• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik Tipis ke Rp17.830

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik Tipis ke Rp17.830

August 18, 2026
Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara

Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara

August 19, 2026
Profil Sarjito, Calon Tunggal Bos OJK yang Ngurusin Bursa Mineral

Profil Sarjito, Calon Tunggal Bos OJK yang Ngurusin Bursa Mineral

August 19, 2026
Beda KKI dan Kartu Kredit Visa-MasterCard Cs, Ini Penjelasan BI

Beda KKI dan Kartu Kredit Visa-MasterCard Cs, Ini Penjelasan BI

August 19, 2026
Video: Trump Klaim Hormuz Punya AS – IHSG Tergelincir ke Zona Merah

Video: Trump Klaim Hormuz Punya AS – IHSG Tergelincir ke Zona Merah

August 19, 2026
Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun!

Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun!

August 19, 2026
Digosipkan Mau Caplok Bayan (BYAN), Segini Harta Kekayaan Haji Isam

Digosipkan Mau Caplok Bayan (BYAN), Segini Harta Kekayaan Haji Isam

August 19, 2026
Pertama di Indonesia, BSI (BRIS) Luncurkan Hasanah KKI Card

Pertama di Indonesia, BSI (BRIS) Luncurkan Hasanah KKI Card

August 19, 2026
FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC

FTSE Russell Tunda Penyesuaian Ulang Indeks RI, Ancam Hapus Saham HSC

August 19, 2026
Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%

August 19, 2026
Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.830

Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.830

August 19, 2026
Breaking News! BYAN Seret IHSG Turun 1% Pagi Ini

Breaking News! BYAN Seret IHSG Turun 1% Pagi Ini

August 19, 2026
Ada IRSX, AADI, hingga INKP

Ada IRSX, AADI, hingga INKP

August 19, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, August 19, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik Tipis ke Rp17.830

1 day ago
in Market
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik Tipis ke Rp17.830
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan perdana pekan ini dengan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pasar keuangan domestik kembali dibuka setelah libur HUT ke-81 Republik Indonesia pada Senin kemarin.

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Selasa (18/8/2026), rupiah terdepresiasi tipis 0,06% ke posisi Rp17.830/US$.

Pelemahan tersebut membalikkan penguatan pada perdagangan Jumat (14/8/2026), ketika mata uang Garuda ditutup menguat 0,22% ke level Rp17.820/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,11% ke posisi 99,528.


Pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi pelemahan dolar AS di pasar global serta dimulainya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Dari eksternal, dolar AS berada di bawah tekanan setelah sejumlah data ekonomi Negeri Paman Sam menunjukkan pelemahan. Penjualan ritel AS pada Juli turun untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan, menyusul hilangnya lapangan kerja serta inflasi yang relatif terkendali.

Rangkaian data tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS sekaligus mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Pelaku pasar kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September hanya sebesar 30,6%, turun tajam dari 52,2% pada pekan sebelumnya.

Berkurangnya peluang kenaikan suku bunga tersebut menekan dolar dan memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.

Pasar selanjutnya akan menantikan simposium tahunan The Fed di Jackson Hole pada pekan depan untuk mencari petunjuk mengenai pandangan para pejabat bank sentral terhadap kondisi ekonomi dan arah kebijakan suku bunga.

Dari dalam negeri, BI mulai menggelar RDG selama dua hari pada 18-19 Agustus 2026. Keputusan kebijakan moneter akan diumumkan pada Rabu (19/8/2026).

BI diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,75% setelah menaikkan suku bunga secara agresif dengan total 75 basis poin sepanjang April-Juni 2026.

Selain keputusan suku bunga, pasar akan mencermati pandangan BI mengenai stabilitas rupiah, inflasi domestik, kondisi likuiditas perbankan, serta prospek pertumbuhan kredit hingga akhir tahun. Sikap dan panduan BI akan menjadi salah satu penentu arah rupiah berikutnya di tengah ketidakpastian global.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara

Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara

August 19, 2026
Profil Sarjito, Calon Tunggal Bos OJK yang Ngurusin Bursa Mineral

Profil Sarjito, Calon Tunggal Bos OJK yang Ngurusin Bursa Mineral

August 19, 2026
Beda KKI dan Kartu Kredit Visa-MasterCard Cs, Ini Penjelasan BI

Beda KKI dan Kartu Kredit Visa-MasterCard Cs, Ini Penjelasan BI

August 19, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .