• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Setelah Sentuh Level 9.000, IHSG Hari Ini Rehat Dulu

Setelah Sentuh Level 9.000, IHSG Hari Ini Rehat Dulu

January 8, 2026
Di Tengah Sorotan ke BUMN Ekspor, Asing Diam-Diam Borong Saham Ini

Di Tengah Sorotan ke BUMN Ekspor, Asing Diam-Diam Borong Saham Ini

May 25, 2026
Wamenkeu Juda Agung Beberkan 3 Strategi Utang RI di 2026

Wamenkeu Juda Agung Beberkan 3 Strategi Utang RI di 2026

May 25, 2026
OJK Bongkar Data, Tabungan Dolar Warga RI Naik

OJK Bongkar Data, Tabungan Dolar Warga RI Naik

May 25, 2026
Dorong Rupiah Balik ke Rp 15.000/US$, Purbaya Siap Beraksi Minggu Ini

Dorong Rupiah Balik ke Rp 15.000/US$, Purbaya Siap Beraksi Minggu Ini

May 25, 2026
Net Sell Asing Melandai Jelang MSCI Efekftif, Saham Ini Banyak Dibuang

Net Sell Asing Melandai Jelang MSCI Efekftif, Saham Ini Banyak Dibuang

May 25, 2026
FTSE Tendang DSSA hingga HILL, Berlaku 22 Juni 2026

FTSE Tendang DSSA hingga HILL, Berlaku 22 Juni 2026

May 24, 2026
Nabung Rp95 Ribu Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

Nabung Rp95 Ribu Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

May 24, 2026
Nabung Rp95 Ribu Bisa Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

Nabung Rp95 Ribu Bisa Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

May 24, 2026
Banyak Orang Paham Asuransi, tapi Belum Mau Beli

Banyak Orang Paham Asuransi, tapi Belum Mau Beli

May 24, 2026
BNI Tekankan Pentingnya Integritas Dalam Manajemen Keuangan

BNI Tekankan Pentingnya Integritas Dalam Manajemen Keuangan

May 24, 2026
Investasi Pilihan MI Saat IHSG & Rupiah Kompak Melemah

Investasi Pilihan MI Saat IHSG & Rupiah Kompak Melemah

May 24, 2026
Prabowo Siapkan 400 Calon Bos BUMN, Digembleng 9 Bulan di PFLP

Prabowo Siapkan 400 Calon Bos BUMN, Digembleng 9 Bulan di PFLP

May 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, May 25, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Setelah Sentuh Level 9.000, IHSG Hari Ini Rehat Dulu

5 months ago
in Lifestyle
Setelah Sentuh Level 9.000, IHSG Hari Ini Rehat Dulu
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan berakhir di zona merah hari ini, Kamis (8/1/2026).

Indeks tercatat turun 19,34 poin atau 0,22% ke level 8.925,47. Indeks pada sesi 1 sempat menguat dan menyentuh level 9.000. Akan tetapi memasuki sesi 2 indeks mulai koreksi dan sempat menyentuh level terendah di 8.918,41. 

Sebanyak 380 saham turun, 328 saham naik, dan 250 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 28,78 triliun, melibatkan 51,58 miliar saham dalam 3,71 juta kali transaksi. 

Mengutip Refinitiv, sektor bahan baku anjlok paling dalam, yakni 1,88%. Hal ini seiring dengan saham-saham seperti Aneka Tambah (ANTM), Merdeka Copper Gold (MDKA), Bumi Resources Minerals (BRMS), hingga Amman Mineral International (AMMN) menjadi pemberat utama indeks. 

ANTM yang koreksi 9,35% membebani 7,14 indeks poin. Lalu MDKA 4,4 indeks poin dan BRMS 3,08 indeks poin. Namun pemberat utama IHSG hari ini adalah Bank Central Asia (BBCA) yang menyumbang -9,5 indeks poin. 

Kendati demikian, perdagangan hari ini menjadi bersejarah karena untuk pertama kalinyaIHSG menyentuh titik 9.000. Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat memperkirakan bahwa IHSG akan menyentuh level 9.000.

“To the moon,” kata Purbaya menanggapi IHSG yang berhasil menyentuh level 9.000 hari ini.

Dia pun optimistis pada 2026 IHSG akan melampaui level 10.000. “10.000 tahun depan? lebih lah,” kata Purbaya.

Ucapannya itu didasarkan pada kebijakan pemerintah yang kian sinkron, selain juga didorong ekonomi Indonesia yang kian membaik.

Sementara itu, jika menilik ke belakang, perjalanan IHSG menuju 9.000 penuh dengan drama. Pada April 2025, pasar saham tanah air sempat ambruk menyentuh titik terendah di area 5.800.

Pemicu utamanya adalah sentimen negatif global bertajuk “Liberation Day” dari Presiden AS Donald Trump, yang saat itu menebar ketakutan perang dagang dan proteksionisme agresif. Namun, kepanikan itu terbukti hanya sesaat.

Fundamental ekonomi Indonesia yang kuat berhasil membalikkan keadaan, membawa IHSG rebound secara signifikan hingga ke posisi puncaknya hari ini.

Sentimen positif juga datang dari persepsi para analis. Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menilai lonjakan IHSG ini tidak lepas dari optimisme pelaku pasar terhadap rilis realisasi APBN 2025.

Kinerja anggaran negara yang solid memberikan kepercayaan diri bahwa pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menstimulasi ekonomi tahun ini.

Hal ini sejalan dengan data perdagangan yang menunjukkan adanya foreign inflow (arus dana asing masuk) yang deras sepanjang Desember 2025 hingga Januari 2026 hari ini.

Investor asing kembali melirik aset-aset Indonesia yang dinilai memiliki valuasi menarik dan prospek pertumbuhan laba emiten yang menjanjikan dibandingkan negara emerging market lainnya karena menariknya kenaikan PDB Indonesia di tengah dinamika geopolitik yang tidak pasti ini.

Maximilianus Nico Demus Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan IHSG akhirnya bisa melewati target 9.000 dengan baik, meskipun hanya menyentuh 9.002.

“Hal ini memberikan peluang yang lebih besar bagi IHSG untuk dapat menyentuh 10.000. Meskipun ada tensi geopolitik yang tengah terjadi saat ini, pelaku pasar lebih cenderung terhadap sikap optimis,” ujar Nico kepada CNBC Indonesia.

Dia menambahkan ada beberapa isu yang menjadi perhatian pelaku pasar dan investor. Di antaranya akselerasi perekonomian Indonesia, optimalisasi program andalan, ruang pemangkasan tingkat suku bunga Bank Indonesia, dan ruang pemangkasan tingkat suku bunga The FEd

Namun bukan berarti sentimen ini positif terus. Dia mengingatkan tensi geopolitik masih menjadi ancaman pelaku pasar dan investor, seperti Taiwan dan China.

“Kalaupun IHSG mengalami koreki diharapkan jangan sampai di bawah 8.775 untuk menjaga harapan kembali ke 9.000,” ujarnya.

Hal yang menarik dari rekor 9.000 ini adalah peran krusial investor domestik. Berbeda dengan era sebelumnya yang sangat bergantung pada asing, saat ini investor ritel memegang kendali signifikan dengan porsi transaksi mencapai kurang lebih 50% dari total perdagangan harian. Kekuatan ritel ini menjadi bantalan utama yang menjaga likuiditas pasar tetap terjaga saat asing sempat keluar di awal tahun lalu.

Pesta di pasar saham ini semakin lengkap dengan sentimen global yang mulai melunak. Konsensus pasar kini meyakini bahwa era suku bunga tinggi akan segera berakhir.

Bank Sentral AS (The Fed) diproyeksikan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak dua kali tahun depan. Pelonggaran moneter global ini menjadi katalis positif, karena akan memicu aliran dana murah (cheap money) kembali membanjiri pasar negara berkembang, termasuk Indonesia walaupun ada resiko geopolitik global yang kian memanas setiap harinya.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

Did Channel 9, “A Current Affair”, journalist Margueritte Rossi commit a criminal offence by aiding and abetting a corporate extortion and blackmail attempt?

January 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Di Tengah Sorotan ke BUMN Ekspor, Asing Diam-Diam Borong Saham Ini

Di Tengah Sorotan ke BUMN Ekspor, Asing Diam-Diam Borong Saham Ini

May 25, 2026
Wamenkeu Juda Agung Beberkan 3 Strategi Utang RI di 2026

Wamenkeu Juda Agung Beberkan 3 Strategi Utang RI di 2026

May 25, 2026
OJK Bongkar Data, Tabungan Dolar Warga RI Naik

OJK Bongkar Data, Tabungan Dolar Warga RI Naik

May 25, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .