• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Melemah di Tengah Huru-Hara Global, Dolar ke Rp 16.620

Rupiah Melemah di Tengah Huru-Hara Global, Dolar ke Rp 16.620

October 24, 2025
Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

July 18, 2026
Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

July 18, 2026
Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

July 18, 2026
Terbaru, Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026

Terbaru, Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri-BRI-BNI 18 Juli 2026

July 18, 2026
Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?

Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?

July 17, 2026
DPR, BI & OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!

DPR, BI & OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!

July 17, 2026
Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar

Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar

July 17, 2026
DJP Mulai Bidik Wajib Pajak Baru, Sisir Data Rekening-Plat Nomor

DJP Mulai Bidik Wajib Pajak Baru, Sisir Data Rekening-Plat Nomor

July 17, 2026
Usai BI Batasi Beli Dolar US.000, Begini Kondisi di Money Changer

Usai BI Batasi Beli Dolar US$10.000, Begini Kondisi di Money Changer

July 17, 2026
IHSG Lawan Arus! Naik 1,1% Saat Bursa Asia Kebakaran

IHSG Lawan Arus! Naik 1,1% Saat Bursa Asia Kebakaran

July 17, 2026
BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Beri Bukti Ini

BI Klaim Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Beri Bukti Ini

July 17, 2026
IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

IHSG Naik 1,1%, Volume Pasar Naik dan Emiten Bank Diserbu

July 17, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, July 18, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Melemah di Tengah Huru-Hara Global, Dolar ke Rp 16.620

9 months ago
in Market
Rupiah Melemah di Tengah Huru-Hara Global, Dolar ke Rp 16.620
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis pada awal perdagangan hari ini, Jumat (24/10/2025).

Merujuk Refinitiv, rupiah ada di posisi Rp.16.620/US$1 atau melemah 0,02% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat pukul 09.04 WIB.

Sebagai catatan, rupiah tercatat turun 0,27% ke posisi Rp16.615/US$ pada perdagangan Kamis kemarin.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 08.35 WIB ada di posisi 98,97 atau ke posisi tetringginya sejak 10 Oktober 2025.


Pergerakan rupiah hari ini akan banyak dibayangi oleh faktor eksternal mulai dari ancaman baru AS ke Rusia hingga mendidihnya harga minyak.

Harga minyak mentah melonjak lebih dari 5% ke level tertinggi dalam dua minggu pada perdagangan Kamis (23/10/2025), menyusul pengumuman sanksi AS terhadap perusahaan-perusahaan minyak utama Rusia.

AS melarang dua raksasa milik negara, Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC, dalam langkah yang bertujuan menambah tekanan terhadap Kremlin terkait kurangnya komitmen Moskow terhadap perdamaian di Ukraina.

Rosneft, yang dipimpin sekutu Putin, Igor Sechin, dan Lukoil bersama-sama menyumbang hampir setengah dari ekspor minyak Rusia, sekitar 2,2 juta barel per hari, dengan pendapatan dari minyak dan gas menyumbang sekitar seperempat anggaran federal.

Setelah sanksi diumumkan, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia akan menekan pembeli besar, dan berencana membahas impor minyak Rusia dengan Presiden China Xi Jinping minggu depan, setelah menegaskan kembali bahwa India akan mengurangi pembeliannya.


Sanksi ini langsung memicu kekhawatiran pasar akan terjadinya pengetatan pasokan (supply disruption) minyak mentah global. Rusia adalah salah satu produsen minyak terbesar dunia, sehingga gangguan pada alur ekspornya berdampak signifikan.

Reaksi pasar instan yaitu harga minyak mentah (seperti Brent dan WTI) langsung “mendidih”. Bagi Indonesia, ini adalah kabar buruk.

Sebagai negara net importir minyak, kenaikan harga minyak dunia akan melebarkan defisit neraca dagang migas, mengerek biaya subsidi energi (BBM dan LPG) dalam APBN, dan menjadi bahan bakar utama inflasi.

Lonjakan impor bisa semakin membebani rupiah.

Sentimen buruk lain datang dari agresi ekonomi terhadap Rusia berlanjut. Uni Eropa (UE) dilaporkan baru saja menjatuhkan “bom” sanksi baru yang menargetkan langsung lingkaran dalam kekuasaan Presiden Vladimir Putin.

Berbeda dari sanksi sektoral, paket terbaru ini bersifat lebih personal dan tajam, dirancang untuk “memiskinkan” para elite dan oligarki yang menopang rezim Kremlin. Tujuannya adalah menciptakan tekanan internal.

Sanksi ini mencakup pembekuan aset besar-besaran-mulai dari rekening bank, properti mewah, hingga superyacht-yang dimiliki oleh kroni-kroni Putin di wilayah yurisdiksi Eropa.

Fokus utama pelaku pasar rupiah pada akhir pekan ini juga tertuju pada satu data yaitu rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan diumumkan hari ini Jumat.

Data Indeks Harga Konsumen (CPI) ini akan menjadi penentu arah kebijakan Bank Sentral AS, The Fed. Investor tidak hanya akan melihat inflasi utama, tetapi akan membedah angka inflasi inti (Core CPI), yang tidak termasuk harga pangan dan energi.

Angka inti ini dianggap sebagai cerminan terbaik dari tekanan harga yang ‘lengket’ (sticky inflation), yang menjadi kekhawatiran utama The Fed.
Sebagai catatan, inflasi AS (YoY) melandai ke 2,9% pada Agustus 2025 sementara inflasi inti tetap di 3,1% (YoY). 

(mae/mae)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Donald Trump Melunak ke Rusia, Harga Minyak Merosot




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Resmi! Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

July 18, 2026
Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

Pasar Pantau Penilaian MSCI Cs, Apa Efeknya ke Bursa Saham?

July 18, 2026
Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

Video: Jawab Sentimen MSCI hingga S&P, OJK

July 18, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .