• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kronologi Investor Boncos Habis-habisan, Aset Rp810 Triliun Berantakan

Kronologi Investor Boncos Habis-habisan, Aset Rp810 Triliun Berantakan

August 2, 2026
Daftar Terbaru Orang Terkaya di Dunia, Ada Kejutan?

Daftar Terbaru Orang Terkaya di Dunia, Ada Kejutan?

August 2, 2026
AS-Jepang Bersatu Selamatkan Yen dari Jurang Maut, Intervensi Dimulai

AS-Jepang Bersatu Selamatkan Yen dari Jurang Maut, Intervensi Dimulai

August 2, 2026
Investor Pantau Pengganti Perry Warjiyo, Apa Efeknya ke Rupiah?

Investor Pantau Pengganti Perry Warjiyo, Apa Efeknya ke Rupiah?

August 2, 2026
Menkeu AS Terciduk Siapkan Rencana Borong Yen Jepang Rp180 Triliun

Menkeu AS Terciduk Siapkan Rencana Borong Yen Jepang Rp180 Triliun

August 2, 2026
Daftar Pecahan Uang Rupiah yang Dicabut BI dan Tata Cara Penukarannya

Daftar Pecahan Uang Rupiah yang Dicabut BI dan Tata Cara Penukarannya

August 1, 2026
Adopsi Alat Berat EV, Kontraktor Tambang Minta Keringanan Pajak

Adopsi Alat Berat EV, Kontraktor Tambang Minta Keringanan Pajak

August 1, 2026
Pendapatan & Laba Telkom Tumbuh Kuat

Pendapatan & Laba Telkom Tumbuh Kuat

August 1, 2026
Modal Numpuk Gaji, Sosok Ini Jadi Tuan Tanah-Kuasai 1.400 Ha Lahan

Modal Numpuk Gaji, Sosok Ini Jadi Tuan Tanah-Kuasai 1.400 Ha Lahan

August 1, 2026
Jurus MI Berburu Imbal Hasil Terbaik di Tengah Sentimen Negatif

Jurus MI Berburu Imbal Hasil Terbaik di Tengah Sentimen Negatif

August 1, 2026
Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi Hingga Jadi Konglomerat RI

Cerita Salim Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi Hingga Jadi Konglomerat RI

August 1, 2026
Komplek Gelora Bung Karno dan Kemayoran Setor Kas Negara Segini

Komplek Gelora Bung Karno dan Kemayoran Setor Kas Negara Segini

August 1, 2026
Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Tambah Ramai, Operator Ini Cuan

Lalu Lintas Tol BSD dan Makassar Tambah Ramai, Operator Ini Cuan

August 1, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, August 2, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Kronologi Investor Boncos Habis-habisan, Aset Rp810 Triliun Berantakan

7 hours ago
in Lifestyle
Kronologi Investor Boncos Habis-habisan, Aset Rp810 Triliun Berantakan
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Hedge fund milik mantan peneliti OpenAI, Leopold Aschenbrenner, dilaporkan mengalami kerugian besar setelah strategi investasinya di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berbalik menjadi bumerang. Dana yang sempat mengelola aset hingga US$45 miliar atau sekitar Rp810 triliun itu kini terpaksa melepas seluruh portofolio saham publiknya.

Kondisi tersebut dipicu anjloknya saham-saham infrastruktur AI yang menjadi andalan investasinya. Di saat bersamaan, taruhan bahwa saham perusahaan perangkat lunak akan turun justru meleset sehingga memperparah kerugian yang dialami hedge fund Situational Awareness.

Tekanan semakin besar setelah perusahaan menghadapi margin call dari para krediturnya. Sejumlah bank investasi kini membantu menjual aset perusahaan, sementara hedge fund Citadel milik miliarder Ken Griffin dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi seluruh portofolio saham publik Situational Awareness.

Melansir CNBC International, Minggu (2/8/2026), sejumlah sumber yang mengetahui persoalan ini bilang, bank dan broker yang menjadi mitra Situational Awareness kini berusaha mengumpulkan dana tunai agar hedge fund tersebut bisa memenuhi margin call, yaitu kewajiban menambah dana jaminan ketika nilai investasi yang dibiayai dengan pinjaman turun drastis.

Di tengah tekanan tersebut, hedge fund Citadel milik miliarder Ken Griffin, dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk membeli seluruh portofolio saham publik milik Situational Awareness.

Jatuhnya Saham SK Hynix

Salah satu penyebab kerugian adalah jatuhnya harga saham sejumlah perusahaan yang selama ini menjadi andalan dana tersebut, termasuk produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix.

Pada saat yang sama, posisi investasi yang dipasang untuk mendapat keuntungan dari penurunan saham perusahaan perangkat lunak seperti Adobe justru merugi karena harga sahamnya naik.

Menurut sumber CNBC, Situational Awareness sempat mengelola aset hingga US$45 miliar (sekitar Rp810 triliun/asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS) pada awal Juli. Namun dalam hitungan beberapa pekan, nilai investasinya menyusut tajam.

Beberapa bank investasi besar seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase kini membantu perusahaan tersebut mengurangi kepemilikan investasinya secara bertahap agar penjualan aset tidak semakin menekan harga pasar.

Situasi masih terus berkembang. Belum diketahui apakah penjualan aset tersebut cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban margin call yang dihadapi perusahaan.

Situational Awareness juga sempat dikabarkan menjajaki penjualan kepemilikannya di perusahaan AI Anthropic. Namun, juru bicara perusahaan membantah bahwa saham tersebut sedang dipasarkan.

Taruhan yang Jadi Bumerang

Aschenbrenner menjadi salah satu sosok yang paling diperhatikan di dunia investasi AI setelah keluar dari OpenAI pada 2024. Ia meyakini perkembangan AI akan memicu lonjakan permintaan terhadap chip, semikonduktor, pusat data (data center), dan pasokan listrik sehingga sektor-sektor tersebut akan menjadi ladang investasi besar.

Strategi itu sempat menghasilkan keuntungan fantastis. Ini membuat Situational Awareness berkembang sangat cepat.

Berdasarkan dokumen regulator pada akhir kuartal I, investasi terbesar hedge fund tersebut berada di Nebius Group, Sandisk, Micron, dan CoreWeave. Namun sepanjang bulan ini, seluruh saham tersebut telah anjlok lebih dari 35%.

Siapa Aschenbrenner?

Aschenbrenner yang kini berusia 25 tahun merupakan lulusan terbaik Universitas Columbia. Pada usia 19 tahun sebelum bergabung dengan tim Superalignment OpenAI.

Ia dipecat dari OpenAI pada 2024 karena dituduh membocorkan informasi internal perusahaan. Aschenbrenner membantah tuduhan tersebut dan mengatakan dokumen yang dibagikannya kepada peneliti luar bukanlah informasi rahasia, melainkan bahan diskusi mengenai keamanan pengembangan AI.

Hingga kini belum diketahui berapa besar kerugian yang dialami Situational Awareness maupun berapa dana yang dibutuhkan untuk menstabilkan kondisi keuangannya. Namun, gejolak ini menjadi ujian terbesar bagi strategi investasi AI yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu kisah sukses paling spektakuler di Wall Street.

 

(luc/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Daftar Terbaru Orang Terkaya di Dunia, Ada Kejutan?

Daftar Terbaru Orang Terkaya di Dunia, Ada Kejutan?

August 2, 2026
AS-Jepang Bersatu Selamatkan Yen dari Jurang Maut, Intervensi Dimulai

AS-Jepang Bersatu Selamatkan Yen dari Jurang Maut, Intervensi Dimulai

August 2, 2026
Investor Pantau Pengganti Perry Warjiyo, Apa Efeknya ke Rupiah?

Investor Pantau Pengganti Perry Warjiyo, Apa Efeknya ke Rupiah?

August 2, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .