• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Balik Arah, Sesi I Berakhir Merah

IHSG Balik Arah, Sesi I Berakhir Merah

July 4, 2025
BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

July 28, 2026
Bankir Cemas Likuiditas Kering di Era Suku Bunga Tinggi

Bankir Cemas Likuiditas Kering di Era Suku Bunga Tinggi

July 28, 2026
IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89%

IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89%

July 28, 2026
Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

Rupiah Lanjut Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.055

July 28, 2026
Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

Investor Catat! BNI (BBNI) Mau Buyback Saham Rp 627 Miliar

July 28, 2026
Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

Awas Snapboost! Modus Dugaan Penipuan Like & Share di Tiktok Cs

July 28, 2026
Emiten Bengkel Pesawat Garuda (GMFI) Mau Hapus Saldo Defisit Rp 9 T

Emiten Bengkel Pesawat Garuda (GMFI) Mau Hapus Saldo Defisit Rp 9 T

July 28, 2026
DPR Wanti-Wanti Reputasi Jadi Modal PFII Gaet BlackRock Cs

DPR Wanti-Wanti Reputasi Jadi Modal PFII Gaet BlackRock Cs

July 28, 2026
BEI Rombak Konstituen IDX80, LQ45 dan IDX30

BEI Rombak Konstituen IDX80, LQ45 dan IDX30

July 28, 2026
GOTO Siap Umumkan Kinerja Kuartal II-2026, Begini Respon Analis

GOTO Siap Umumkan Kinerja Kuartal II-2026, Begini Respon Analis

July 28, 2026
Gerak IHSG Masih Malu-Malu, Intip Pergerakan Asing di Sesi 1

Gerak IHSG Masih Malu-Malu, Intip Pergerakan Asing di Sesi 1

July 28, 2026
Tabungan Menipis, Warga RI Andalkan Kartu Kredit-Paylater Buat Belanja

Tabungan Menipis, Warga RI Andalkan Kartu Kredit-Paylater Buat Belanja

July 28, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 28, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Balik Arah, Sesi I Berakhir Merah

1 year ago
in Market
IHSG Balik Arah, Sesi I Berakhir Merah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah pada akhir sesi I hari ini, Jumat (4/7/2025).

Setelah dibuka di zona hijau, IHSG mengakhiri sesi I dengan penurunan 0,21% ke level 6.863,85. Sebanyak 296 saham turun, 252 naik, dan 236 tidak bergerak. 

Nilai transaksi siang ini mencapai Rp 4,63 triliun yang melibatkan 10,56 miliar saham dalam 511.032 kali transaksi. 

Menguti Refinitiv, hanya dua sektor yang berada di zona positif, yakni energi (0,53%) dan properti (0,09%). Mayoritas sektor berada di zona merah dengan penurunan paling dalam adalah utlitas (-0.51%), bahan baku (0,35%), dan teknologi (-0,3%).

Menurut para analis, IHSG stagnan karena tekanan jual dari investor asing, ditambah ketidakpastian global dan domestik, serta belum ada sentimen fundamental kinerja emiten. Investor saat ini cenderung menunggu kepastian sebelum mengambil langkah besar.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan mengatakan indeks saat ini bergerak sideways, artinya tidak menunjukkan tren naik atau turun yang jelas, tapi berfluktuasi dalam rentang sempit, yaitu antara 6.820 sampai 6.980. Ini menggambarkan pasar yang lesu atau sedang menunggu kepastian arah alias wait and see.

“Untuk alasannya sendiri berbagai faktor, pertama kalau asing memang sedang net sell terus dari pasar kita, karena kekhawatiran global juga kan dan untuk tarif AS-Indonesia juga belum jelas,” ujar Ekky kepada CNBC Indonesia, Jumat (4/7/2025).

Selain itu, ia menyebut kinerja emiten perbankan, yang biasanya jadi pilihan unggulan investasi asing saat ini mengalami perlambata kinerja. Menurut Ekky, investor asing itu tidak bisa berinvestasi sembarangan karena pasar Indonesia kecil.

“Jadi masuknya ya, ke saham saham tertentu saja, kalau pilihan saham yang sedikit ini kinerjanya melemah, ya wajar belum kembali,” katanya.

Senada, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan rilis laporan keuangan kuartal II-2025 yang masih masih berlangsung, diperkirakan hasilnya secara umum masih stagnan.

“Jadi dorongan dari fundamental masih minim,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (4/7/2025).

Sementara itu, Rudiyanto mengatakan investor asing masih menempatkan porsi investasi di Indonesia lebih kecil alias underweight lantaran beberapa kebijakan pemerintah.

Meskipun pemerintah telah melakukan beberapa revisi untuk mengubah pandangan investor, ia menyebut masih butuh waktu karena menunggu realisasi perubahan kebijakan tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi RI.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



IHSG Dibuka Naik 0,21%, Kembali Uji Level 7.200




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

July 28, 2026
Bankir Cemas Likuiditas Kering di Era Suku Bunga Tinggi

Bankir Cemas Likuiditas Kering di Era Suku Bunga Tinggi

July 28, 2026
IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89%

IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89%

July 28, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .