Yogyakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh level terendahnya di 5.900-an pada perdagangan hari ini, Jumat (22/6/2026). Posisi itu mendekati level terendah sejak April 2025.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 1,10% atau bertambah 67,11 poin ke level 6.162,05.
Di tengah pelemahan IHSG, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih percaya bahwa pasar saham RI akan bisa kembali pada level 8.000-an seperti awal tahun 2026. Pasalnya, secara fundamental perekonomian Indonesia diklaim dalam keadaan baik.
“Bisa (balik ke level 8.000-an) karena gini, pada akhirnya pergerakan harga saham tergantung kepada fundamental perusahaan sendiri kan, itu akan dipengaruhi oleh fundamental perekonomian. Kalau ekonominya bagus, profitabilitasnya juga meningkat,” papar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Alih-alih, Purbaya malah menyarankan untuk membeli saham sekarang, terutama bagi saham perusahaan yang untung. Ke depan, IHSG diperkirakan akan lari kencang seiring kondisi perekonomian Indonesia yang membaik.
“Jadi harusnya sih mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh, berarti undervalue, beli saja pasti untung,” kata Purbaya.
“Jadi nggak usah takut para pemain pasar saham, kita akan terus perbaiki ekonomi ke depan, semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat lagi,” tegasnya.
Dia yakin IHSG akan kembali rebound dalam waktu tidak lama lagi. Jika melihat analisa teknikal, IHSG seharusnya sudah lari kencang minggu depan.
“Jadi tinggal tunggu waktu saja sampai, nggak lama. Saya pikir kalau dilihat dari teknikalnya, minggu depan sudah lari kencang,” tambahnya.
(haa/haa)
Add
as a preferred
source on Google

















