• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Jantung Investor Agak Tenang Sedikit, Ini Penyebab IHSG Naik 1%

Jantung Investor Agak Tenang Sedikit, Ini Penyebab IHSG Naik 1%

June 25, 2026
Airlangga Beberkan Strategi RI Jaga Status Emerging Market di MSCI

Airlangga Beberkan Strategi RI Jaga Status Emerging Market di MSCI

June 25, 2026
Bergerak Gak Wajar, Saham HOMI dan PTPW Dipantau Ketat Bursa

Bergerak Gak Wajar, Saham HOMI dan PTPW Dipantau Ketat Bursa

June 25, 2026
Emiten Prajogo Chandra Asri (TPIA) Terbitkan Obligasi Rp6 Triliun

Emiten Prajogo Chandra Asri (TPIA) Terbitkan Obligasi Rp6 Triliun

June 25, 2026
Mantan Polisi Dapat Rp 215 Miliar Berkat Mesin ATM

Mantan Polisi Dapat Rp 215 Miliar Berkat Mesin ATM

June 25, 2026
Awas! Bank & Sekuritas Bisa Kena Denda Rp15 Miliar Karena Influencer

Awas! Bank & Sekuritas Bisa Kena Denda Rp15 Miliar Karena Influencer

June 25, 2026
Bos OJK Ungkap 40% Layanan Nasabah Bank Dilakukan Oleh AI

Bos OJK Ungkap 40% Layanan Nasabah Bank Dilakukan Oleh AI

June 25, 2026
Sukses Transaksi Tanpa Dolar sama China, BI Targetkan India-Korsel

Sukses Transaksi Tanpa Dolar sama China, BI Targetkan India-Korsel

June 25, 2026
Breaking News! IHSG Naik 1%

Breaking News! IHSG Naik 1%

June 25, 2026
OJK Uji Ketahanan Bank Saat Dolar Rp18.000, Ini Hasilnya

OJK Uji Ketahanan Bank Saat Dolar Rp18.000, Ini Hasilnya

June 25, 2026
Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp17.950 Pagi Ini

Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp17.950 Pagi Ini

June 25, 2026
Volatilitas Masih Tinggi, IHSG Sempat Dibuka Turun Sebelum Naik 0,35%

Volatilitas Masih Tinggi, IHSG Sempat Dibuka Turun Sebelum Naik 0,35%

June 25, 2026
Bali Bakal Punya 3 International Financial Center

Bali Bakal Punya 3 International Financial Center

June 25, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, June 25, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Jantung Investor Agak Tenang Sedikit, Ini Penyebab IHSG Naik 1%

2 hours ago
in Lifestyle
Jantung Investor Agak Tenang Sedikit, Ini Penyebab IHSG Naik 1%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Investor saham di Tanah Air pagi ini bernafas lega. Setelah kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 3,56%, pagi ini IHSG menguat dengan seluruh sektor berada di zona hijau. 

IHSG sempat dibuka di zona merah sebelum akhirnya melaju kencang dan naik hingga 1% lebih. Tercatat mayoritas saham atau 463 emiten naik, 153 turun, dan 343 stagnan. 

Nilai transaksi pun terbilang ramai, yakni Rp 3,02 triliun, melibatkan 5,13 miliar saham dalam 400.300 kali transaksi. Kapitalisasi pasar masih berkutat di bawah Rp 11.000 triliun atau tepatnya Rp 10.426 triliun. 

Berdasarkan data Refinitiv , penguatan IHSG berlangsung secara luas, dengan seluruh sektor berada di zona hijau. Sektor energi 1,57%, teknologi 1,19%, dan consumer non-cyclicals 1,15%.

Dari sisi kontributor indeks, saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor utama penguatan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 7,02 poin terhadap IHSG.

Selanjutnya disusul PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) 5,83 poin, PT Astra International Tbk (ASII) 4,79 poin, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 4,78 poin, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 4,70 poin. Dukungan juga datang dari SMMA, BYAN, TLKM, DSSA, dan BMRI.

Sementara itu, penahan laju kenaikan indeks relatif terbatas. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif 1,21 poin, diikuti PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) -1,13 poin, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) -0,79 poin, PT Bank Mega Tbk (MEGA) -0,44 poin, serta PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) -0,37 poin.

Adapun memasuki perdagangan Kamis (25/6/2026), pergerakan IHSG diperkirakan masih dipengaruhi sentimen hasil review MSCI yang mempertahankan Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market.

Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi keluarnya dana asing secara besar-besaran apabila status Indonesia diturunkan menjadi Frontier Market. Meski demikian, MSCI masih memberikan catatan terkait transparansi kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta efektivitas implementasi reformasi pasar modal yang akan kembali dievaluasi pada November 2026.

Dari domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah menilai keputusan MSCI mencerminkan masih kuatnya kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan Indonesia. OJK menegaskan akan melanjutkan reformasi untuk memperkuat integritas dan transparansi pasar, sementara pemerintah menilai evaluasi lanjutan MSCI merupakan proses yang wajar.

Di sisi eksternal, perhatian investor beralih ke rilis inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang menjadi acuan utama The Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Jika inflasi PCE kembali menunjukkan kenaikan, ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer) berpotensi menguat, mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury, sehingga dapat memicu tekanan terhadap aset berisiko termasuk IHSG dan rupiah.

Selain itu, pasar juga menunggu data klaim pengangguran mingguan AS untuk membaca kondisi terbaru pasar tenaga kerja. Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang tetap solid berpotensi memperkuat pandangan bahwa The Fed belum memiliki ruang untuk segera memangkas suku bunga.

Di tengah sentimen tersebut, indeks dolar AS yang telah menembus level 101,609 menjadi faktor yang masih membatasi ruang penguatan rupiah dan pasar saham domestik, seiring meningkatnya tekanan terhadap arus modal ke negara berkembang.

Merujuk data Refinitiv, rupiah harus rela parkir di zona merah setelah ditutup melemah 0,50% ke level Rp17.925/US$ kemarin, Rabu (25/6/2026). Dengan posisi tersebut, mata uang Garuda belum mampu keluar dari tekanan dan sudah melemah selama empat hari perdagangan beruntun.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Airlangga Beberkan Strategi RI Jaga Status Emerging Market di MSCI

Airlangga Beberkan Strategi RI Jaga Status Emerging Market di MSCI

June 25, 2026
Bergerak Gak Wajar, Saham HOMI dan PTPW Dipantau Ketat Bursa

Bergerak Gak Wajar, Saham HOMI dan PTPW Dipantau Ketat Bursa

June 25, 2026
Emiten Prajogo Chandra Asri (TPIA) Terbitkan Obligasi Rp6 Triliun

Emiten Prajogo Chandra Asri (TPIA) Terbitkan Obligasi Rp6 Triliun

June 25, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .