• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Soal Kebijakan Tarif Impor 19% dari Trump, Bos OJK Buka Suara

Soal Kebijakan Tarif Impor 19% dari Trump, Bos OJK Buka Suara

July 16, 2025
IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

September 23, 2026
CFOBayan Resources (BYAN) Jual Saham Jelang Akuisisi Oleh Haji Isam

CFOBayan Resources (BYAN) Jual Saham Jelang Akuisisi Oleh Haji Isam

September 23, 2026
Asing Terciduk Diam-Diam Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Anjlok 1,69%

Asing Terciduk Diam-Diam Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Anjlok 1,69%

September 23, 2026
Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Pasar AS di Tengah Konflik Iran

Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Pasar AS di Tengah Konflik Iran

September 23, 2026
Emiten Prajogo Pengestu (CDIA) Bagi Dividen Interim, Ini Jadwalnya

Emiten Prajogo Pengestu (CDIA) Bagi Dividen Interim, Ini Jadwalnya

September 23, 2026
IHSG Ambruk 1,69%! Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Ambruk 1,69%! Asing Lepas 10 Saham Ini

September 23, 2026
Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

Lampaui Surat Utang, Penerbitan Sukuk Ritel Tembus Rp652,2 Triliun

September 22, 2026
Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

September 22, 2026
Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

Rupiah Melemah & IHSG Terkoreksi 1,69% Anjlok ke 6.200-an

September 22, 2026
Diam-Diam Konglomerat Pengendali Saratoga Borong Saham Rp 1,49 M

Diam-Diam Konglomerat Pengendali Saratoga Borong Saham Rp 1,49 M

September 22, 2026
Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 20 Tahun

Pemerintah RI Terbitkan Rp615,9 T Surat Utang Ritel dalam 20 Tahun

September 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 23, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Soal Kebijakan Tarif Impor 19% dari Trump, Bos OJK Buka Suara

1 year ago
in Lifestyle
Soal Kebijakan Tarif Impor 19% dari Trump, Bos OJK Buka Suara
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons kesepakatan kebijakan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Seperti diketahui, Indonesia dikenakan tarif sebesar 19% untuk ekspor ke AS, sedangkan Negeri Paman Sam tidak dikenakan sepeserpun untuk produk yang dikapalkan ke Tanah Air.

Kedua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengapresiasi hasil kesepakatan tersebut. Pasalnya terjadi penurunan tarif dari sebelumnya yang sebesar 32% dan angka tersebut menjadi yang terendah di negara kawasan.

“Apa yang dicapai itu bagus, karena di satu sisi tadi secara relatif bisa tetap menjaga baik kemungkinan akses pasar Indonesia ke Amerika Serikat,” ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Menurutnya, meskipun Indonesia tetap dikenakan tarif 19% dan tidak ada pengenaan tarif bagi AS, dapat tetap menguntungkan Indonesia karena akan lebih unggul dibandingkan negara-negara lainnya.

“Karena walaupun terkena tarif tapi dibandingkan yang lain nampaknya termasuk yang lebih rendah, sehingga daya saingnya itu akan secara berbandingan dengan negara-negara lain akan baik,” sebutnya.

Sementara itu terkait tidak ada pengenaan tarif sepeserpun untuk impor AS ke Indonesia, dampaknya akan bergantung dari permintaan produk AS. “Dan kemungkinannya kalau hal tadi itu menunjukkan peningkatan impor dari Amerika Serikat karena sifat dari produknya,” imbuhnya.

Mahendra melanjutkan bahwa dengan adanya kebijakan ini akan mengurangi permintaan terhadap produk serupa dari negara lain. “Jadi kalau dari sisi itu sebenarnya tidak terlalu ada pengaruh. Karena akan menggantikan saingannya yang tidak dikenakan tarif yang lebih rendah,” ucapnya.

Lebih jauh, Mahendra melihat penerapan tarif impor dari AS akan menjadi kondisi normal baru, sehingga akan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi. “Kalau kita melihatnya sebagai suatu realita baru, bahkan kalau menjadi new normal baru. Maka apa yang dicapai memang betul. Akan cukup baik pada penguatan kepercayaan dan juga momentum bagi pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Pelaku Pasar Modal Solid, IHSG Langsung Terbang 4%




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

September 23, 2026
CFOBayan Resources (BYAN) Jual Saham Jelang Akuisisi Oleh Haji Isam

CFOBayan Resources (BYAN) Jual Saham Jelang Akuisisi Oleh Haji Isam

September 23, 2026
Asing Terciduk Diam-Diam Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Anjlok 1,69%

Asing Terciduk Diam-Diam Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Anjlok 1,69%

September 23, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .