• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Selat Hormuz Tutup, 1 Miliar Barel Minyak Hilang

Selat Hormuz Tutup, 1 Miliar Barel Minyak Hilang

April 22, 2026
Banyak Agenda Penting, Bursa Asia Kompak Loyo

Banyak Agenda Penting, Bursa Asia Kompak Loyo

July 28, 2026
Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL, Kini Kuasai 7,03%

Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL, Kini Kuasai 7,03%

July 28, 2026
Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

July 28, 2026
PERBANAS Buka Suara Soal Pergantian Gubernur BI

PERBANAS Buka Suara Soal Pergantian Gubernur BI

July 28, 2026
Kelola Dana Rp180 T, BPKH Beberkan Strategi Masuk Pasar Modal

Kelola Dana Rp180 T, BPKH Beberkan Strategi Masuk Pasar Modal

July 28, 2026
IHSG Melemah Pasca Gubernur BI Mundur, Asing Kompak Lego 10 Saham Ini

IHSG Melemah Pasca Gubernur BI Mundur, Asing Kompak Lego 10 Saham Ini

July 28, 2026
DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

July 27, 2026
Tawarkan Kupon Menarik, Cari Tahu Cara Beli ORI030 di BRImo

Tawarkan Kupon Menarik, Cari Tahu Cara Beli ORI030 di BRImo

July 27, 2026
Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

Bos LPS Bantah Ada Fenomena Masyarakat RI Makan Duit Tabungan

July 27, 2026
OJK Susun Ulang Aturan Unitlink, Ini Bocorannya

OJK Susun Ulang Aturan Unitlink, Ini Bocorannya

July 27, 2026
Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI: Market Tidak Perlu Panik

Perry Warjiyo Mundur, Pjs Gubernur BI: Market Tidak Perlu Panik

July 27, 2026
Prabowo Minta KSSK Libatkan Danantara Dalam Pengambilan Keputusan

Prabowo Minta KSSK Libatkan Danantara Dalam Pengambilan Keputusan

July 27, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 28, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

Selat Hormuz Tutup, 1 Miliar Barel Minyak Hilang

3 months ago
in Market
Selat Hormuz Tutup, 1 Miliar Barel Minyak Hilang
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar minyak dunia kehilangan setidaknya 1 miliar barel akibat perang di Iran. CEO Vitol Russell Hardy mengatakan, selain minyak mentah, produk olahan juga ikut terimbas konflik Timur Tengah yang masih berlangsung.

Pemimpin Vitol sejak 2018 tersebut mengatakan, serangan terhadap infrastruktur energi di Teluk dan penutupan Selat Hormuz telah mengakibatkan hilangnya sekitar 12 juta barel produksi minyak per hari sejak AS dan Israel pertama kali membom Iran pada akhir Februari lalu.

“Secara kasar, angka 1 miliar [barel] sudah diperhitungkan sekarang karena kita mungkin telah kehilangan 600 juta hingga 700 juta pada tahap ini, tetapi saat situasi mulai bergerak lagi jika memang bergerak lagi diperlukan waktu untuk memulihkan kembali semua [infrastruktur yang ditutup atau rusak],” kata Hardy dalam FT Commodities Global Summit di Lausanne, dikutip Rabu (22/4/2026).

Kepala perusahaan minyak terbesar di dunia tersebut mengatakan bahwa perang ini merupakan gangguan terbesar di pasar energi selama dirinya yang berkarir hampir 40 tahun. Bahkan lebih parah dari konflik antara Irak dan Kuwait tahun 1990.

“Saat ini, semua kapasitas cadangan berada di belakang Selat Hormuz, sehingga dampaknya jelas sangat langsung,” ungkapnya.

Para pedagang komoditas telah berulang kali memperingatkan bahwa dampak dari penutupan Selat Hormuz masih jauh dari berakhir, bahkan jika Gedung Putih dan Iran mencapai kesepakatan dalam beberapa hari mendatang.

Pelaku pasar telah memperingatkan akan terjadinya guncangan pangan global akibat pasokan pupuk yang rendah menyusul hilangnya pasokan gas dari Timur Tengah. Apalagi, adanya perlambatan penambangan tembaga akibat hilangnya pasokan asam sulfat dari Teluk, sementara risiko kekurangan energi meningkat setiap hari selama selat tersebut tetap ditutup.

Hilangnya 1 miliar barel setara dengan sekitar 10 hari konsumsi minyak global dan lebih dari dua kali lipat jumlah yang dilepaskan dari cadangan strategis dalam upaya untuk memitigasi dampak terhadap pasokan energi.

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala eksekutif Gunvor, Gary Pedersen, yang memperingatkan akan adanya dampak serius akibat penutupan Selat Hormuz yang terus berlanjut.

“Ketika Anda menghentikan pasokan energi sebesar itu melalui rantai pasokan selama ini dan berpotensi lebih lama lagi, konsekuensi dari hal ini sangat nyata,” katanya.

Frederic Lassere, kepala riset di Gunvor, memprediksi bahwa perang akan memicu resesi global jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali pada akhir Juli.

“Jika kita tidak mendapatkan pembukaan kembali [selat] dalam tiga bulan ke depan, maka ini akan menjadi masalah makro di mana dunia terjerumus ke dalam resesi,” katanya.

Sementara Richard Holtum yang merupakan CEO Trafigura, berargumen bahwa meskipun ekonomi akan terpukul oleh harga yang lebih tinggi, negara-negara terkaya seharusnya dapat menghindari kekurangan fisik yang nyata.

Holtum mengatakan situasi ini mirip dengan krisis gas di Eropa pasca invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. “Eropa kehilangan sepertiga pasokan gasnya, tetapi Eropa tidak mengalami pemadaman listrik,” katanya, sambil menambahkan bahwa harga memang melonjak, tetapi tidak ada kekurangan pasokan.

“Hal yang persis sama akan terjadi di sini. Negara-negara kaya akan melindungi konsumen mereka dan negara-negara yang kurang mampu membayar akan menderita akibat penurunan permintaan,” imbuhnya.

Para pedagang dan analis tetap skeptis terhadap kemampuan AS untuk mencapai kesepakatan yang mengarah pada pembukaan kembali selat tersebut dengan cepat.

Helima Croft, kepala strategi komoditas global di RBC Capital Markets, mengatakan bahwa pasar ekuitas AS diperdagangkan mendekati level tertinggi sepanjang masa, sebagian karena para pedagang salah bertaruh pada penyelesaian yang cepat.

“Saya berpikir ada juga anggapan bahwa Presiden [Donald] Trump bisa saja duduk di Gedung Putih dan menyelesaikan masalah ini,” katanya.

“Orang-orang terus bilang, ‘yah, dia bisa saja mundur’, tapi sekali lagi, butuh dua pihak untuk ‘Taco’,” tambahnya.

(ayh/ayh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Banyak Agenda Penting, Bursa Asia Kompak Loyo

Banyak Agenda Penting, Bursa Asia Kompak Loyo

July 28, 2026
Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL, Kini Kuasai 7,03%

Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL, Kini Kuasai 7,03%

July 28, 2026
Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

July 28, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .