• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ini Tiga Sektor Kredit yang Perlu Didorong Menurut Gubernur BI

Ini Tiga Sektor Kredit yang Perlu Didorong Menurut Gubernur BI

September 22, 2025
Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

August 24, 2026
Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

August 24, 2026
PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

August 24, 2026
Detik-detik Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa

Detik-detik Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa

August 24, 2026
Transaksi Tambang-Sawit Wajib Lewat Bursa Mineral, Ini Bocorannya

Transaksi Tambang-Sawit Wajib Lewat Bursa Mineral, Ini Bocorannya

August 24, 2026
Asing Mulai Balik ke SBN & Saham Bikin Rupiah Makin Strong

Asing Mulai Balik ke SBN & Saham Bikin Rupiah Makin Strong

August 24, 2026
PPATK-Polri Bongkar Sindikat Siber, Kerugian Capai US0.000

PPATK-Polri Bongkar Sindikat Siber, Kerugian Capai US$350.000

August 24, 2026
Susunan Direksi-Komisaris DSI, Ada CEO Freeport & Eks Bos Bank Dunia

Susunan Direksi-Komisaris DSI, Ada CEO Freeport & Eks Bos Bank Dunia

August 24, 2026
Susunan Pengurus DSI, Ada CEO Freeport Hingga Eks Bos Bank Dunia

Susunan Pengurus DSI, Ada CEO Freeport Hingga Eks Bos Bank Dunia

August 24, 2026
Bos Danantara Buka-bukaan Rahasia Bisnis Emas ANTAM

Bos Danantara Buka-bukaan Rahasia Bisnis Emas ANTAM

August 24, 2026
Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

Sah! DPR Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Pengawas Bursa Mineral

August 24, 2026
Danantara Mulai Invasi Global, dari Mekah sampai Filipina

Danantara Mulai Invasi Global, dari Mekah sampai Filipina

August 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, August 25, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Ini Tiga Sektor Kredit yang Perlu Didorong Menurut Gubernur BI

11 months ago
in ENTREPRENEUR
Ini Tiga Sektor Kredit yang Perlu Didorong Menurut Gubernur BI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Pertumbuhan kredit perbankan diyakini dapat menjadi mesin pendongkrak ekonomi Indonesia.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, kredit konsumsi, komersial, korporasi dan UMKM harus didorong agar menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Per Agustus 2025, pertumbuhan kredit mencapai 7,56% yoy. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pertumbuhan kredit bergerak lebih cepat. Akan tetapi jauh melambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni naik 10,9% yoy. 

Lebih rinci, ada tiga sektor yang perlu menjadi perhatian. “Kredit industri 7,88% [yoy] perlu kita dorong, pertanian 5,54% [yoy] perlu kita dorong, perdagangan 1,94% [yoy] juga kita perlu dorong di samping kemudian sektor-sektor yang lain,” kata Perry dalam rapat kerja Komisi XI, Senin (22/9/2025).

Perry mengatakan, masih belum optimalnya permintaan kredit disebabkan beberapa hal, di antaranya ialah sikap wait and see para pelaku ekonomi, hingga suku bunga kredit yang masih tinggi.

“Ini mengakibatkan fasilitas pinjaman yang belum dicairkan masih cukup besar pada Agustus 2025 Rp 2.372,1 triliun atau 22,7% dari plafon kredit tersedia,” tegas Perry.

Selain itu, penurunan suku bunga kredit pada tahun ini terbilang lambat, meskipun Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan sebesar 125 basis poin (bps). 

Perry mengatakan suku bunga kredit hanya turun 7 bps hingga Agustus 2025, menjadi 9,13% dari 9,20% pada awal 2025. 

Sementara itu, dari sisi penawaran kredit, Perry mengatakan sebetulnya masih cukup kencang. Kenaikan kredit didukung oleh longgarnya likuiditas perbankan sebagaimana tercermin dari tingginya rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 27,25% pada Agustus 2025.

Besarnya likuiditas di perbankan itu sejalan dengan ekspansi likuiditas moneter dan kebijakan likuiditas makroprudensial atau KLM Bank Indonesia, serta minat penyaluran kredit perbankan yang membaik sebagaimana tercermin pada persyaratan pemberian kredit (lending requirement).

“Namun demikian, tingginya suku bunga kredit masih menjadi salah satu faktor penahan peningkatan kredit/pembiayaan lebih lanjut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” papar Perry.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Video: “Titah” Bos BI: Suku Bunga Kredit Harus Turun Demi Ekonomi




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

Perdagangan Saham Dihentikan Sementara oleh Bursa, ADHI Buka Suara

August 24, 2026
Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

Bos PT DSI Tegaskan Beda Peran dengan Bursa Mineral

August 24, 2026
PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

PT DSI Ambil Margin Fee dari Eksportir, Ini Penjelasannya

August 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .