• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Platform Judi Online Kejar Dana Raksasa Wall Street

Platform Judi Online Kejar Dana Raksasa Wall Street

July 24, 2026
Dicecar Bursa Soal Harga Saham, Koka Indonesia (KOKA) Buka Suara

Dicecar Bursa Soal Harga Saham, Koka Indonesia (KOKA) Buka Suara

July 24, 2026
Investor Jauhi Sahan Tesla & SpaceX, Gurita Bisnis Elon Musk Terancam?

Investor Jauhi Sahan Tesla & SpaceX, Gurita Bisnis Elon Musk Terancam?

July 24, 2026
RI Kena Tarif Tambahan 10% dari AS, Pemerintah Siapkan Strategi Ini

RI Kena Tarif Tambahan 10% dari AS, Pemerintah Siapkan Strategi Ini

July 24, 2026
Ada yang Bilang Saya Bohong

Ada yang Bilang Saya Bohong

July 24, 2026
IHSG Ditutup Terkoreksi 1,88% ke Level 6.196

IHSG Ditutup Terkoreksi 1,88% ke Level 6.196

July 24, 2026
Kredit Kendaraan di Mulifinance Anjlok, Ini Efeknya Asuransi

Kredit Kendaraan di Mulifinance Anjlok, Ini Efeknya Asuransi

July 24, 2026
Fundamental Kinclong, Saham Bank Kok Dibuang Investor?

Fundamental Kinclong, Saham Bank Kok Dibuang Investor?

July 24, 2026
Protelindo Tender Offer SUPR Harga Rp 45.000 per Saham

Protelindo Tender Offer SUPR Harga Rp 45.000 per Saham

July 24, 2026
Beban Administrasi Melonjak, Laba PGUN Terpangkas 47% per Juni 2026

Beban Administrasi Melonjak, Laba PGUN Terpangkas 47% per Juni 2026

July 24, 2026
Panda Bond Indonesia Laris Minat Investor Tembus 2,4 Kali

Panda Bond Indonesia Laris Minat Investor Tembus 2,4 Kali

July 24, 2026
Rupiah Ditutup Merah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.930

Rupiah Ditutup Merah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.930

July 24, 2026
ECB Tahan Suku Bunga 2,25%, Buka Peluang Naik September

ECB Tahan Suku Bunga 2,25%, Buka Peluang Naik September

July 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Platform Judi Online Kejar Dana Raksasa Wall Street

2 hours ago
in News
Platform Judi Online Kejar Dana Raksasa Wall Street
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Prediction market tengah berkembang pesat dan mulai menarik perhatian pelaku industri keuangan global. Platform seperti Kalshi dan Polymarket yang awalnya dikenal sebagai tempat publik bertaruh mengenai hasil pemilu, olahraga, hingga keputusan bank sentral, kini berambisi menjadi bagian dari infrastruktur pasar keuangan layaknya bursa derivatif konvensional.

Gagasan tersebut berangkat dari pengalaman wanita berusia 30 tahun, Luana Lopes Lara, salah satu pendiri Kalshi, ketika bekerja di sejumlah hedge fund besar di Wall Street seperti Citadel Securities dan Five Rings Capital.

Menurutnya, banyak manajer investasi membangun strategi investasi yang rumit hanya untuk mengambil posisi terhadap suatu peristiwa, misalnya hasil pemilihan umum atau keputusan suku bunga Federal Reserve, The Fed.

Melalui prediction market, investor dapat langsung memperdagangkan peluang suatu peristiwa tanpa harus menyusun portofolio yang kompleks. Dengan demikian, siapa pun, mulai dari investor ritel hingga institusi besar seperti Goldman Sachs, memiliki kesempatan yang sama untuk mengekspresikan pandangan mereka mengenai masa depan.

“Yang kami bangun adalah bursa keuangan di mana siapa pun, mulai dari pedagang Robin Hood hingga Goldman Sachs, bahkan seseorang di asrama MIT, dapat bertransaksi secara langsung berdasarkan pandangan mereka mengenai masa depan,” kata Lopes Lara mengutip The Economist, Jumat (24/7/2026).

Popularitas prediction market pun melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kalangan pengguna kini tidak lagi terbatas pada investor profesional, tetapi juga mahasiswa, pekerja lepas, hingga masyarakat umum yang tertarik menguji kemampuan mereka membaca berbagai peristiwa.

Mengutip The Block, aktivitas transaksi di Kalshi pada Juni mencapai sekitar US$33 miliar, sementara pesaingnya Polymarket membukukan transaksi sekitar US$10,7 miliar pada platform internasional berbasis kripto serta tambahan sekitar US$3,3 miliar melalui platform yang telah diregulasi di Amerika Serikat.

Meski masih jauh lebih kecil dibandingkan volume perdagangan di bursa derivatif utama dunia, pertumbuhan tersebut membuat valuasi kedua perusahaan melonjak. Kalshi dikabarkan tengah menggalang pendanaan dengan valuasi sekitar US$40 miliar, sedangkan Polymarket diperkirakan bernilai sekitar US$15 miliar.

Namun, untuk mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut, prediction market harus mampu menarik partisipasi investor institusional yang memiliki kapasitas transaksi jauh lebih besar dibandingkan investor ritel.

Sejumlah hedge fund, asset manager, hingga perusahaan perdagangan frekuensi tinggi mulai memantau perkembangan industri ini. Bahkan, beberapa perusahaan perdagangan telah berperan sebagai market maker guna menjaga likuiditas pasar, sementara mahasiswa keuangan mulai memanfaatkan rekam jejak keberhasilan mereka di prediction market sebagai portofolio ketika melamar pekerjaan di lembaga keuangan besar.

Kalshi sendiri telah mencoba menyediakan berbagai kontrak yang lebih relevan bagi investor institusional. Selain pasar mengenai keputusan suku bunga Federal Reserve, perusahaan juga menawarkan kontrak terkait harga listrik, minyak, hingga kapasitas komputasi yang dapat dimanfaatkan sebagai instrumen lindung nilai.

Kalshi bahkan bekerja sama dengan ARK Invest untuk menghadirkan pasar yang menjawab berbagai pertanyaan investasi, misalnya mengenai kemungkinan perusahaan bioteknologi memperoleh persetujuan regulator atas produk tertentu.

Meski demikian, minat terhadap kontrak-kontrak tersebut masih relatif terbatas. Nilai transaksi terbesar justru masih berasal dari pasar olahraga yang menyumbang lebih dari 70% aktivitas perdagangan, sementara kontrak terkait kebijakan moneter hanya mencatat nilai transaksi sekitar US$30 juta.

Selain memperluas variasi produk, tantangan terbesar prediction market adalah membangun kepercayaan terhadap integritas pasar. Investor institusional membutuhkan jaminan bahwa seluruh peserta memiliki akses informasi yang setara.

Sepanjang tahun ini, Kalshi sempat menemukan kasus editor yang bekerja untuk kreator konten MrBeast diduga memanfaatkan informasi internal dalam aktivitas perdagangan, serta seorang kandidat gubernur California yang diketahui bertaruh pada hasil pemilihannya sendiri.

Kasus-kasus semacam itu memunculkan kekhawatiran mengenai praktik insider trading yang dapat merusak kredibilitas prediction market. Kalshi menyatakan telah menerapkan proses penyaringan pengguna dan sistem pengawasan transaksi secara real time guna mendeteksi aktivitas yang mencurigakan.

Di sisi lain, kepastian regulasi juga menjadi faktor penting sebelum investor institusi meningkatkan eksposur mereka. Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dinilai lebih terbuka terhadap perkembangan prediction market.

Namun, pesatnya pertumbuhan industri justru memperlihatkan masih banyak aspek regulasi yang belum memiliki kejelasan. Awal tahun ini CFTC mulai menyusun aturan baru yang diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai mekanisme penyelesaian sengketa, tata cara penutupan kontrak, hingga perlindungan investor.

Perusahaan juga meluncurkan Kalshi Pro, sebuah platform desktop yang memungkinkan investor memantau sekitar 2.000 pasar secara simultan serta menganalisis berbagai posisi investasi secara lebih efisien.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya mentransformasi prediction market dari platform yang masih berkembang menjadi infrastruktur perdagangan yang lebih matang.

Meski demikian, sejumlah pelaku industri menilai prediction market masih membutuhkan fitur leverage atau margin trading yang lebih fleksibel agar menarik bagi investor institusional.

Kalshi memang telah memperoleh persetujuan regulator untuk menyediakan fasilitas margin trading, namun sebagian besar pengguna masih diwajibkan menyetorkan dana penuh sebelum membuka posisi.

Kondisi tersebut dianggap kurang efisien terutama bagi kontrak jangka panjang seperti pemilu atau perkembangan geopolitik, karena modal investor dapat terkunci selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Terlepas dari berbagai tantangan tersebut, pertanyaan mendasar tetap muncul mengenai potensi keuntungan yang dapat dihasilkan investor profesional di prediction market. Berbeda dengan pasar saham, prediction market merupakan pasar zero-sum, di mana keuntungan satu pihak berasal dari kerugian pihak lain.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dicecar Bursa Soal Harga Saham, Koka Indonesia (KOKA) Buka Suara

Dicecar Bursa Soal Harga Saham, Koka Indonesia (KOKA) Buka Suara

July 24, 2026
Platform Judi Online Kejar Dana Raksasa Wall Street

Platform Judi Online Kejar Dana Raksasa Wall Street

July 24, 2026
Investor Jauhi Sahan Tesla & SpaceX, Gurita Bisnis Elon Musk Terancam?

Investor Jauhi Sahan Tesla & SpaceX, Gurita Bisnis Elon Musk Terancam?

July 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .