• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Jurus Habibie Sukses Turunkan Dolar dari Rp 16.000 ke Rp 6.550

Jurus Habibie Sukses Turunkan Dolar dari Rp 16.000 ke Rp 6.550

May 17, 2026
Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

May 17, 2026
Canda Prabowo Soal Dolar, Sebut Purbaya hingga Titiek Soeharto

Canda Prabowo Soal Dolar, Sebut Purbaya hingga Titiek Soeharto

May 17, 2026
Ekonom Ungkap Nasib Rupiah Jika Perang Sampai Akhir Tahun 2026

Ekonom Ungkap Nasib Rupiah Jika Perang Sampai Akhir Tahun 2026

May 17, 2026
Digitalisasi Masif! OJK Buka-bukaan Nasib Karyawan Bank

Digitalisasi Masif! OJK Buka-bukaan Nasib Karyawan Bank

May 17, 2026
Video; Dihantam Isu MSCI & Perang, Saham Sektor Mana Yang Bisa Cuan?

Video; Dihantam Isu MSCI & Perang, Saham Sektor Mana Yang Bisa Cuan?

May 17, 2026
Kisah Rakesh Jhunjhunwala, Sukses Ubah Rp975 Ribu Jadi Rp94 Triliun

Kisah Rakesh Jhunjhunwala, Sukses Ubah Rp975 Ribu Jadi Rp94 Triliun

May 17, 2026
Dosen Matematika Jadi Kaya Raya Usai Praktekan Ilmunya di Investasi

Dosen Matematika Jadi Kaya Raya Usai Praktekan Ilmunya di Investasi

May 17, 2026
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru, Berlaku 17 Mei 2026

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru, Berlaku 17 Mei 2026

May 17, 2026
Benarkah Tuyul Tak Bisa Curi Uang di Bank? Ini Penjelasannya

Benarkah Tuyul Tak Bisa Curi Uang di Bank? Ini Penjelasannya

May 16, 2026
Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI

Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI

May 16, 2026
Dulu Calo Tiket di Bandara, Sosok Ini Sekarang Pemilik Lion Air

Dulu Calo Tiket di Bandara, Sosok Ini Sekarang Pemilik Lion Air

May 16, 2026
Ada Peran Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

Ada Peran Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di RI

May 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, May 17, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Jurus Habibie Sukses Turunkan Dolar dari Rp 16.000 ke Rp 6.550

36 minutes ago
in News
Jurus Habibie Sukses Turunkan Dolar dari Rp 16.000 ke Rp 6.550
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Pergerakan kurs rupiah kembali menjadi sorotan publik setelah nilainya terus menjauh dari asumsi pemerintah dalam target nilai tukar 2026 sebesar Rp16.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda ditutup melemah di posisi Rp17.460 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026.

Situasi tersebut mengingatkan pada krisis ekonomi 1998, ketika dolar AS sempat menembus kisaran Rp16.800. Bahkan pada masa itu tekanan yang terjadi jauh lebih berat karena lonjakan kurs berlangsung sangat cepat dan kemudian menjalar menjadi gejolak politik nasional.

Krisis tersebut pada akhirnya mengakhiri lebih dari tiga dekade pemerintahan Presiden Soeharto. Meski terjadi pergantian kepemimpinan ke B. J. Habibie, pelaku pasar saat itu belum langsung percaya kondisi ekonomi bisa segera pulih karena muncul keraguan terhadap kemampuan pemerintah baru dalam menangani krisis.

Dia bukan ekonom, hanya teknokrat pembuat pesawat yang dianggap kritikus Orde Baru sebagai kebijakan buang-buang uang. Apalagi, saat itu dia juga masih dianggap bagian dari rezim Orde Baru. Bahkan, Presiden Singapura Lee Kuan Yew juga menganggap naiknya Habibie jadi orang nomor satu bisa membuat rupiah makin tak berdaya.

Namun, itu semua salah. Habibie faktanya berhasil menaklukan dolar lewat 3 cara ini:

1. Restrukturisasi perbankan

Sebagai catatan, pada masa Orde Baru pendirian bank dipermudah oleh pemerintah berkat kebijakan Paket Oktober 1988. Sayang, kemudahan pendirian bank ini tak dibarengi oleh kemampuan perbankan yang baik. Alhasil, saat terjadi krisis, banyak bank-bank bertumbangan. Nasabah lantas melakukan penarikan dana besar-besaran.

Permasalahan ini jadi fokus utama. Habibie melakukan restrukturisasi perbankan seraya berharap Bank Indonesia makin kuat. Salah satu caranya mencabut aturan tersebut dan mempraktikan langsung pada bank pemerintah. Empat bank milik pemerintah digabung menjadi satu bank bernama Bank Mandiri.

Selain itu, dia juga memisahkan BI dari pemerintah lewat UU No.23 tahun 1999. Dalam otobiografinya, B.J. Habibie: Detik-detik yang Menentukan (2006), Habibie bilang kebijakan itu jadi langkah terbaik menguatkan rupiah. BI harus independen, objektif, dan bebas dari intervensi politik.

2. Kebijakan moneter ketat

Kebijakan moneter Habibie mengatasi krisis melalui penerbitan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). SBI diterbitkan dengan bunga tinggi dengan tujuan agar bank-bank kembali dipercaya masyarakat. Jika ini terjadi, maka masyarakat akan kembali menabung, sehingga menurunkan peredaran uang di masyarakat.

Pria berdarah Sulawesi itu mengklaim kalau cara ini sukses. Berkat SBI, suku bunga dari 60% turun menjadi belasan persen. Kepercayaan terhadap bank pun kembali meningkat.

3. Pengendalian harga bahan pokok.

Habibie menganggap kebutuhan bahan pokok jadi hal vital. Alhasil, dia mempertahankan harga listrik dan BBM subsidi agar tidak naik, sehingga harga bahan pokok tetap terjangkau di tengah krisis.

Pada sisi lain, kebijakan ini juga menuai kontroversi sebab Habibie mengeluarkan pernyataan nyelenah. Dalam salah satu pidatonya, dia pernah meminta rakyat berpuasa di kala krisis supaya lebih hemat.

“Ketika terjadi masa krisis saat B.J. Habibie diangkat menjadi presiden, ia menganjurkan rakyat melakukan puasa Senin-Kamis,” kata A. Makmur Makka saat menulis buku biografi Habibie, Inspirasi Habibie (2020).

Pada akhirnya, ketiga cara tersebut sukses membuat kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia meningkat. Aliran dana investor kembali masuk. Dan yang terpenting dolar AS kembali menguat dan terkendali ke level Rp6.550.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Jurus Habibie Sukses Turunkan Dolar dari Rp 16.000 ke Rp 6.550

Jurus Habibie Sukses Turunkan Dolar dari Rp 16.000 ke Rp 6.550

May 17, 2026
Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

May 17, 2026
Canda Prabowo Soal Dolar, Sebut Purbaya hingga Titiek Soeharto

Canda Prabowo Soal Dolar, Sebut Purbaya hingga Titiek Soeharto

May 17, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .