• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Terkoreksi 0,89% Tertekan Kinerja Deretan Saham Ini

IHSG Terkoreksi 0,89% Tertekan Kinerja Deretan Saham Ini

July 30, 2025
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

Ada Emiten HSC Datangi Bursa Hari Ini

May 21, 2026
Perputaran Dana US,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

Perputaran Dana US$3,7 M/Bulan, BI Permudah Transaksi Yuan China di RI

May 21, 2026
Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

Terungkap! Ini Deretan Insentif OJK Buat Himbara Penampung DHE SDA

May 21, 2026
DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

DHE SDA Wajib di Himbara, BI Berikan Kemudahan Buat Eksportir

May 21, 2026
OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

OJK Bongkar 2 Investasi Bodong Bermodus Saham dan Drama China

May 21, 2026
92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

92 Perusahaan Anak Bakal Dipangkas

May 21, 2026
IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

IHSG Ditutup Turun 3,54%, Rontok ke Level 6.000-an

May 21, 2026
BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

BUMN Ekspor Disorot, IHSG Anjlok Lebih 3% Ke Level 6.000-an

May 21, 2026
Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

Modernisasi Alkes RI, IRRA Hadirkan Teknologi Bedah Canggih

May 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

IHSG Terkoreksi 0,89% Tertekan Kinerja Deretan Saham Ini

10 months ago
in News
IHSG Terkoreksi 0,89% Tertekan Kinerja Deretan Saham Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan hari ini, Rabu (30/7/2025).

IHSG melemah 0,89% atau turun 68,02 poin ke 7.540,62. Kondisi ini berbalik arah dari awal perdagangan yang mana IHSG dibuka naik 0,32% ke level 7.642,25. 

Sebanyak 267 saham naik, 345 turun, dan 191 tidak bergerak pagi ini. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 11,97 triliun yang melibatkan 25,34 miliar saham dalam 1,58 juta kali transaksi.

Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan utilitas, finansial dan energimencatatkan koreksi terbesar.

Saham perbankan raksasa RI dan emiten konglomerat tercatat sebagai pemberat utama kinerja IHSG hari ini. duo emiten bank BUMN yakni BBRI dan BMRI hari ini tertekan dengan kontribusi pelemahan masing-masing 23,07 dan 7,88indeks poin.

Saham emiten asuransi Grup Sinar Mas (SMMA) juga masih menjadi salah satu pemberat utama kinerja IHSG. Saham SMMA turun 12,77% hari ini dan menekan kinerja IHSG dengan kontribusi penurunan 19,14 indeks poin.

Kemudian ada juga saham emiten Grup Barito Prajogo Pangestu, Chandra Daya Investasi (CDIA), yang turun 9,84% atau menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) ke Rp 1.650 per saham dan berkontribusi atas pelemahan 5,47 indeks poin.

Selanjutnya emiten lainnya milik Prajogo yang ikut membebani kinerja IHSG termasuk emiten energi terbarukan (BREN), emiten petrokimia (TPIA) dan emiten kontraktor pertambangan (PTRO_

Lalu ada juga emiten tambang tembaga kongsi Boy Thohir dan Saratoga (MDKA), emiten peritel Alfamart (AMRT) dan emiten batu bara milik Low Tuck Kwong (BYAN) yang ikut menekan kinerja IHSG hari ini.

Dari regional, pasar Asia-Pasifik dibuka variatif pada Rabu (30/7/2025) pagi, di tengah pernyataan tegas dari Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick bahwa batas waktu pengenaan tarif besar terhadap sejumlah mitra dagang pada Jumat mendatang tidak akan ditunda.

Meski demikian, Lutnick menambahkan bahwa negosiasi dagang dengan China masih berjalan dalam jalur waktu yang berbeda.

Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka mendatar, sementara Topix naik tipis 0,1%. Di Korea Selatan, Kospi menguat 0,48% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq bertambah 0,42%.

Sebaliknya, indeks S&P/ASX 200 Australia justru melemah 0,19% pada awal perdagangan. Pergerakan tersebut mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan perdagangan AS.

Diketahui, kelanjutan jeda tarif antara Amerika Serikat dan China belum akan diputuskan sebelum mendapat persetujuan langsung dari Presiden Donald Trump.

“Trump memiliki keputusan akhir atas semua kesepakatan dagang dan jeda tarif yang sedang dibahas,” ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent kepada CNBC.

Pernyataan itu disampaikan setelah pejabat dagang tinggi dari kedua negara menyelesaikan putaran ketiga pembicaraan di Stockholm, Swedia, sejak Mei lalu.

“Kami akan kembali ke Washington, D.C., dan berbicara dengan Presiden apakah itu sesuatu yang ingin dia lanjutkan,” kata Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer kepada wartawan usai pertemuan.

Sementara itu, pasar keuangan global akan menunggu momen penting pada hari ini hingga Kamis dini hari. The Fed akan mengumumkan kebijakan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Sejumlah data penting juga akan diumumkan AS pada hari ini.
Dari dalam negeri, pemerintah mencatatkan realisasi investasi yang kuat hingga paruh pertama 2025, mencapai hampir setengah dari target tahunan.

Revisi ke atas proyeksi pertumbuhan dari Dana Moneter Internasional (IMF) diharapkan menjadi kabar baik bagi Indonesia.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



IHSG Tergelincir, Turun 0,32% ke 7.175 Sebelum Libur Panjang




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

Meski Jadi Bos INA, Oki & Laksono Masih Masuk Bursa Direksi BEI

May 21, 2026
Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

Saham Syariah Mendominasi Bursa, BEI Ungkap Datanya

May 21, 2026
Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

Eks Wakil Ketua KPK Jadi Komisaris Jasa Marga (JSMR)

May 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .