• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Suku Bunga Kredit Bank Masih Tinggi, OJK Sebut Kebijakan Purbaya

Suku Bunga Kredit Bank Masih Tinggi, OJK Sebut Kebijakan Purbaya

October 22, 2025
Allianz Akuisisi Unit Asuransi HSBC di Negeri Singa Senilai Rp 37,5 T

Allianz Akuisisi Unit Asuransi HSBC di Negeri Singa Senilai Rp 37,5 T

July 25, 2026
Sosok Orang Kaya Israel yang Punya Mesin Uang di RI

Sosok Orang Kaya Israel yang Punya Mesin Uang di RI

July 25, 2026
Pakai EV, Siapkah Bisnis Logistik Ekspansi ke Daerah Rural?

Pakai EV, Siapkah Bisnis Logistik Ekspansi ke Daerah Rural?

July 25, 2026
Direktur Emiten RANS milik Raffi Ahmad Ini Mundur, Ada Apa?

Direktur Emiten RANS milik Raffi Ahmad Ini Mundur, Ada Apa?

July 25, 2026
Pindar Salurkan Kredit Rp 103 Triliun, OJK Dorong Kehati-hatian

Pindar Salurkan Kredit Rp 103 Triliun, OJK Dorong Kehati-hatian

July 25, 2026
Dikenai Pajak Rp129 T, Taipan Ini Beri Respons Mengejutkan

Dikenai Pajak Rp129 T, Taipan Ini Beri Respons Mengejutkan

July 25, 2026
5 Karakteristik Warga Kelas Bawah yang Perlu Diketahui

5 Karakteristik Warga Kelas Bawah yang Perlu Diketahui

July 25, 2026
Prospek Bisnis Pelayaran Saat Prabowo Dorong Produksi Migas RI

Prospek Bisnis Pelayaran Saat Prabowo Dorong Produksi Migas RI

July 25, 2026
Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK atau BI Checking

Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK atau BI Checking

July 25, 2026
Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

Duit di Rekening Terkuras Habis, Awas Modus Baru Maling M-Banking

July 25, 2026
Dicecar Bursa Soal Harga Saham, Koka Indonesia (KOKA) Buka Suara

Dicecar Bursa Soal Harga Saham, Koka Indonesia (KOKA) Buka Suara

July 24, 2026
Platform Judi Online Kejar Dana Raksasa Wall Street

Platform Judi Online Kejar Dana Raksasa Wall Street

July 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, July 26, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Suku Bunga Kredit Bank Masih Tinggi, OJK Sebut Kebijakan Purbaya

9 months ago
in News
Suku Bunga Kredit Bank Masih Tinggi, OJK Sebut Kebijakan Purbaya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) tidak serta merta berpengaruh pada kebijakan perbankan terhadap penurunan bunga kredit. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan, pihaknya selalu regulator tidak dapat mengintervensi langsung kepada perbankan.

“Kalau kami tidak bicara mengenai intervensi langsung kepada bank, karena itu kan tidak dilakukan oleh regulator,” ujarnya saat ditemui di gedung Kementerian Keuangan, Rabu (22/10).

Mahendra mengatakan hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan suku bunga adalah dengan strategi yang telah dilakukan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Sebagaimana diketahui pemerintah menempatkan dana Rp 200 triliun di bank pelat merah dengan bunga lebih rendah dari pasar, yakni 4%. 

“Dengan adanya bunga yang tadi di 4% dengan nilai tadi, memberikan keleluasaan posisi tawar kepada bank itu tidak semata-mata menerima begitu saja permintaan dari para deposan ini. Karena kami ada yang lebih rendah, kami hanya mau sekian. Maka itu yang terjadi,” ungkapnya.

Berdasarkan Data terakhir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Juni 2025, penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan belum terlihat signifikan meskipun BI telah memangkas BI Rate nya sejak September 2024.

BI Rate telah turun bertahap dari level 6,25% pada Agustus 2024 menjadi 5,50% di Juni 2025. Namun, penurunan pada suku bunga dasar kredit bank masih jauh lebih kecil bahkan cenderung naik.

Bunga pinjaman Korporasi hanya turun dari 8,44% menjadi 8,38% atau 6 basis poin. Sementara pinjaman KPR justru mengalami kenaikan 29 bps dari 8,94% ke 9,23% di akhir Juni. Hal yang sama terjadi di bunga pinjaman mikro yang naik 9 bps dari 10,67% menjadi 10,76%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun suku bunga acuan BI telah dilonggarkan, namun perbankan masih cukup berhati-hati dalam menurunkan bunga kreditnya. Faktor risiko, biaya dana yang masih tinggi, serta kebutuhan menjaga margin perbankan bisa menjadi alasan mengapa penurunan SBDK perbankan berjalan lebih lambat dibandingkan penurunan BI Rate.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Masih Mencekik! Bos BI Minta Bank Pangkas Bunga Kredit




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Allianz Akuisisi Unit Asuransi HSBC di Negeri Singa Senilai Rp 37,5 T

Allianz Akuisisi Unit Asuransi HSBC di Negeri Singa Senilai Rp 37,5 T

July 25, 2026
Sosok Orang Kaya Israel yang Punya Mesin Uang di RI

Sosok Orang Kaya Israel yang Punya Mesin Uang di RI

July 25, 2026
Pakai EV, Siapkah Bisnis Logistik Ekspansi ke Daerah Rural?

Pakai EV, Siapkah Bisnis Logistik Ekspansi ke Daerah Rural?

July 25, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .