• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Mengapa APBN RI Defisit? Anak Buah Purbaya Beri Penjelasan Ini

Mengapa APBN RI Defisit? Anak Buah Purbaya Beri Penjelasan Ini

May 23, 2026
Sejumlah Tokoh Penting Ramaikan Jogja Financial Festival 2026

Sejumlah Tokoh Penting Ramaikan Jogja Financial Festival 2026

May 23, 2026
Manuver BI Pasca Suku Bunga Naik: Bank Diperkuat, Kredit Dijaga

Manuver BI Pasca Suku Bunga Naik: Bank Diperkuat, Kredit Dijaga

May 23, 2026
Seru! CT dan Bos BRI Bagi-Bagi Tips Usaha di Jogja FinFest 2026

Seru! CT dan Bos BRI Bagi-Bagi Tips Usaha di Jogja FinFest 2026

May 23, 2026
Hery Gunardi Akui Jadi Bankir Cita-Citanya Sejak Kecil

Hery Gunardi Akui Jadi Bankir Cita-Citanya Sejak Kecil

May 23, 2026
Hery Gunardi Akui Bankir Cita-Citanya Sejak Kecil

Hery Gunardi Akui Bankir Cita-Citanya Sejak Kecil

May 23, 2026
RI Tergantung Alkes Impor, PR Modernisasi Alkes RI Saat Perang

RI Tergantung Alkes Impor, PR Modernisasi Alkes RI Saat Perang

May 23, 2026
Why I Left Australia: Foreigners Now Get Better Tax Treatment Than Australians

Why I Left Australia: Foreigners Now Get Better Tax Treatment Than Australians

May 23, 2026
Cerita Bos BRI yang Sukses Jadi Tokoh Kunci Merger Bank Besar

Cerita Bos BRI yang Sukses Jadi Tokoh Kunci Merger Bank Besar

May 23, 2026
Malaysia Mau Beli 500 Ton Beras RI, Tawar Rp16.000/Kg

Malaysia Mau Beli 500 Ton Beras RI, Tawar Rp16.000/Kg

May 23, 2026
Panel Diskusi The Bankers di Jogja Financial Festival 2026

Panel Diskusi The Bankers di Jogja Financial Festival 2026

May 23, 2026
Dony Oskaria Target Keuntungan BUMN RI Rp 450 T pada 2029

Dony Oskaria Target Keuntungan BUMN RI Rp 450 T pada 2029

May 23, 2026
Keseruan Business Talks Day 2 Jogja Financial Festival 2026

Keseruan Business Talks Day 2 Jogja Financial Festival 2026

May 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, May 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Mengapa APBN RI Defisit? Anak Buah Purbaya Beri Penjelasan Ini

9 hours ago
in ENTREPRENEUR
Mengapa APBN RI Defisit? Anak Buah Purbaya Beri Penjelasan Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto memaparkan mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berada di posisi defisit dan kaitannya dengan penerbitan surat utang negara.

Hal ini dijelaskannya kepada pelajar, mahasiswa dan yang hadir di gelaran hari kedua, Jogja Financial Festival 2026, Sabtu (23/6/2026).

“Jadi saya akan berangkat dari pemahaman APBN sedikit…APBN adalah salah satu instrumen penting untuk pembangunan. Kita ingin semua mesin pertumbuhan itu bekerja dengan baik, untuk menopang pembangunan,” kata Suminto.

Adapun pembangunan dan pertumbuhan ekonomi diperlukan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Indonesia dan mesinnya adalah APBN. Agar tercapai pertumbuhan yang tinggi, maka mesin fiskal, yakni APBN harus maksimal.

Di samping itu, mesin swasta juga harus maksimal untuk menopang pertumbuhan. Untuk itu, sektor keuangan menjadi poin penting dalam aktivitas perekonomian.

“Sektor keuangan menjadi darah dari aktivitas perekonomian. Sektor keuangan mendukung fiskal maupun mendukung riil sektor sebagai engine pembangunan yang penting,” katanya.

Adapun, Suminto mengatakan untuk memaksimalkan peran APBN bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, fiskal perlu ekspansif. Fiskal yang ekspansif ini menimbulkan risiko, APBN defisit.

“APBN perlu ekspansif, artinya pemerintah perlu belanja lebih besar untuk membiayai pembangunan. Nah, untuk belanja yang lebih besar, untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan, maka APBN kita desain defisit,” paparnya.

“Defisit itu adalah cara kita mengelola APBN yang ekspansif, untuk dapat tumbuh lebih cepat, membangun lebih cepat,” tambahnya.

Dengan APBN yang didesain defisit ini, maka pemerintah harus melakukan utang. Suminto menjelaskan di masa lalu, karena banyak negara belum bisa mengakses pasar, maka utang dilakukan dengan menarik fasilitas di multilateral development bank, seperti Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), Islamic Development Bank, dan lainnya.

Dengan perkembangan terkini, banyak negara mulai dapat mengakses pasar keuangan. Indonesia pun telah menjadi negara yang lebih baik dan lebih kuat sehingga dapat mengakses pasar keuangan global. Oleh karena itu, ketika pemerintah harus berutang untuk membiayai APBN guna mengakselerasi pertumbuhan dan pembangunan, penerbitan surat berharga negara atau surat utang negara menjadi opsi.

Utang tidak lagi didominasi oleh pinjaman bilateral antar negara atau pinjaman dari bank pembangunan atau multilateral development bank.

“Bahkan, dalam konteks pembiayaan APBN kita, untuk pembiayaan utang sekarang, 85%-87% pembiayaan utang untuk APBN itu berasal dari penerbitan surat berharga negara,” katanya.

“Bukan lagi pinjaman luar negeri. Multilateral, bilateral. Surat berharga negara sendiri, variasi,” paparnya.

Adapun, bentuk-bentuk surat berharga negara yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia pun bermacam-macam, ada konvensional dan ada syariah, seperti sukuk negara yang diserap oleh investor institutional, seperti perbankan, asuransi dan dana pensiun. Kemudian ada pembiayaan melalui SBN retail bagi investor individu.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Sejumlah Tokoh Penting Ramaikan Jogja Financial Festival 2026

Sejumlah Tokoh Penting Ramaikan Jogja Financial Festival 2026

May 23, 2026
Manuver BI Pasca Suku Bunga Naik: Bank Diperkuat, Kredit Dijaga

Manuver BI Pasca Suku Bunga Naik: Bank Diperkuat, Kredit Dijaga

May 23, 2026
Seru! CT dan Bos BRI Bagi-Bagi Tips Usaha di Jogja FinFest 2026

Seru! CT dan Bos BRI Bagi-Bagi Tips Usaha di Jogja FinFest 2026

May 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .