
Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Dewan Komisioner Anggito Abimanyu menegaskan kondisi perbankan Tanah Air tetap baik hingga bulan ini. Hal ini didasari oleh indikator secara agregat, baik simpanan hingga pertumbuhan kredit.
“Pertumbuhan dari deposito juga cukup secara agregat kan 13%, deposito 10% maaf, kredit 13%. CAR-nya (Rasio Kecukupan Modal) masih sekitar 23%, NPL-nya di bawah 2%. Jadi itu adalah kondisi secara agregat perbankan kita masih baik, masih lancar dan juga masih aman,” tegasnya selepas Sarasehan 100 Ekonom, Kamis (3/9/2026).
Adapun, jika diukur secara harian pada tahun ini, Anggito mengatakan kondisinya masih lebih baik dari tahun lalu.
Mengenai isu special rate atau bunga khusus dalam depostio, Anggito mengaku praktik tersebut sudah berkurang. Menurutnya, praktik penawaran special rate tidak bisa segera hilang. Pasalnya, nasabah sudah memiliki kontrak simpanan. Dia berharap praktik pemberian special rate bisa hilang tahun depan.
“Kalau yang baru-baru, yang baru ya, kalau yang kontrak kan udah nggak bisa ya, yang baru kita tetap meminta untuk mengikuti tingkat bunga penjaminan ya. Tapi sekarang belum ya, jadi mudah-mudahan 2027,” katanya.
Sejalan dengan Menteri Keuangan, Anggito berharap praktik pemberian bunga khusus bisa hilang di lembaga-lembaga keuangan (special mission vehicle) di bawah Kementerian Keuangan.
“Kalau saya lihat statement-nya Pak Menteri Keuangan misalnya mengatakan minimal yang perusahaan SMV dulu, Special Mission Vehicle, BUMN di bawah Kementerian Keuangan akan mengikuti tingkat bunga penjaminan LPS. Nah itu saya kira sign yang bagus,” ujarnya.
Dia berharap perbankan, swasta, Himbara hingga BPR dan apapun jenis simpanannya bisa mengikuti tingkat bunga penjaminan yang diberikan LPS. Anggito mengimbau agar deposan besar agar tidak meminta kepada perbankan suku bunga khusus.
” Tapi saya paham ya kalau yang sudah terjadi nggak bisa kan, tapi yang baru-baru nanti mudah-mudahan tahun 2027 itu sudah mulai bisa (hilang),” katanya.
(haa/haa)


















