• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Investor India Sulap Rp 975 Ribu Jadi Rp94 T, Begini Caranya

Investor India Sulap Rp 975 Ribu Jadi Rp94 T, Begini Caranya

October 25, 2025
Perkuat Ekosistem Baterai EV, Industri Nikel Butuh Insentif Ini

Perkuat Ekosistem Baterai EV, Industri Nikel Butuh Insentif Ini

July 11, 2026
Dulu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

Dulu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

July 11, 2026
Malapetaka Topan Bavi Hantam Jepang, Bandara-Pelabuhan Lumpuh

Malapetaka Topan Bavi Hantam Jepang, Bandara-Pelabuhan Lumpuh

July 11, 2026
Dukung B50, Pengusaha Bus & Logistik Minta Jaminan Kualitas B50

Dukung B50, Pengusaha Bus & Logistik Minta Jaminan Kualitas B50

July 11, 2026
Penemuan 74 Kg Emas di Brankas

Penemuan 74 Kg Emas di Brankas

July 11, 2026
Potret 74 Kg Emas-Dolar AS Disita Polisi, Barang Bukti Kasus Korupsi

Potret 74 Kg Emas-Dolar AS Disita Polisi, Barang Bukti Kasus Korupsi

July 11, 2026
Jumlah Tabungan Ideal Usia 50 Tahun Kata Ahli Keuangan, Sudah Punya?

Jumlah Tabungan Ideal Usia 50 Tahun Kata Ahli Keuangan, Sudah Punya?

July 11, 2026
Nasib Ekspor Sawit RI Usai Kunjungan Modi

Nasib Ekspor Sawit RI Usai Kunjungan Modi

July 11, 2026
RI Punya 5 Bendungan Baru Rp9,79 T, Dongkrak Produksi Padi 720.000 Ton

RI Punya 5 Bendungan Baru Rp9,79 T, Dongkrak Produksi Padi 720.000 Ton

July 11, 2026
Patimban Bidik Rute Pelayaran Eropa dan AS

Patimban Bidik Rute Pelayaran Eropa dan AS

July 11, 2026
Saat Presiden RI Rela Batalkan Proyek Strategis Demi Perbaiki Ekonomi

Saat Presiden RI Rela Batalkan Proyek Strategis Demi Perbaiki Ekonomi

July 10, 2026
Warga RI Kini Pilih Beli Mobil Murah, Penjualan LCGC Naik 14%

Warga RI Kini Pilih Beli Mobil Murah, Penjualan LCGC Naik 14%

July 10, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, July 11, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Investor India Sulap Rp 975 Ribu Jadi Rp94 T, Begini Caranya

9 months ago
in News
Investor India Sulap Rp 975 Ribu Jadi Rp94 T, Begini Caranya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Investor yang dijuluki sebagai ‘Warren Buffett India’ yakni Rakesh Jhunjhunwala berhasil menyulap modal awal ratusan ribu rupiah menjadi kekayaan bersih US$ 5,8 miliar atau lebih dari Rp 94,8 triliun (asumsi kurs Rp 16.350 per US$).

Mengutip Traders Brain India, modal awal Jhunjhunwala hanya sebesar Rp 975.000, yang kemudian berkembang pesat berkat strategi investasinya di pasar saham. Kisah suksesnya pun menjadi sorotan publik.

Lantas bagaimana kisah dia jadi Warren Buffett versi India?

Pria kelahiran 5 Juli 1960 di Mumbai tersebut terinspirasi dunia investasi sejak kecil. Ia sering menemani sang ayah, seorang petugas pajak penghasilan, dan mendengar diskusi ayahnya tentang pasar saham bersama teman-temannya. Pengalaman itu kemudian menumbuhkan minatnya untuk berinvestasi.

Karena rasa penasarannya yang tinggi tentang saham, suatu hari ia bertanya kepada ayahnya mengapa harga saham berfluktuasi setiap hari.

Ayahnya menyarankan agar ia membaca koran karena berita lah yang membuat harga saham berfluktuasi.

Rakesh Jhunjhunwala juga menyatakan keinginannya untuk berkarir di pasar saham. Namun, ayahnya menyarankan agar ia terlebih dahulu mendapatkan gelar sarjana dari sebuah perguruan tinggi.

Rakesh Jhunjhunwala lulus dari Sydenham College pada tahun 1985 sebagai akuntan terdaftar. Setelah lulus, ia kembali membicarakan tujuannya untuk berkarir sebagai investor pasar saham dengan ayahnya.

Menanggapi hal tersebut, ayahnya mengatakan bahwa ia diperbolehkan untuk mengejar karir apa pun. Namun, ayahnya juga menambahkan bahwa ia tidak akan memberikan uang, dan Rakesh tidak boleh meminta modal awal dari teman-teman ayahnya.

Rakesh Jhunjhunwala memasuki pasar saham dengan modal awal hanya Rp 975.000 pada tahun 1985. Pada saat itu, indeks Sensex berada di 150 poin (saat ini Sensex berada di sekitar 58.500 poin).

Namun, tidak lama kemudian Rakesh Jhunjhunwala berhasil mendapatkan sejumlah Rp 487.500.000 dari salah satu klien saudaranya dengan janji memberikan pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito tetap.

Keuntungan besar pertama Rakesh Jhunjhunwala adalah Rp 97.500.000 pada tahun 1986. Ia membeli 5.000 saham Tata Tea seharga Rp 8.385 dan dalam waktu 3 bulan saham tersebut diperdagangkan pada harga Rp 27.885. Ia meraih keuntungan lebih dari 3 kali lipat dengan menjual saham Tata Tea tersebut.

Sementara Jhunjhunwala selalu berhati-hati dalam mendukung startup-era baru, dalam beberapa tahun terakhir, ia mulai mendapatkan keuntungan besar dari serangkaian investasi ekuitas swasta saat perusahaan-perusahaan tersebut mulai terdaftar.

Misalnya, sahamnya sebesar 14% di pengecer alas kaki Metro Brands, yang go public pada Desember lalu membuat pemiliknya Rafique Malik menjadi miliarder, kini bernilai lebih dari US$ 400 juta.

Dia juga merupakan pendukung awal perusahaan game Nazara Technologies dan perusahaan asuransi umum Star Health and Allied Insurance Company, keduanya terdaftar tahun lalu.

Dalam langkah yang dianggap berisiko oleh banyak orang, taruhan terbaru Jhunjhunwala adalah pada sektor yang dilanda Covid-19: penerbangan.

Tahun lalu, dia menginvestasikan US$ 35 juta untuk 40% saham di maskapai penerbangan berbiaya rendah Akasa, yang melakukan penerbangan perdananya awal bulan ini, dilepas oleh menteri penerbangan negara tersebut dan dengan investornya yang terkenal di dalamnya.

Dengan selera terhadap single malt dan cerutu, Jhunjhunwala suka menjalani kehidupan seperti raja. Dia dilaporkan sedang membangun sebuah rumah mewah berlantai 13 di Mumbai selatan sebagai rumah barunya. Sebagai penggemar film Bollywood, Jhunjhunwala membiayai beberapa film seperti English Vinglish dan Ki & Ka.

Pada saat yang sama, Jhunjhunwala termasuk di antara filantropis terkenal di negara itu dengan yayasan yang dinamai sesuai namanya dan mengatakan beberapa tahun lalu bahwa dia ingin menyumbangkan 25% kekayaannya dalam masa hidupnya.

Dia adalah salah satu pendiri dan wali dari Universitas Ashoka, sebuah sekolah seni liberal, dan donor tetap untuk Yayasan Internasional Agastya, yang menyediakan pendidikan sains bagi kaum miskin.

Universitas Ashoka dalam sebuah pernyataan menyebut Jhunjhunwala sebagai salah satu donor terbesarnya dan mengatakan bahwa dia dijadwalkan untuk mengunjungi universitas tersebut akhir tahun ini untuk meluncurkan Sekolah Ekonomi dan Keuangan Rakesh Jhunjhunwala.

Jhunjhunwala dikabarkan meninggal pada Agustus 2022 di sebuah rumah sakit di kota Mumbai. Rumah sakit mengatakan bahwa penyebab kematian adalah “serangan jantung mendadak”.

(hsy/hsy)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Kisah “Warren Buffett Asia”, Sulap Rp975.000 Jadi Rp94 Triliun




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perkuat Ekosistem Baterai EV, Industri Nikel Butuh Insentif Ini

Perkuat Ekosistem Baterai EV, Industri Nikel Butuh Insentif Ini

July 11, 2026
Dulu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

Dulu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

July 11, 2026
Malapetaka Topan Bavi Hantam Jepang, Bandara-Pelabuhan Lumpuh

Malapetaka Topan Bavi Hantam Jepang, Bandara-Pelabuhan Lumpuh

July 11, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .