• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

June 8, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.940

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.940

July 3, 2026
Breaking News, IHSG Dibuka Lompat 2% Lebih

Breaking News, IHSG Dibuka Lompat 2% Lebih

July 3, 2026
Investor Cabut dari Saham Teknologi, Bursa Asia Dibuka Beragam

Investor Cabut dari Saham Teknologi, Bursa Asia Dibuka Beragam

July 3, 2026
IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

July 3, 2026
IHSG Lanjut Menguat, Asing Kompak Buang 10 Saham Ini

IHSG Lanjut Menguat, Asing Kompak Buang 10 Saham Ini

July 3, 2026
Ramai Isu Tarik Dana dari RI, Ini Penjelasan Bank-Bank Asing

Ramai Isu Tarik Dana dari RI, Ini Penjelasan Bank-Bank Asing

July 3, 2026
Asing Koleksi 10 Saham Ini Saat IHSG Hijau & Transaksi Bursa Sepi

Asing Koleksi 10 Saham Ini Saat IHSG Hijau & Transaksi Bursa Sepi

July 3, 2026
Harga Emas Bertengger di Atas US.000, Bagaimana Prospek Saham Antam?

Harga Emas Bertengger di Atas US$4.000, Bagaimana Prospek Saham Antam?

July 3, 2026
Diungkap Purbaya Begini Konsep Besar PFII

Diungkap Purbaya Begini Konsep Besar PFII

July 3, 2026
Biayai Danantara-Beli Surat Utang RI

Biayai Danantara-Beli Surat Utang RI

July 2, 2026
Biaya Danantara-Beli Surat Utang RI

Biaya Danantara-Beli Surat Utang RI

July 2, 2026
Kebut Pembahasan RUU, PFII Bakal Jadi Bahan Pidato Kenegaraan Prabowo

Kebut Pembahasan RUU, PFII Bakal Jadi Bahan Pidato Kenegaraan Prabowo

July 2, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 3, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih

4 weeks ago
in ENTREPRENEUR
Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Mendidih
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Senin pagi (8/6/2026) setelah pasar dikejutkan oleh serangan terbaru Israel ke Lebanon. Eskalasi baru ini memicu kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah akan kembali meluas dan menghambat upaya pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 08.01 WIB, harga minyak Brent berada di US$95,29 per barel, melonjak 2,36% dibandingkan penutupan Jumat yang berada di US$93,09 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,18% ke US$92,51 per barel dari posisi sebelumnya US$90,54 per barel. Kenaikan tersebut memangkas sebagian besar pelemahan yang terjadi pada akhir pekan lalu ketika pasar sempat optimistis terhadap peluang meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Sentimen utama datang dari serangan udara Israel ke Beirut pada Minggu waktu setempat. Aksi militer tersebut berlangsung hanya beberapa hari setelah Israel dan Lebanon mengumumkan kesepakatan gencatan senjata pada 3 Juni hasil negosiasi di Washington. Situasi kian memanas setelah Iran membalas serangan terhadap sekutunya, Hizbullah, dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel. Rantai konflik baru ini menimbulkan keraguan bahwa perundingan damai antara Washington dan Teheran dapat segera tercapai.



Bagi pasar energi, isu terpenting bukan semata konflik militer, melainkan nasib Selat Hormuz. Iran hingga kini masih menghambat sebagian besar arus pelayaran melalui selat tersebut sejak perang AS-Iran pecah pada Februari lalu. Akibatnya, pasokan minyak global terganggu dan banyak negara produsen kesulitan mengirimkan minyak ke konsumen. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur transit utama bagi ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk, sehingga setiap gangguan langsung memengaruhi keseimbangan pasokan dunia.

Di tengah kondisi tersebut, OPEC+ pada Minggu tetap memutuskan melanjutkan peningkatan produksi untuk bulan keempat secara beruntun. Tujuh anggota inti kelompok itu diperkirakan menaikkan target produksi sekitar 188 ribu barel per hari pada Juli. Namun keputusan tersebut belum mampu menenangkan pasar karena persoalan utama saat ini bukan target produksi, melainkan kemampuan negara-negara produsen untuk benar-benar mengalirkan minyak ke pasar internasional.

Data OPEC memperlihatkan produksi kelompok tersebut justru anjlok sejak konflik meletus. Produksi rata-rata turun menjadi 33,19 juta barel per hari pada April dari 42,77 juta barel per hari pada Februari. Negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, menghadapi kendala besar dalam memenuhi permintaan pelanggan akibat terganggunya jalur ekspor. Rusia pun menghadapi tekanan tersendiri setelah serangan terhadap infrastruktur energinya memangkas kapasitas produksi.

Kondisi ini membuat pasar relatif mengabaikan tambahan kuota produksi OPEC+. Selama Selat Hormuz belum kembali beroperasi normal dan ketegangan geopolitik terus meningkat, risiko kekurangan pasokan masih membayangi pasar minyak global. Itulah yang membuat harga minyak kembali bergerak mendekati level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir, meski OPEC+ terus berupaya menambah pasokan ke pasar.

CNBC Indonesia 

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.940

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.940

July 3, 2026
Breaking News, IHSG Dibuka Lompat 2% Lebih

Breaking News, IHSG Dibuka Lompat 2% Lebih

July 3, 2026
Investor Cabut dari Saham Teknologi, Bursa Asia Dibuka Beragam

Investor Cabut dari Saham Teknologi, Bursa Asia Dibuka Beragam

July 3, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .