• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Saat Dunia Gila Emas, Warren Buffet Malah Tak Tertarik, Kenapa?

Saat Dunia Gila Emas, Warren Buffet Malah Tak Tertarik, Kenapa?

October 26, 2025
Banyak Agenda Penting, Bursa Asia Kompak Loyo

Banyak Agenda Penting, Bursa Asia Kompak Loyo

July 28, 2026
Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL, Kini Kuasai 7,03%

Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL, Kini Kuasai 7,03%

July 28, 2026
Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

July 28, 2026
PERBANAS Buka Suara Soal Pergantian Gubernur BI

PERBANAS Buka Suara Soal Pergantian Gubernur BI

July 28, 2026
Kelola Dana Rp180 T, BPKH Beberkan Strategi Masuk Pasar Modal

Kelola Dana Rp180 T, BPKH Beberkan Strategi Masuk Pasar Modal

July 28, 2026
IHSG Melemah Pasca Gubernur BI Mundur, Asing Kompak Lego 10 Saham Ini

IHSG Melemah Pasca Gubernur BI Mundur, Asing Kompak Lego 10 Saham Ini

July 28, 2026
DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

July 27, 2026
Tawarkan Kupon Menarik, Cari Tahu Cara Beli ORI030 di BRImo

Tawarkan Kupon Menarik, Cari Tahu Cara Beli ORI030 di BRImo

July 27, 2026
Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

July 27, 2026
OJK Susun Ulang Aturan Unitlink, Ini Bocorannya

OJK Susun Ulang Aturan Unitlink, Ini Bocorannya

July 27, 2026
Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI: Market Tidak Perlu Panik

Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI: Market Tidak Perlu Panik

July 27, 2026
Prabowo Minta KSSK Libatkan Danantara Dalam Pengambilan Keputusan

Prabowo Minta KSSK Libatkan Danantara Dalam Pengambilan Keputusan

July 27, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 28, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Saat Dunia Gila Emas, Warren Buffet Malah Tak Tertarik, Kenapa?

9 months ago
in News
Saat Dunia Gila Emas, Warren Buffet Malah Tak Tertarik, Kenapa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas telah melonjak lebih dari 65% sejak awal tahun, mendekati level US$4.350 per ons atau sekitar Rp72,1 juta. Namun, menariknya, instrumen yang tengah bersinar ini justru tidak banyak diminati oleh investor kawakan seperti Warren Buffett.

Melansir International Business Times, lonjakan harga emas dipicu oleh meningkatnya pembelian logam mulia oleh investor dan bank sentral di tengah tekanan inflasi tinggi, ketidakpastian makroekonomi, perang dagang, serta volatilitas pasar saham.

Adapun, situasi global yang penuh ketidakpastian tersebut semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai yang dianggap paling aman.

Akan tetapi, investor legendaris sekaligus Ketua Berkshire Hathaway, Warren Buffett, sejak lama menyoroti kelemahan emas sebagai investasi jangka panjang.

Dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2011, Buffett menggambarkan emas sebagai aset yang “tidak banyak berguna dan tidak produktif,” karena tidak menghasilkan arus kas atau menciptakan nilai dari waktu ke waktu.

Pria yang dijuluki “Oracle of Omaha” itu juga mengatakan dalam wawancara tahun 2011 bahwa “emas adalah cara untuk ikut serta dalam ketakutan.” Ia menilai harga emas sangat bergantung pada sentimen pasar-naik ketika investor cemas terhadap ekonomi, dan turun saat pasar optimistis.

Buffett sendiri lebih menyukai aset yang dapat menghasilkan arus kas dan tumbuh secara majemuk dalam jangka panjang. Meski begitu, Buffett sempat berbalik arah pada tahun 2020 ketika Berkshire Hathaway mengumumkan kepemilikan saham senilai US$565 juta (£420,5 juta) di Barrick Gold, salah satu perusahaan tambang emas terbesar di dunia.

Langkah ini diambil pada puncak pandemi COVID-19 dan dianggap sebagai keputusan yang mengejutkan industri saat itu. Namun, pada akhir 2020, Berkshire telah menjual seluruh sahamnya di Barrick, menjadikannya salah satu investasi jangka pendek yang jarang dilakukan Buffett.

Sementara itu, sejumlah analis dan pendiri hedge fund justru mendorong investor untuk menambah porsi emas dalam portofolionya. Pada September lalu, Kepala Investasi Morgan Stanley, Mike Wilson, menyarankan alokasi hingga 20% dari portofolio ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, juga menekankan peran defensif emas dalam portofolio saat peluncuran Abu Dhabi Finance Week bulan lalu. Ia menjelaskan bahwa emas dapat melindungi investor dari pasar yang tidak sehat akibat tingginya utang, dengan rekomendasi alokasi sebesar 10% hingga 15%.

Baru-baru ini, David Schlesser dari VanEck juga menyarankan investor agar menempatkan setidaknya 5% portofolio mereka di emas. Ia memperkirakan harga emas bisa menembus US$5.000 (£3.721) per ons pada tahun 2026, seiring kenaikan harga yang beriringan dengan bitcoin.

“Keduanya merupakan aset penyimpan nilai terdesentralisasi yang tidak bergantung pada pemerintah mana pun,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kritik Buffett terhadap emas didasari oleh sifatnya yang tidak produktif dan tidak menghasilkan pendapatan. Ia meyakini kekayaan jangka panjang hanya bisa dibangun melalui aset yang memberikan arus kas dan tumbuh nilainya dari waktu ke waktu.

Meski kenaikan harga emas menarik minat banyak investor, Buffett menilai, logam mulia tersebut sebaiknya hanya digunakan sebagai lindung nilai, bukan pengganti strategi investasi berbasis nilai.

(rob/haa)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Pasar Gonjang-ganjing, Warren Buffett Timbun Rp 4.977 T di Aset Ini




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Banyak Agenda Penting, Bursa Asia Kompak Loyo

Banyak Agenda Penting, Bursa Asia Kompak Loyo

July 28, 2026
Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL, Kini Kuasai 7,03%

Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL, Kini Kuasai 7,03%

July 28, 2026
Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

July 28, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .