• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Nyangkut di Saham Gorengan Bikin Trauma, Ini Cara Hindari

Nyangkut di Saham Gorengan Bikin Trauma, Ini Cara Hindari

October 27, 2025
Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejaksaan Agung

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejaksaan Agung

July 11, 2026
Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Keamanan & Perlindungan Nasabah

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Keamanan & Perlindungan Nasabah

July 11, 2026
UMiMAX Pertamina Targetkan 1.000 Tambahan Penerima Manfaat

UMiMAX Pertamina Targetkan 1.000 Tambahan Penerima Manfaat

July 11, 2026
Menlu Sugiono Terbang ke Iran, Beri Penghormatan Buat Khamenei

Menlu Sugiono Terbang ke Iran, Beri Penghormatan Buat Khamenei

July 11, 2026
Badan PBB Kasih Respons Tak Terduga Setelah Lihat Langsung Kondisi IKN

Badan PBB Kasih Respons Tak Terduga Setelah Lihat Langsung Kondisi IKN

July 11, 2026
Febrie Tersangka 3 Kasus Korupsi, Polisi Limpahkan Perkara ke Kejagung

Febrie Tersangka 3 Kasus Korupsi, Polisi Limpahkan Perkara ke Kejagung

July 11, 2026
Kawal Kasus Febrie Adriansyah, DPR Turun Tangan Bentuk Timwas

Kawal Kasus Febrie Adriansyah, DPR Turun Tangan Bentuk Timwas

July 11, 2026
Drone Ukraina Hantam 21 Tanker Rusia, Jalur Pasokan BBM Terancam

Drone Ukraina Hantam 21 Tanker Rusia, Jalur Pasokan BBM Terancam

July 11, 2026
43 Emiten Terbitkan Surat Utang di 2026, Seberapa Prospek?

43 Emiten Terbitkan Surat Utang di 2026, Seberapa Prospek?

July 11, 2026
Teknologi Canggih, PHR Kontrol Aktivitas Migas Lewat 1 Ruangan

Teknologi Canggih, PHR Kontrol Aktivitas Migas Lewat 1 Ruangan

July 11, 2026
Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

Transmart Full Day Sale Hadir Lagi, Saatnya Belanja di Akhir Pekan

July 11, 2026
Diskon Gede-Gedean, Harga Elektronik Cuma Segini di Transmart!

Diskon Gede-Gedean, Harga Elektronik Cuma Segini di Transmart!

July 11, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, July 12, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Nyangkut di Saham Gorengan Bikin Trauma, Ini Cara Hindari

9 months ago
in Lifestyle
Nyangkut di Saham Gorengan Bikin Trauma, Ini Cara Hindari
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Saham gorengan adalah saham yang mengalami lonjakan harga secara tidak wajar akibat adanya manipulasi pasar. Biasanya, kenaikan harga pada saham jenis ini tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sesungguhnya.

Meskipun berisiko tinggi, saham gorengan sering dimanfaatkan oleh sejumlah trader untuk meraup keuntungan dalam waktu singkat. Namun, mengingatkan bahwa pergerakan harga yang ekstrem ini kerap menelan korban, terutama dari kalangan investor ritel yang kurang memahami risikonya.

1. Potensi Kerugian yang Besar

Harga saham gorengan dapat melonjak tajam dalam hitungan hari, namun kejatuhannya pun bisa secepat itu. Setelah pelaku pasar yang menggerakkan harga melakukan aksi jual, harga saham biasanya anjlok tajam dan meninggalkan investor ritel dengan kerugian besar.

2. Tidak Didukung Kinerja Perusahaan yang Positif

Sebagian besar saham gorengan berasal dari emiten dengan fundamental lemah. Perusahaan-perusahaan ini umumnya memiliki pendapatan yang tidak stabil, utang tinggi, atau minim prospek pertumbuhan. Akibatnya, kenaikan harga sahamnya tidak memiliki dasar ekonomi yang kuat.

3. Masuk Daftar UMA

Salah satu ciri utama saham gorengan adalah masuk ke dalam daftar Unusual Market Activity (UMA). Saham yang masuk daftar ini biasanya lebih dulu “disemprit” oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami kenaikan harga yang terlalu ekstrem dalam waktu lebih dari dua hari berturut-turut.

Kriteria ekstrem ini merujuk pada kenaikan hingga batas harian tertinggi (auto reject atas atau ARA), yakni:

  • 20% per hari untuk saham dengan harga di atas Rp5.000 per saham,

  • 25% per hari untuk saham di kisaran Rp200 – Rp5.000 per saham,

  • 35% per hari untuk saham dengan harga Rp50 – Rp200 per saham.

Karena telah masuk radar BEI, status UMA menjadi sinyal peringatan bagi investor dan trader bahwa penguatan harga saham tersebut sudah tidak wajar. Ada kemungkinan besar saham tersebut sedang dikendalikan oleh pihak tertentu atau bandar di pasar modal.

4. Volume dan Nilai Transaksi

Investor juga dapat mengenali saham gorengan melalui volume dan nilai transaksi hariannya. Biasanya, saham gorengan memiliki kapitalisasi pasar yang kecil dan tergolong dalam kategori saham lapis dua atau lapis tiga. Namun, volume serta nilai transaksi hariannya sangat tinggi, bahkan bisa menyaingi saham unggulan (blue chip).

Sebagai informasi, kapitalisasi pasar mencerminkan ukuran nilai suatu perusahaan, yang dihitung dari jumlah saham beredar dikalikan dengan harga pasar sahamnya. Saat membandingkan perusahaan sejenis, perbedaan kapitalisasi pasar yang terlalu besar dapat membuat perbandingan menjadi tidak seimbang.

Dengan kapitalisasi pasar yang kecil dan kepemilikan investor ritel yang terbatas, para bandar dapat lebih mudah dan murah mengendalikan pergerakan harga saham tersebut di pasar.

5. Pergerakan Bid dan Offer yang Tidak Wajar

Bid adalah antrean beli saham di harga tertentu (biasanya lebih rendah), sedangkan offer adalah antrean jual saham di harga yang lebih tinggi. Pada saham gorengan, transaksi sering terjadi dalam jumlah besar, tetapi antrean bid dan offer-nya tipis atau tidak merata.

Artinya, di setiap level harga, antrean pembelian maupun penjualan sering kali hanya berjumlah 1 lot. Kondisi ini memudahkan bandar untuk mengatur pergerakan harga saham agar terus naik.

6. Kinerja Keuangan dan Kenaikan Harga Tak Selaras

Pergerakan harga saham gorengan yang ekstrem dan tidak wajar sering kali tidak sejalan dengan kinerja keuangan perusahaan atau informasi resmi dari emiten.

Ada kalanya kinerja keuangan perusahaan tumbuh hingga 50%, namun tidak jarang justru merosot lebih dari 50% ketika harga sahamnya melonjak tajam. Artinya, kenaikan harga saham gorengan sering kali tidak didukung oleh fundamental maupun aksi korporasi yang diumumkan oleh emiten.

Strategi Menghindari Saham Gorengan

Bagi investor yang ingin menjaga modal tetap aman, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari saham berisiko tinggi ini:

1. Analisis Fundamental Secara Menyeluruh

Pelajari kondisi keuangan dan kinerja perusahaan sebelum membeli saham. Perhatikan rasio keuangan, pertumbuhan laba, arus kas, serta utang perusahaan. Saham dengan fundamental kuat cenderung lebih stabil dan minim manipulasi.

2. Cermati Likuiditas Perdagangan

Saham dengan volume transaksi rendah lebih mudah digerakkan oleh segelintir pihak. Sebaiknya pilih saham dengan likuiditas tinggi agar harga lebih transparan dan sulit dimanipulasi.

3. Waspadai Lonjakan Harga Tiba-Tiba

Jika harga saham naik tajam tanpa adanya berita positif atau laporan kinerja yang mendukung, patut dicurigai. Telusuri apakah kenaikan tersebut disebabkan faktor fundamental atau hanya karena dorongan spekulasi pasar.

4. Sebar Risiko Investasi

Jangan menempatkan seluruh dana dalam satu saham, terutama yang berisiko tinggi. Diversifikasi portofolio di berbagai sektor atau instrumen keuangan dapat membantu meminimalkan potensi kerugian.

5. Gunakan Sumber Data yang Kredibel

Pastikan informasi yang digunakan berasal dari sumber resmi seperti situs BEI, laporan keuangan emiten, atau analisis dari lembaga riset terpercaya. Hindari rekomendasi dari grup media sosial yang tidak jelas kredibilitasnya.

6. Manfaatkan Analisis Teknikal

Gunakan alat analisis teknikal seperti moving average, volume indicator, dan pola grafik harga untuk mengenali pergerakan tidak wajar. Pola lonjakan volume tanpa berita positif sering menjadi tanda awal adanya permainan harga.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjebak Di Saham Gorengan?

1. Gunakan Cut Loss Secara Disiplin

Jika harga terus turun dan menembus batas toleransi risiko, lakukan cut loss untuk mencegah kerugian lebih besar. Umumnya, batas cut loss yang disarankan adalah 5-10% dari harga beli. Meskipun terasa pahit, langkah ini penting agar modal bisa diselamatkan untuk investasi lain yang lebih sehat.

2. Hindari Aksi Average Down Tanpa Analisis

Banyak investor mencoba menurunkan harga rata-rata pembelian (average down) dengan membeli lagi di harga bawah. Namun, pada saham gorengan, langkah ini justru berisiko tinggi karena harga bisa terus turun tanpa batas. Average down hanya boleh dilakukan jika Anda yakin saham tersebut punya fundamental kuat dan penurunan harga bersifat sementara.

3. Pelajari Pola Pergerakan Harga

Amati grafik harga dan volume perdagangan saham. Jika terlihat pola pump and dump – harga naik tajam lalu turun drastis dengan volume besar – maka kemungkinan besar saham tersebut dikendalikan oleh bandar. Dengan memahami polanya, Anda bisa mencari titik keluar (exit point) yang masih rasional sebelum harga semakin jatuh.

4. Alihkan ke Saham dengan Fundamental Kuat

Setelah berhasil keluar, evaluasi kembali strategi investasi Anda. Pindahkan modal ke saham berfundamental baik, seperti saham berkapitalisasi besar (blue chip) atau sektor yang stabil seperti perbankan, konsumer, dan telekomunikasi. Saham-saham ini lebih transparan dan pergerakannya mencerminkan kondisi ekonomi riil.

5. Jadikan Pengalaman Sebagai Pelajaran

Keterjebakan dalam saham gorengan bisa menjadi pengalaman berharga untuk membentuk disiplin investasi. Gunakan pengalaman ini untuk memperbaiki strategi, seperti menetapkan batas risiko, menganalisis fundamental lebih dalam, dan tidak mudah tergoda euforia pasar atau rekomendasi tanpa dasar yang kuat.

(dag/dag)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Awas Nyangkut! Ini Ciri-Ciri Saham Gorengan




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejaksaan Agung

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejaksaan Agung

July 11, 2026
Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Keamanan & Perlindungan Nasabah

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Keamanan & Perlindungan Nasabah

July 11, 2026
UMiMAX Pertamina Targetkan 1.000 Tambahan Penerima Manfaat

UMiMAX Pertamina Targetkan 1.000 Tambahan Penerima Manfaat

July 11, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .