• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kisah Tragis Taipan Minyak dari Sukses Besar hingga Bangkrut

Kisah Tragis Taipan Minyak dari Sukses Besar hingga Bangkrut

July 21, 2025
Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

July 18, 2026
Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

July 18, 2026
Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

July 18, 2026
Terbaru, Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026

Terbaru, Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026

July 18, 2026
Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?

Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?

July 17, 2026
DPR, BI & OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!

DPR, BI & OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!

July 17, 2026
Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar

Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar

July 17, 2026
DJP Mulai Bidik Wajib Pajak Baru, Sisir Data Rekening-Plat Nomor

DJP Mulai Bidik Wajib Pajak Baru, Sisir Data Rekening-Plat Nomor

July 17, 2026
Usai BI Batasi Beli Dolar US.000, Begini Kondisi di Money Changer

Usai BI Batasi Beli Dolar US$10.000, Begini Kondisi di Money Changer

July 17, 2026
IHSG Lawan Arus! Naik 1,1% Saat Bursa Asia Kebakaran

IHSG Lawan Arus! Naik 1,1% Saat Bursa Asia Kebakaran

July 17, 2026
BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Beri Bukti Ini

BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Beri Bukti Ini

July 17, 2026
IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

July 17, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, July 18, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Kisah Tragis Taipan Minyak dari Sukses Besar hingga Bangkrut

12 months ago
in Market
Kisah Tragis Taipan Minyak dari Sukses Besar hingga Bangkrut
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kekayaan yang telah dikumpulkan bisa saja hilang jika seorang mengalami masalah. Seperti yang dialami oleh pendiri perusahaan perdagangan minyak asal Singapura, Lim Oon Kuin atau yang dikenal sebagai O.K. Lim dijatuhi hukuman pada 18 November 2024 silam.

Lim menjadi tersangka dalam salah satu skandal penipuan paling besar di Singapura. Akibat skandal tersebut, raksasa perbankan HSBC harus merugi lantaran kehilangan jutaan dolar Amerika Serikat (AS).

Lim Oon Kuin sebenarnya telah diseret ke jalur hukum sejak Mei 2024 karena sudah merusak reputasi Singapura sebagai salah satu pusat perdagangan minyak terkemuka di Asia.

Lim memiliki perusahaan bernama Hin Leong Trading. Perusahaan ini merupakan salah satu raksasa perdagangan minyak terbesar di Asia, sebelum akhirnya tumbang pada 2020 silam.

Merujuk laporan AFP, terdapat 130 tuntutan pidana yang menjerat Lim Oon Kuin dengan melibatkan dana ratusan juta dollar AS. Walau begitu, jaksa penuntut hanya menghukum Lim atas tiga tuntutan saja. Dua tuntutan terkait penipuan terhadap HSBC dan satu tuntutan karena mendorong seorang eksekutif Hin Leong Trading untuk memalsukan dokumen.

“Dia menipu HSBC agar mencairkan hampir US$ 112 juta (sekitar Rp 1,7 triliun) dengan memberi tahu bank bahwa perusahaannya telah menandatangani kontrak penjualan minyak dengan dua perusahaan,” kata jaksa penuntut umum, dikutip Senin (21/7).

Jaksa penuntut umum juga menyatakan, transaksi tersebut merupakan rekayasa yang dibuat atas arahan terdakwa yaitu Lim.

“Kasus ini mencoreng reputasi Singapura yang diperoleh dengan susah payah sebagai pusat perdagangan minyak terkemuka di Asia,” imbuh sang jaksa.

Lantas, bagaimana skandal ini bermula?

Sebagai informasi, Hin Leong Trading mulai beroperasi sejak 1965. Perusahaan ini tumbuh menjadi pemasok utama bahan bakar yang digunakan oleh kapal. Bisnis Hin Leong Trading tumbuh sejalan dengan transformasi signifikan Singapura dari sebuah negara pelabuhan yang tertinggal menjadi pusat keuangan global yang maju.

Hin Leong Trading berperan penting dalam membantu Singapura menjadi pusat pelabuhan pengisian bahan bakar kapal teratas di dunia. Hin Leong Trading pun berkembang menjadi perusahaan penyewaan dan pengelolaan kapal terkemuka, di mana anak perusahaannya telah memiliki armada lebih dari 150 kapal.

Namun, masalah besar muncul ketika pandemi Covid-19 yang kemudian menjerumuskan pasar minyak bumi ke dalam kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di periode inilah masalah keuangan di Hin Leong Trading mulai terungkap ke publik. Lim Oon Kuin mencoba mencari perlindungan pengadilan dari para kreditor.

Dalam sebuah pernyataan tertulis tahun 2020, Lim mengungkapkan bahwa Hin Leong Trading sebenarnya tidak mampu menghasilkan laba dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini cukup mengejutkan, mengingat perusahaan tersebut melaporkan neraca keuangan yang sehat pada tahun 2019.

Lim mengakui, perusahaan yang ia dirikan setelah beremigrasi dari China daratan ini telah menyembunyikan kerugian sebesar US$ 800 juta selama bertahun-tahun. Lebih parah lagi, Hin Leong Trading juga berutang hampir US$ 4 miliar kepada bank.

Lim Oon Kuin pun bertanggung jawab atas perintah untuk tidak melaporkan kerugian Hin Leong Trading. Ia mengakui telah menjual persediaan yang dimiliki perusahaan yang mana hal itu seharusnya digunakan untuk mendukung pinjaman.

Berdasarkan laporan Forbes, Hin Leong Trading telah mengajukan perlindungan kebangkrutan pada bulan April 2020, sehingga membuat kekayaan bersih perusahaan berada di bawah US$ 1 miliar. Lim juga mengungkapkan bahwa Hin Leong Trading mengalami kerugian sebesar US$800 juta yang sebelumnya tidak diumumkan secara resmi ke publik.

Sebagai catatan, Lim mendirikan Hin Leong Trading pada tahun 1963 saat dia berusia 20 tahun. Awalnya, perusahaan ini bergerak dengan modal berupa sebuah truk yang mengantarkan solar ke para nelayan dan produsen listrik kecil di pedesaan.

Anak perusahaan Hin Leong Trading, yakni Ocean Tankers, memiliki armada lebih dari 130 kapal tanker dan dijalankan oleh putra Lim, Evan. Selain itu, Lim juga memiliki unit penyimpanan minyak Universal Terminal dengan PetroChina.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Diduga Ada Fraud Rp 1,2 T, Bank Woori Saudara Buka Suara




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

July 18, 2026
Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

July 18, 2026
Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

July 18, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .