain, risiko geopolitik masih terus membayangi pasar. Pada Kamis, sebuah kapal kargo dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di dekat perairan Oman. Insiden tersebut sempat mendorong harga minyak melonjak lebih dari 2% karena Organisasi Maritim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghentikan sementara skema evakuasi sukarela bagi kapal-kapal di kawasan itu.

Dua pejabat Amerika Serikat menyebut Iran melepaskan tembakan ke kapal yang sedang melintasi Selat Hormuz, sementara otoritas Iran menyatakan keamanan kapal yang berlayar di luar jalur resmi Hormuz tidak dapat dijamin.

Kondisi tersebut membuat pasar berada dalam tarik-menarik dua sentimen besar. Di satu sisi, jalur ekspor minyak semakin terbuka sehingga kekhawatiran pasokan berkurang. Di sisi lain, setiap insiden keamanan baru di sekitar Hormuz masih berpotensi menghidupkan kembali premi risiko geopolitik apabila menghambat lalu lintas tanker atau memaksa produsen meninjau kembali rencana peningkatan produksinya.

Sentimen lain datang dari Venezuela. Gempa bumi yang terjadi pada Kamis memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan produksi minyak negara tersebut. Penilaian awal memperlihatkan fasilitas minyak, gas, kilang, jaringan pipa, hingga terminal ekspor tidak mengalami kerusakan berarti karena sebagian besar berada jauh dari pusat gempa.

Namun, gangguan pasokan listrik memunculkan ketidakpastian apakah produksi sekitar 1,2 juta barel per hari dapat dipertahankan dalam beberapa waktu ke depan.

Fokus pasar kini bergeser dari ancaman penutupan Selat Hormuz menuju seberapa cepat aktivitas pengiriman minyak dapat kembali normal. Selama arus tanker terus membaik dan tidak muncul gangguan besar baru terhadap pasokan global, tekanan terhadap harga minyak berpeluang masih berlanjut, meski volatilitas tetap tinggi karena kawasan Timur Tengah masih menyimpan risiko keamanan yang sulit diprediksi.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170

Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170

July 1, 2026
BSI (BRIS) Incar Jadi Bank Jumbo Sebelum 2030

BSI (BRIS) Incar Jadi Bank Jumbo Sebelum 2030

July 1, 2026
Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas

July 1, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .