• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kami 2 Hari Diskusi Ketat Sekali

Kami 2 Hari Diskusi Ketat Sekali

October 21, 2026
MSCI Ancam Turunkan Status RI, OJK: Perbaikan Sudah Sejak Januari

MSCI Ancam Turunkan Status RI, OJK: Perbaikan Sudah Sejak Januari

October 21, 2026
Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

October 21, 2026
Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

October 21, 2026
Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

October 21, 2026
OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

October 21, 2026
GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

October 21, 2026
OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

October 21, 2026
Membaca MSCI dengan Kepala Dingin

Membaca MSCI dengan Kepala Dingin

October 21, 2026
Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%

Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%

October 21, 2026
OJK & BEI Kumpulkan Investor Institusi Usai Pengumuman MSCI, Bahas Ini

OJK & BEI Kumpulkan Investor Institusi Usai Pengumuman MSCI, Bahas Ini

October 21, 2026
WIFI Angkat Komut dan Dirut Baru, Fadel Muhammad Gantikan Hashim

WIFI Angkat Komut dan Dirut Baru, Fadel Muhammad Gantikan Hashim

October 21, 2026
Meleset dari Ramalan Pasar! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

Meleset dari Ramalan Pasar! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

October 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, October 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Kami 2 Hari Diskusi Ketat Sekali

15 hours ago
in News
Kami 2 Hari Diskusi Ketat Sekali
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) menggelar diskusi intensif selama dua hari di tingkat Dewan Gubernur untuk merespons perkembangan asesmen Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia yang turut diikuti tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, bank sentral terus memantau pergerakan pasar keuangan domestik, terutama arus modal asing atau capital outflow setelah perkembangan terkait MSCI.

Meski rupiah mengalami tekanan, BI menilai kondisi tersebut masih relatif normal di tengah situasi pasar regional yang juga kurang kondusif.

“Kami melihat bahwa tekanan masih relatif normal karena regional tidak baik. Kami waspadai di capital market kita, kami monitor outflow sepanjang pergerakan yang terjadi setelah MSCI. Kami dua hari diskusi tight sekali menyikapi ini,” ujar Destry.

Destry menjelaskan, hasil pembahasan intensif tersebut menjadi bagian dari upaya BI merumuskan respons kebijakan yang lebih terarah atau targeted. Fokusnya adalah mendorong arus modal yang keluar agar kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Menurutnya, stabilitas pasar keuangan menjadi prioritas BI di tengah dinamika yang terjadi. Namun, bank sentral juga tetap mempertimbangkan momentum pertumbuhan ekonomi agar dapat terus terjaga.

“Concern stabilitas prioritas kami. Fokus kami adalah mendatangkan inflow kembali,” tegasnya.

Untuk mengembalikan arus modal asing, BI berupaya mengoptimalkan berbagai insentif bagi investor yang menanamkan dana pada aset keuangan domestik. Investasi yang menjadi sasaran antara lain Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta pendanaan dalam bentuk pinjaman.

Salah satu instrumen yang dioptimalkan adalah insentif transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), yang dapat mengurangi biaya lindung nilai atau hedging investor hingga 45%.

Destry menjelaskan, insentif tersebut telah diberlakukan sejak Juni hingga Oktober. BI berharap penguatan insentif dapat meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia bagi investor, sehingga arus modal masuk kembali menguat.

Menurutnya, penyesuaian harga atau repricing pada aset keuangan domestik, khususnya SBN, dapat menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing imbal hasil aset Indonesia dibandingkan aset berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS).

Kondisi tersebut diharapkan semakin menarik bagi investor dengan adanya insentif biaya lindung nilai yang diberikan BI.

“Harapan bahwa pasar domestik kita terjadi repricing di SBN, kemudian ditambah insentif diperbesar, akan membuat spread aset domestik dengan USD menjadi menarik. Kami fokus dan targeted mendatangkan inflow,” jelasnya.

BI berharap kombinasi penyesuaian harga aset dan insentif tersebut dapat membantu menarik kembali modal asing sekaligus menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
MSCI Ancam Turunkan Status RI, OJK: Perbaikan Sudah Sejak Januari

MSCI Ancam Turunkan Status RI, OJK: Perbaikan Sudah Sejak Januari

October 21, 2026
Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

October 21, 2026
Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

October 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .