• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Pertamina Geothermal (PGEO) Mau Rambah Bisnis Data Center

Pertamina Geothermal (PGEO) Mau Rambah Bisnis Data Center

April 21, 2026
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

October 5, 2026
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

October 5, 2026
Danantara Tutup 354 BUMN

Danantara Tutup 354 BUMN

October 5, 2026
Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

October 5, 2026
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 6, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Pertamina Geothermal (PGEO) Mau Rambah Bisnis Data Center

6 months ago
in News
Pertamina Geothermal (PGEO) Mau Rambah Bisnis Data Center
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berencana melakukan penambahan kegiatan usaha di bidang data center. Kegiatan usaha tersebut mencakup aktivitas pengolahan, penyimpanan, dan pengelolaan data. Selain itu juga mencakup penyediaan infrastruktur komputasi, hosting, serta layanan pendukung data center, termasuk pengoperasian server, jaringan, dan sistem pendukung lainnya.

Manajemen menyebut, penambahan kegiatan usaha ini memiliki keterkaitan dengan kegiatan usaha utama PGEO di bidang panas bumi, dimana energi listrik yang dihasilkan dari sumber panas bumi akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional data center, serta mendukung pengembangan ekosistem energi bersih dan infrastruktur digital secara terintegrasi.

“Rencana ini merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam melakukan diversifikasi usaha sekaligus optimalisasi pemanfaatan energi panas bumi,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/4/2026).

Sehubungan dengan rencana tersebut, PGEO berencana untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, 21 April 2026.

Manajemen memastikan, erkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, sampai dengan saat ini tidak terdapat keberatan dari pihak-pihak tertentu yang dapat mempengaruhi rencana penambahan kegiatan usaha.

Manajemen memandang, pasar data center Indonesia mengalami ekspansi pesat terlebih pada tahun 2025 karena adanya cloud uptake yang tinggi, pertumbuhan beban kerja Artificial Intelligence (AI), dukungan regulasi, dan peningkatan ketertarikan investor pada ekonomi digital di Asia Tenggara.

Selain itu, posisi Indonesia sebagai hub data regional semakin menguat dengan adanya pembangunan sistem kabel bawah laut yang dapat menghubungkan Indonesia dengan beberapa negara sehingga dapat meningkatkan kapasitas bandwidth internasional.

“Segmen Tier III menguasai lebih dari 61,59% pangsa pasar data center di Indonesia pada tahun 2025. Selama periode proyeksi, segmen Tier I dan Tier II semakin kehilangan relevansinya di Indonesia karena tidak lagi mampu memenuhi uptime, redundansi, dan keamanan yang dibutuhkan oleh ekonomi digital saat ini,” ungkapnya manajemen.

Kemudian, ekspansi layanan digital di sektor perbankan, fintech, e-commerce, telekomunikasi, platform cloud, hingga sistem pemerintahan telah mendorong pergeseran preferensi pelanggan secara signifikan ke arah data center Tier III dan Tier IV.

Selain itu, dalam periode 2024-2031, pasar data center Indonesia, khususnya pada segmen retail dan wholesale colocation, mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2025, kapasitas retail colocation mencapai 388,11 MW.

Hingga tahun 2031, kapasitas retail colocation diproyeksikan meningkat menjadi 1.623,91 MW, sementara wholesale colocation diperkirakan mencapai 1.275,93 MW.

Pesatnya pertumbuhan retail colocation didorong oleh meningkatnya digitalisasi usaha kecil dan menengah (UKM), startup, serta cloud-native businesses. Kelompok ini
cenderung memilih solusi hosting yang fleksibel, scalable, dan efisien biaya.

Hingga tahun 2031, kapasitas retail colocation diproyeksikan meningkat menjadi 1.623,91 MW, sementara wholesale colocation diperkirakan mencapai 1.275,93 MW. Pesatnya pertumbuhan retail colocation didorong oleh meningkatnya digitalisasi usaha kecil dan menengah (UKM), startup, serta cloud-native businesses. Kelompok ini cenderung memilih solusi hosting yang fleksibel, scalable, dan efisien biaya.

Manajemen mengungkapkan lebih jauh, pada periode 2024-2031, nilai pendapatan colocation di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan. Pada tahun 2024, pendapatan colocation tercatat sebesar USD4.784,92 juta, kemudian meningkat menjadi USD5.890,44 juta pada 2025.

“Secara keseluruhan, kondisi pasar data center di Indonesia dinilai memiliki kesinambungan (sustainability) dan potensi pertumbuhan yang kuat, dengan peluang pasar yang masih terbuka luas seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di berbagai sektor industri,” ungkapnya.

PGE berencana mendirikan data center yang berlokasi di Jalan Kamojang – Samarang Garut, Kelurahan Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung dengan rencana pengembangan data center seluas 5.133 m². Pengembangan data center ini akan dibarengi dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan kapasitas 5 MW yang akan memproduksi listrik secara dedicated untuk data center.

Data center setidaknya direkomendasikan untuk secara langsung terhubung minimal kepada 2 penyedia jaringan telekomunikasi. Sejumlah data center dapat bersifat carrier specified (penyedia jaringan tertentu), tetapi secara umum carrier neutral (multiple provider) lebih diminati. Lokasi pengembangan sendiri dilalui oleh 2 jaringan telekomunikasi yaitu Telkom dan PLN Icon Plus.

Berdasarkan rencana pengembangan usaha, kebutuhan tambahan tenaga kerja diperkirakan sebanyak 38 orang yang akan difokuskan pada kegiatan operasional.

Berdasarkan laporan studi kelayakan yang disusun oleh penilai independen, rencana ini dinilai layak untuk dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek pasar, teknis, operasional, dan keuangan.

Perseroan akan memastikan pemenuhan seluruh standar yang dipersyaratkan sebelum fasilitas data center dioperasikan secara komersial.

Penambahan kegiatan usaha ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui diversifikasi sumber pendapatan, penguatan kinerja usaha, serta peningkatan potensi pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan.

Adapun layanan yang akan disediakan Perseroan ditujukan kepada pelanggan korporasi, termasuk perusahaan teknologi, penyedia layanan digital, serta institusi yang membutuhkan layanan infrastruktur data center.

Sebelum pelaksanaan kegiatan usaha, PGEO memiliki total aset sekitar USD 3,03 miliar dengan dominasi pada aset tetap, namun rencana penambahan kegiatan usaha tersebut akan meningkatkan aset tetap secara signifikan akibat investasi data center dan PLTP, serta menyebabkan penurunan kas jangka pendek.

Di sisi lain, PGEO akan memperoleh tambahan pendapatan berulang (recurring income) yang berdampak pada peningkatan profitabilitas, dengan indikator kelayakan berupa NPV Rp126,37 miliar, IRR 10,51%, dan BCR 1,87x .

“Secara keseluruhan, transaksi ini diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan aset, pendapatan, dan nilai Perseroan, dengan potensi peningkatan liabilitas yang masih terkendali,” sebutnya.

Selain itu, Perseroan didukung oleh aset dan infrastruktur panas bumi, kapasitas investasi yang kuat, serta rencana pengembangan data center ±4,17 MW dan tambahan SDM sekitar 38 orang . Investasi awal akan meningkatkan aset tetap dan menekan kas, namun diimbangi dengan pendapatan berulang, efisiensi biaya energi, dan peningkatan margin usaha.

Namun demikian, mengingat PGEO merupakan bagian dari Grup Pertamina, dalam pelaksanaan rencana kegiatan usaha ini terdapat kemungkinan keterlibatan entitas afiliasi dalam grup, antara lain dalam bentuk penyediaan energi, pengembangan infrastruktur, jasa rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC), maupun layanan teknologi informasi dan pendukung lainnya.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .