• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp16.795

Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp16.795

January 9, 2026
Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

May 21, 2026
Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

May 21, 2026
Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

May 21, 2026
IHSG Ambruk 2% ke 6.100 hingga Ada BUMN Khusus Ekspor Sawit Cs

IHSG Ambruk 2% ke 6.100 hingga Ada BUMN Khusus Ekspor Sawit Cs

May 21, 2026
Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40 Jadi 12

Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40 Jadi 12

May 21, 2026
Analisis Penyebab IHSG Turun 2% Hari Ini, Sentuh Level 6.100-an

Analisis Penyebab IHSG Turun 2% Hari Ini, Sentuh Level 6.100-an

May 21, 2026
Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40Jadi 12

Anak Usaha Semen Indonesia Group Dipangkas dari 40Jadi 12

May 21, 2026
Breaking News! IHSG Anjlok 2%

Breaking News! IHSG Anjlok 2%

May 21, 2026
BI Rate Naik Jadi 5.25%, Nasib Rupiah Bisa Menguat ke Rp17.300

BI Rate Naik Jadi 5.25%, Nasib Rupiah Bisa Menguat ke Rp17.300

May 21, 2026
Danantara Bongkar Masalah BUMN: Impairment Tembus Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Masalah BUMN: Impairment Tembus Rp100 Triliun

May 21, 2026
Rupiah Masih Melemah di Rp 17.600 per Dolar AS

Rupiah Masih Melemah di Rp 17.600 per Dolar AS

May 21, 2026
Breaking News! IHSG Anjlok 1,43%

Breaking News! IHSG Anjlok 1,43%

May 21, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 21, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp16.795

4 months ago
in Lifestyle
Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp16.795
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (9/1/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah terdepresiasi sebesar 0,06% dan ditutup di level Rp16.795/US$. Pelemahan hari ini sekaligus memperpanjang tren pelemahan rupiah menjadi enam hari perdagangan beruntun sejak awal 2026.

Di sepanjang perdagangan rupiah sempat bergerak melemah hingga menembus level Rp16.843/US$ sebelum akhirnya pelemahan berkurang hingga di level penutupan.

Sementara itu, hingga pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS (DXY) kembali melanjutkan penguatan dengan naik 0,10% ke level 99,035. Level tersebut juga menjadi posisi terkuat DXY dalam satu bulan terakhir, atau sejak 10 Desember 2025.


Penguatan dolar AS di pasar global menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pelemahan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini.

Menguatnya DXY mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset berdenominasi dolar AS, sehingga meningkatkan permintaan dan menekan pergerakan mata uang lainnya, terutama mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk rupiah.

Dolar AS menguat seiring pelaku pasar mencermati rilis laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (nonfarm payrolls/NFP) terbaru, yang dinilai krusial dalam memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS.

Perhatian pasar juga tertuju pada data klaim pengangguran mingguan yang menunjukkan kenaikan tipis jumlah pengajuan tunjangan pengangguran, serta dinamika tingkat pengangguran yang berpotensi menjadi penentu arah kebijakan suku bunga ke depan.

Di sisi lain, pelaku pasar global juga mewaspadai potensi tambahan sentimen dari putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kewenangan Presiden AS dalam menerapkan tarif perdagangan berbasis status darurat. Putusan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi arah kebijakan perdagangan AS dan menambah ketidakpastian di pasar keuangan global.

Ekspektasi pasar saat ini masih menunjukkan peluang besar bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan FOMC akhir Januari mendatang. Kondisi ini turut menopang penguatan dolar AS dan memberikan tekanan lanjutan terhadap pergerakan rupiah.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

Saham Prajogo Babak Belur! Duit Rp 1.400 T Lenyap

May 21, 2026
Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

Rupiah Melemah-BBM Mahal, Biaya Operasional Pelayaran Melonjak

May 21, 2026
Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

Segini Gaji Debt Collector RI Setiap Tarik Mobil Nunggak Kredit

May 21, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .