• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Orang Kaya Makin Kaya di 2025, 10 Manusia Ini Panen Cuan Rp 8.000 T

Orang Kaya Makin Kaya di 2025, 10 Manusia Ini Panen Cuan Rp 8.000 T

December 27, 2025
Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

July 18, 2026
Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

July 18, 2026
Terbaru, Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026

Terbaru, Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026

July 18, 2026
Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?

Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?

July 17, 2026
DPR, BI & OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!

DPR, BI & OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!

July 17, 2026
Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar

Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar

July 17, 2026
DJP Mulai Bidik Wajib Pajak Baru, Sisir Data Rekening-Plat Nomor

DJP Mulai Bidik Wajib Pajak Baru, Sisir Data Rekening-Plat Nomor

July 17, 2026
Usai BI Batasi Beli Dolar US.000, Begini Kondisi di Money Changer

Usai BI Batasi Beli Dolar US$10.000, Begini Kondisi di Money Changer

July 17, 2026
IHSG Lawan Arus! Naik 1,1% Saat Bursa Asia Kebakaran

IHSG Lawan Arus! Naik 1,1% Saat Bursa Asia Kebakaran

July 17, 2026
BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Beri Bukti Ini

BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Beri Bukti Ini

July 17, 2026
IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

July 17, 2026
Efek Dolar Sempat Betah Rp18.000, Money Changer Sepi!

Efek Dolar Sempat Betah Rp18.000, Money Changer Sepi!

July 17, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, July 18, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Orang Kaya Makin Kaya di 2025, 10 Manusia Ini Panen Cuan Rp 8.000 T

7 months ago
in Market
Orang Kaya Makin Kaya di 2025, 10 Manusia Ini Panen Cuan Rp 8.000 T
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bisnis perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sepanjang 2025 telah mendongkrak kekayaan para taipan teknologi Amerika Serikat. Para pengusaha yang berinvestasi pada bisnis teknologi tersebut memperoleh untung besar.

Mengutip The Guardian yang melansir data Bloomberg, hingga malam Natal, total kekayaan para pendiri dan CEO 10 perusahaan teknologi terbesar di AS mencapai hampir US$2,5 triliun (Rp42 triliun). Angka tersebut melonjak tajam lebih dari US$500 miliar (Rp dibandingkan sekitar US$1,9 triliun (Rp32 triliun) pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Konglomerat Elon Musk kembali menjadi figur paling diuntungkan dari euforia AI. Kekayaan bersih Elon Musk meningkat hampir 50% menjadi US$645 miliar.

Taipan yang memiliki kepentingan bisnis termasuk xAI tersebut menjadi orang pertama yang memiliki kekayaan bersih lebih dari US$500 miliar pada bulan Oktober tahun ini. Seperti diketahui, bisnis xAI merupakan sebuah perusahaan kecerdasan buatan. Ia bisa menjadi triliuner pertama di dunia jika mencapai target yang ditetapkan oleh Tesla, perusahaan mobil listrik yang dia jalankan.

Elon Musk, yang sudah menjadi orang terkaya di dunia, sekali lagi terbukti menjadi salah satu pemenang terbesar karena demam emas AI telah mendorong pasar saham AS ke rekor tertinggi.

Musk berada di porisis teratas dari pendiri Google Larry Page dan pendiri Amazon Jeff Bezos dalam peringkat miliarder terkaya di dunia. Page diperkirakan memiliki kekayaan US$ 270 miliar, sementara kekayaan Bezos mencapai US$255 miliar.

Lonjakan kekayaan para elite teknologi ini kembali memicu perdebatan global soal ketimpangan dan konsentrasi harta. Sejumlah pihak mendorong penerapan pajak kekayaan yang lebih efektif untuk menyeimbangkan struktur ekonomi.

Selain itu, kepala eksekutif pembuat chip Nvidia, Jensen Huang, juga mendapat untung besar dengan nilai investasi, ekuitas, dan aset-aset lainnya yang naik US$41,8 miliar. Hal itu membawa kekayaan pribadinya menjadi US$ 159 miliar. Jumlah tersebut menempatkannya di peringkat sembilan dalam Bloomberg Billionaire Index.

Huang diketahui telah melepas hampir US$1 miliar saham Nvidia tahun ini, memanfaatkan lonjakan harga saham produsen chip tersebut.

Nvidia sendiri mencatatkan tonggak bersejarah dengan kapitalisasi pasar menembus US$5 triliun pada Oktober, menjadikannya perusahaan publik terbesar di dunia. Nilai tersebut bahkan melampaui produk domestik bruto (PDB) sejumlah negara besar. Chip buatan Nvidia dinilai krusial untuk pengembangan komputasi berperforma tinggi yang dibutuhkan teknologi AI.

Sedangkan Kekayaan Page dan Sergey Brin, salah satu pendiri Google, membengkak masing-masing sekitar US$102 miliar dan US$92 miliar.

Para investor menaruh harapan besar pada langkah Google dalam mengembangkan teknologi AI, termasuk pengembangan chip internal Tensor Processing Unit (TPU).

Meskipun demikian, dibalik euforia tersebut, risiko koreksi tetap membayangi. Bank of England sebelumnya memperingatkan potensi koreksi mendadak di pasar global jika ekspektasi investor terhadap AI tidak terpenuhi. Otoritas moneter Inggris menilai valuasi saham, khususnya di sektor teknologi dan AI, sudah berada pada level yang cukup tinggi.

“Dalam beberapa ukuran, valuasi pasar ekuitas tampak melebar, terutama untuk perusahaan-perusahaan teknologi yang berfokus pada kecerdasan buatan,” ujar para pembuat kebijakan di bank sentral pada bulan Oktober, dikutip Sabtu (27/12).

Meskipun teknologi adalah industri yang dominan di antara para peraih peringkat miliarder, ada juga nama-nama yang tidak asing lagi. Bernard Arnault, pimpinan perusahaan barang mewah LVMH asal Prancis, yang memproduksi tas Louis Vuitton dan sampanye Dom Perignon, mengalami peningkatan kekayaan sebesar US$28,5 miliar selama setahun terakhir.

Pria berusia 76 tahun ini menguasai sekitar separuh saham LVMH dan para analis menjadi lebih positif terhadap saham ini dalam beberapa bulan terakhir, dengan belanja yang kuat dari para konsumen kaya di Amerika Utara.

Selain itu, Amancio Ortega dari Spanyol, yang memegang 59% saham Inditex, perusahaan induk peritel pakaian kelas atas Zara, dan tujuh merek lainnya, termasuk di antara para peraih keuntungan terbesar, dengan menambahkan US$34,3 miliar pada kekayaannya yang mencapai US$136 miliar. Hal ini didorong oleh rekor dividen sebesar €3,1 milyar dari grup ritel ini.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

July 18, 2026
Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

July 18, 2026
Terbaru, Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026

Terbaru, Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026

July 18, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .