• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Hadapi Beban Berat di 2026, Dolar Bisa di Atas Rp16.800

Rupiah Hadapi Beban Berat di 2026, Dolar Bisa di Atas Rp16.800

January 12, 2026
Mau Jadi Bos Indomaret? Ini Syarat dan Modal yang Dibutuhkan

Mau Jadi Bos Indomaret? Ini Syarat dan Modal yang Dibutuhkan

May 10, 2026
Pria India Sulap Rp1 Juta Jadi Rp95 Triliun, Begini Caranya

Pria India Sulap Rp1 Juta Jadi Rp95 Triliun, Begini Caranya

May 10, 2026
Cuan Menggiurkan, Emiten Pelayaran Ekspansi ke Offshore Migas

Cuan Menggiurkan, Emiten Pelayaran Ekspansi ke Offshore Migas

May 10, 2026
Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

Pasutri Hobi Pesta di Jakarta, Ternyata Hartanya Hasil Rampok

May 10, 2026
B50 Hingga RKAB 2026, Ujian & Peluang Baru Bisnis Alat Berat RI

B50 Hingga RKAB 2026, Ujian & Peluang Baru Bisnis Alat Berat RI

May 10, 2026
Pemerintah Sita Harta Karun Rp 15 T, Penemunya Dibiarkan Hidup Melarat

Pemerintah Sita Harta Karun Rp 15 T, Penemunya Dibiarkan Hidup Melarat

May 10, 2026
Keluarga Batak Ini Dimaling, Emas 1 Ton Hasil Nabung Ludes Seketika

Keluarga Batak Ini Dimaling, Emas 1 Ton Hasil Nabung Ludes Seketika

May 10, 2026
BI Siapkan 7 Jurus Penyelamatan Rupiah, Seberapa Efektif?

BI Siapkan 7 Jurus Penyelamatan Rupiah, Seberapa Efektif?

May 10, 2026
Terbongkar! Pengusaha Kaya Arab Ini Diam-Diam Jadi Intel Israel

Terbongkar! Pengusaha Kaya Arab Ini Diam-Diam Jadi Intel Israel

May 10, 2026
Bangun Pembangkit Sampah, Aturan Rumit Masih Jadi Tantangan

Bangun Pembangkit Sampah, Aturan Rumit Masih Jadi Tantangan

May 10, 2026
Jangan Timbun Uang di Rekening, Pakar Keuangan Ungkap Alasannya

Jangan Timbun Uang di Rekening, Pakar Keuangan Ungkap Alasannya

May 10, 2026
Negara Kaya Raya Mendadak Bangkrut, Penyebabnya Bikin Miris

Negara Kaya Raya Mendadak Bangkrut, Penyebabnya Bikin Miris

May 10, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, May 10, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Hadapi Beban Berat di 2026, Dolar Bisa di Atas Rp16.800

4 months ago
in News
Rupiah Hadapi Beban Berat di 2026, Dolar Bisa di Atas Rp16.800
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah ekonom memperkirakan tekanan terhadap mata uang rupiah masih akan terus berlanjut di kisaran atas proyeksi pemerintah sepanjang 2026.

Dalam UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026, asumsi indikator ekonomi makro untuk nilai tukar rupiah Rp 16.500/US$, di atas asumsi tahun sebelumnya di level Rp 16.000/US$.

Proyeksi kalangan ekonom terhadap kurs untuk tahun ini juga jauh di atas asumsi Bank Indonesia (BI). Dalam Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) 2026, nilai tukar rupiah diasumsikan di level US$ 16.430/US$ sepanjang tahun ini.

Head of Banking Research and Analytics Economy BCA Victor George Petrus Matindas mengungkapkan setidaknya ada tiga faktor yang berpotensi menekan nilai tukar rupiah sepanjang tahun ini, hingga berpotensi bergerak di kisaran atas Rp 16.800/US$, yaitu pelebaran defisit fiskal, tekanan inflasi, dan pelemahan surplus neraca perdagangan.

“Concerning terkait rupiah mainly selain dari soal fiskal beberapa pertanyaan investor ke kami terkait dengan trade surplus dan inflasi,” kata Victor saat ditemui di kantornya pekan lalu, dikutip Senin (12/1/2026).

Dari sisi fiskal, Victor menjelaskan, investor global banyak yang mengkhawatirkan tekanan defisit APBN pemerintah akan kembali membengkak pada tahun ini.

Pada 2025 saja, realisasi defisit APBN 2025 senilai Rp 695,1 triliun atau setara 2,92% produk domestik bruto (PDB). Defisit itu sekitar 112,8% dari target dalam UU APBN 2025 yang hanya senilai Rp 616,2 triliun atau setara dengan 2,53% PDB.

Defisit yang makin melebar akan membuat biaya penerbitan obligasi pemerintah makin tinggi, karena kecenderungan investor untuk meminta imbal hasil yang lebih besar. Hal ini berpotensi menekan aliran modal asing masuk yang dibutuhkan untuk memperkuat pasokan dolar di dalam negeri.

Mengutip catatan Bank Indonesia (BI), pada pekan pertama tahun ini, data transaksi 5 – 8 Januari 2026, aliran modal asing telah keluar Rp 1,38 triliun dari pasar Surat Berharga Negara (SBN).

“Ini yang jadi alasannya kenapa di semester II ada outflow juga dari goverment bonds, kita enggak bisa pinpoint penyebab apa tapi juga ada kabar realisasi anggaran sampai di defisit berapa dan ini juga menjadi salah satu risiko tahun depan depresiasi kurs,” tegasnya.

Faktor kedua, dari sisi inflasi, ia sebut juga menjadi kekhawatiran para investor global untuk Indonesia karena ada potensi pembengkakan ke level atas 3%. Selain karena terdorong faktor kenaikan harga emas juga ada efek rendahnya baseline tekanan inflasi pada kuartal I-2025 akibat insentif diskon listrik.

“Jadi concern mereka terkait rupiah mereka bertanya terkait outlook inflasi. Inflasi kan kemungkinan accelerate apalagi Q1 tahun lalu ada diskon listrik kan gede-gedean,” papar Victor.

Terkahir, faktor ketiga yang terkait dengan potensi pelemahan surplus neraca perdagangan, dipicu oleh potensi besarnya oversupply pasokan barang dari China di tingkat global, hingga normalisasi permintaan negara-negara mitra dagang yang tak terlepas dari lemahnya prospek pertumbuhan ekonomi mereka.

“Kita kan memang juga sudah ekspektasi trade surplus mengecil. Itu salah satu alasan rupiah agak melemah,” ungkapnya.

Sepanjang tahun ini, tim ekonom BCA memperkirakan, skenaro terbaik atau best-case bagi kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.565/US$, base cast di level Rp 16.842/US$, dan worst case Rp 17.334/US$.

Proyeksi terhadap kurs rupiah ini juga tak beda jauh dengan pandangan ekonom lainnya. Malahan, Ekonom UOB Kay Hian Surya Wijaksana melihat lebih pesimis terkait mata uang Garuda. “Rupiah end of year Rp 17.234/US$,” katanya kepada CNBC Indonesia.

Surya mengatakan nilai tukar rupiah berpotensi terbebani oleh kebijakan Bank Indonesia yang cenderung longgar. “Ada juga kekhawatiran pasar akan rupiah yang semakin tertekan akibat kebijakan moneter BI yang cenderung longgar,” katanya.

Ia turut memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2026 berada di 5,3% yoy. Namun, masih ada awan gelap yang mengiringi laju pertumbuhan ekonomi yang juga akan menjadi beban bagi pergerakan nilai tukar rupiah.

“Tantangan masih ada, antara lain meningkatnya proteksionisme di tingkat global, masih lemahnya daya beli kelas menengah dan menengah bawah dan efek multiplier dari program-program baru pemerintah yang masih terbatas,” ucap Surya.

Kendati begitu, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede meyakini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mampu menguat pada 2026, namun terbatas.

“Nilai tukar rupiah diperkirakan menguat terbatas, dengan kisaran Rp16.500-Rp16.700 per dolar AS pada akhir 2026,” ujarnya kepada CNBC Indonesia.

Ia mengatakan bahwa penguatan rupiah ditopang peluang aliran modal masuk saat kondisi suku bunga global lebih mendukung. Tapi, ruang apresiasinya tidak besar karena beberapa faktor penahan.

“Normalisasi harga komoditas, defisit transaksi berjalan yang cenderung melebar dibanding 2025, serta kekhawatiran pasar bila bauran kebijakan dalam negeri terlalu longgar di tengah kebutuhan pembiayaan defisit yang meningkat,” tegasnya.

Sepanjang tahun lalu, pergerakan kurs rupiah memang telah jauh melenceng dari perkiraan pemerintah maupun Bank Indonesia (BI).

Dalam konferensi pers APBN 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan selama tahun berjalan (ytd) kurs rupiah bertengger di level Rp 16.475/US$, sedangkan di akhir tahun buku (eop) Rp 16.782/US$. Padahal, asumsi kurs dalam APBN 2025 Rp 16.000 dan dalam asumsi ATBI 2025 Rp 15.285/US$.

(arj/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Mau Jadi Bos Indomaret? Ini Syarat dan Modal yang Dibutuhkan

Mau Jadi Bos Indomaret? Ini Syarat dan Modal yang Dibutuhkan

May 10, 2026
Pria India Sulap Rp1 Juta Jadi Rp95 Triliun, Begini Caranya

Pria India Sulap Rp1 Juta Jadi Rp95 Triliun, Begini Caranya

May 10, 2026
Cuan Menggiurkan, Emiten Pelayaran Ekspansi ke Offshore Migas

Cuan Menggiurkan, Emiten Pelayaran Ekspansi ke Offshore Migas

May 10, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .