
Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten tambang pelat merah PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat laba hingga kuartal III tahun ini mencapai Rp 9,6 triliun. Capaian tersebut naik 46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp6,61 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pertumbuhan ini ditopang kenaikan di hampir semua lini profitabilitas. Dari sisi pendapatan, penjualan bersih ANTAM pada 9M26 tercatat Rp88,48 triliun, tumbuh 23% dari Rp72,03 triliun pada kuartal III tahun lalu. Pasar domestik menjadi tulang punggung dengan kontribusi Rp83,86 triliun atau sekitar 95% dari total penjualan bersih, naik 21% secara tahunan.
Laba kotor ANTAM naik 42% menjadi Rp15,56 triliun dari Rp10,98 triliun, sementara laba usaha tumbuh 53% menjadi Rp12,05 triliun dari Rp7,89 triliun.
Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp13,48 triliun, naik 45% dari Rp9,33 triliun dari periode yang sama tahun 2025. Kontribusi entitas asosiasi juga melonjak 115% menjadi Rp300,58 miliar dari Rp140,03 miliar.
Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto mengatakan capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri pertambangan.
“Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Komoditas emas masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 77% terhadap total penjualan. Penjualan emas naik 17% menjadi Rp68,41 triliun dari Rp58,67 triliun. Volume penjualan emas mencapai 25.217 kg (810.745 troy oz), sedangkan produksi emas dari tambang perusahaan tercatat 634 kg (20.384 troy oz).
Segmen nikel, yakni feronikel dan bijih nikel, menyumbang 19% terhadap total penjualan. Pendapatan segmen ini melonjak 52% menjadi Rp16,98 triliun dari Rp11,15 triliun. Produksi bijih nikel mencapai 12,16 juta wet metric ton (wmt), dengan penjualan 10,73 juta wmt. Produksi feronikel tercatat 11.638 ton nikel dalam feronikel (TNi), sementara penjualannya naik 71% menjadi 13.971 TNi dari 8.182 TNi pada 9M25.
Sementara segmen bauksit dan alumina berkontribusi 3% terhadap total penjualan dengan nilai Rp2,64 triliun, naik 35% dari Rp1,95 triliun. Produksi bauksit mencapai 2 juta wmt, dengan penjualan tumbuh 49% menjadi 1,64 juta wmt dari 1,10 juta wmt. Untuk alumina (chemical grade alumina), produksi naik 14% menjadi 153.399 ton dari 134.224 ton, dan penjualan naik 9% menjadi 146.642 ton dari 134.768 ton.
Dari sisi neraca, total aset ANTAM per kuartal III tahun ini mencapai Rp59,74 triliun, naik 24% dari Rp48,07 triliun pada kuartal III 2025. Ekuitas perusahaan naik 17% menjadi Rp41,22 triliun dari Rp35,20 triliun.
Posisi likuiditas tetap kuat, dengan kas dan setara kas Rp10,54 triliun, tumbuh 14% dari Rp9,26 triliun. Arus kas bersih dari aktivitas operasi naik 26% menjadi Rp5,06 triliun dari Rp4,02 triliun, didukung penerimaan kas dari pelanggan Rp87,92 triliun yang meningkat 29% dari Rp68,24 triliun.
(rob/rob)

















