• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

August 12, 2026
Prabowo Siapkan Aturan Bursa Mineral, Komoditas Utama & Kapan Jalan

Prabowo Siapkan Aturan Bursa Mineral, Komoditas Utama & Kapan Jalan

August 17, 2026
JARR Gelar RUPSLB Di Tengah Rumor Haji Isam Mau Caplok BYAN

JARR Gelar RUPSLB Di Tengah Rumor Haji Isam Mau Caplok BYAN

August 17, 2026
Keluarga Trump Bikin Perusahaan Kripto, Dapat Lampu Hijau Regulator AS

Keluarga Trump Bikin Perusahaan Kripto, Dapat Lampu Hijau Regulator AS

August 17, 2026
Data Ekonomi Jepang Jadi Sorotan, Bursa Asia Mayoritas Menguat

Data Ekonomi Jepang Jadi Sorotan, Bursa Asia Mayoritas Menguat

August 17, 2026
Kisah Orang Terkaya Palestina Kuras Tabungan Buat Bantu Warga RI

Kisah Orang Terkaya Palestina Kuras Tabungan Buat Bantu Warga RI

August 17, 2026
BRI Perkuat Ekosistem Investasi Kawasan Industri Batam via Solusi Ini

BRI Perkuat Ekosistem Investasi Kawasan Industri Batam via Solusi Ini

August 16, 2026
Penipuan Kuras Rp9,1 T Saldo Warga RI, Setiap Hari 1.000 Orang Melapor

Penipuan Kuras Rp9,1 T Saldo Warga RI, Setiap Hari 1.000 Orang Melapor

August 16, 2026
Perang Rusia & Ukraina Memanas, Pabrik Baja-Gandum Jadi Sasaran

Perang Rusia & Ukraina Memanas, Pabrik Baja-Gandum Jadi Sasaran

August 16, 2026
Video; Tarik Dana Asing, Pasar Modal RI Masih Butuh Katalis Positif

Video; Tarik Dana Asing, Pasar Modal RI Masih Butuh Katalis Positif

August 16, 2026
Pemerintah RI Bayar Bunga Utang Rp650,3 Triliun pada 2027

Pemerintah RI Bayar Bunga Utang Rp650,3 Triliun pada 2027

August 16, 2026
Bupati Terkaya di Jawa Hidup Serba Mewah, Rakyatnya Melarat

Bupati Terkaya di Jawa Hidup Serba Mewah, Rakyatnya Melarat

August 16, 2026
Penjelasan Tuyul Tak Pernah Curi Uang di Bank, karena Sungkan atau…

Penjelasan Tuyul Tak Pernah Curi Uang di Bank, karena Sungkan atau…

August 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, August 17, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

5 days ago
in ENTREPRENEUR
Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah mulai mengalihkan fokus pengembangan pasar modal Indonesia dari sekadar mengejar pertumbuhan jumlah investor dan emiten menjadi memperkuat kualitas, likuiditas, serta kepercayaan investor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penguatan pasar modal menjadi penting di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Menurutnya, kepercayaan investor merupakan kunci untuk menjaga momentum investasi dan ekspansi usaha di dalam negeri.

“Perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,45% pada Semester I-2026 di tengah berbagai gejolak global. Kondisi tersebut juga didukung oleh inflasi yang relatif rendah sebesar 2,88% serta kemampuan Indonesia memitigasi dampak gejolak harga energi,” kata Airlangga dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, fundamental ekonomi yang terjaga telah mendorong perkembangan pasar modal nasional. Hingga Juni 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 28,9 juta orang, sementara jumlah perusahaan tercatat mencapai 957 emiten dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp9.897 triliun.

Secara regional, Indonesia bahkan mencatatkan diri sebagai negara dengan jumlah investor pasar modal terbesar di ASEAN. Selain itu, Indonesia juga menempati posisi kedua untuk jumlah perusahaan tercatat, posisi ketiga untuk kapitalisasi pasar, serta posisi kedua untuk rata-rata nilai transaksi harian terbesar di kawasan.

Meski demikian, Airlangga menilai tantangan ke depan bukan lagi soal menambah jumlah investor maupun emiten, melainkan meningkatkan kualitas pasar modal agar lebih dalam dan efisien.

Dari sisi pasokan emiten, hingga Juli 2026 baru terdapat tujuh perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total dana yang dihimpun melalui penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp2,16 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat pipeline emiten berkualitas dan memperluas sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.

Di sisi lain, investor kini semakin memperhatikan berbagai faktor fundamental seperti likuiditas saham, struktur kepemilikan, kecukupan saham beredar di publik (free float), transparansi, tata kelola perusahaan, hingga kualitas keterbukaan informasi.

Karena itu, pemerintah bersama regulator dan pelaku industri terus mendorong reformasi pasar modal. Langkah tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bank Indonesia (BI), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Beberapa upaya yang tengah dilakukan antara lain pengembangan instrumen investasi baru seperti PINTAR Reksa Dana dan ETF Emas, serta percepatan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia.

Selain memperkuat pasar modal, pemerintah juga berupaya meningkatkan iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi dan penyelesaian hambatan usaha lintas kementerian dan lembaga.

Melalui Satuan Tugas Debottlenecking, hingga 30 Juli 2026 pemerintah telah menerima 170 aduan dari pelaku usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 aduan telah diselesaikan, mencakup persoalan perizinan, perpajakan, kepabeanan, tata ruang, logistik, hingga energi.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan bahwa penguatan kepercayaan investor harus diiringi dengan peningkatan kualitas perusahaan tercatat.

“Perusahaan tercatat perlu memperkuat tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi agar penghimpunan dana dapat semakin optimal mendukung ekspansi usaha, investasi, inovasi, dan produktivitas,” ujar Haryo.

Menurut pemerintah, kombinasi antara fundamental ekonomi yang kuat, reformasi pasar modal, serta perbaikan iklim investasi akan menjadi modal penting untuk menjaga arus investasi dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Prabowo Siapkan Aturan Bursa Mineral, Komoditas Utama & Kapan Jalan

Prabowo Siapkan Aturan Bursa Mineral, Komoditas Utama & Kapan Jalan

August 17, 2026
JARR Gelar RUPSLB Di Tengah Rumor Haji Isam Mau Caplok BYAN

JARR Gelar RUPSLB Di Tengah Rumor Haji Isam Mau Caplok BYAN

August 17, 2026
Keluarga Trump Bikin Perusahaan Kripto, Dapat Lampu Hijau Regulator AS

Keluarga Trump Bikin Perusahaan Kripto, Dapat Lampu Hijau Regulator AS

August 17, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .