• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Tak Semua Kabar Buruk, RI Bisa Untung Besar Saat Perang Timur Tengah

Tak Semua Kabar Buruk, RI Bisa Untung Besar Saat Perang Timur Tengah

March 20, 2026
Siswi 15 Tahun Ditikam Berkali-kali di Sekolah, Begini Kronologinya

Siswi 15 Tahun Ditikam Berkali-kali di Sekolah, Begini Kronologinya

July 7, 2026
Prabowo-Gibran Dampingi PM Modi ke DPR, Hubungan RI-India Kian Mesra

Prabowo-Gibran Dampingi PM Modi ke DPR, Hubungan RI-India Kian Mesra

July 7, 2026
Dua Bom Meledak Dekat Hotel Macron, 18 Orang Terluka

Dua Bom Meledak Dekat Hotel Macron, 18 Orang Terluka

July 7, 2026
Pemadaman Listrik Massal Hantam Seluruh Negeri, Pemerintah Kelimpungan

Pemadaman Listrik Massal Hantam Seluruh Negeri, Pemerintah Kelimpungan

July 7, 2026
Sipasti Jadi Acuan Pemda Susun Perhitungan Biaya

Sipasti Jadi Acuan Pemda Susun Perhitungan Biaya

July 7, 2026
KPK dan PU Luncurkan Sipasti,Untuk Pencegahan Korupsi Proyek

KPK dan PU Luncurkan Sipasti,Untuk Pencegahan Korupsi Proyek

July 7, 2026
Purbaya Respons Soal Risiko Praktik ‘Capital Round Tripping’ di PFII

Purbaya Respons Soal Risiko Praktik ‘Capital Round Tripping’ di PFII

July 7, 2026
Prabowo Dorong Sabang – Andaman Jadi Penghubung Strategis RI

Prabowo Dorong Sabang – Andaman Jadi Penghubung Strategis RI

July 7, 2026
Prabowo Ingin QRIS Bisa Dipakai di India

Prabowo Ingin QRIS Bisa Dipakai di India

July 7, 2026
Modi Sepakat Resmikan 16 Kerja Sama Strategis RI-India

Modi Sepakat Resmikan 16 Kerja Sama Strategis RI-India

July 7, 2026
Momen Pidato Perdana Modi di DPR Dibuka dengan Ucap ‘Selamat Siang’

Momen Pidato Perdana Modi di DPR Dibuka dengan Ucap ‘Selamat Siang’

July 7, 2026
Dua Tornado Sekaligus Porak-porandakan China, Korban Jiwa Berjatuhan

Dua Tornado Sekaligus Porak-porandakan China, Korban Jiwa Berjatuhan

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Tak Semua Kabar Buruk, RI Bisa Untung Besar Saat Perang Timur Tengah

4 months ago
in ENTREPRENEUR
Tak Semua Kabar Buruk, RI Bisa Untung Besar Saat Perang Timur Tengah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia Eximbank Institute terus memantau perkembangan eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi meningkatkan volatilitas harga energi global serta biaya logistik perdagangan internasional.

“Kami memonitor secara cermat dinamika di kawasan Timur Tengah, termasuk keamanan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz yang merupakan salah satu arteri utama perdagangan energi dunia,” ujar Head of Indonesia Eximbank Institute Rini Satriani dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3).

Indonesia Eximbank Institute menyebut, dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas serta kondisi perdagangan global, ekspor Indonesia pada 2026 diperkirakan masih dapat tumbuh pada kisaran 4-5%, dan berpotensi meningkat menjadi sekitar 5-6% pada 2027, dengan catatan permintaan global pulih secara bertahap dan meredanya tensi geopolitik.

Rini menjelaskan, eskalasi konflik di Timur Tengah memang berpotensi meningkatkan volatilitas harga energi global serta biaya logistik perdagangan internasional. Namun bagi Indonesia, dampak langsung terhadap perdagangan diperkirakan relatif terbatas mengingat eksposur perdagangan dengan kawasan tersebut masih kecil.

Risiko utama justru muncul melalui kanal tidak langsung, terutama kenaikan harga energi, volatilitas nilai tukar, serta perlambatan aktivitas industri di negara mitra dagang utama yang dapat mempengaruhi dinamika ekspor Indonesia.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor nasional, dengan komoditas utama meliputi minyak kelapa sawit, perhiasan, serta mobil dan kendaraan bermotor lainnya.

Sementara itu, impor Indonesia dari kawasan tersebut mencapai sekitar 3,9% dari total impor nasional dan didominasi oleh komoditas energi, khususnya minyak.

Struktur perdagangan tersebut menunjukkan bahwa eksposur perdagangan langsung Indonesia terhadap kawasan konflik relatif terbatas.

Berdasarkan data terkini, sebagian besar ekspor Indonesia mengalir ke kawasan lain seperti Asia Timur (36,4%), Asia Tenggara (20,8%), Amerika Utara (11,5%), Asia Selatan (9,6%), dan Eropa Barat (5,7%), sehingga dinamika ekonomi di kawasan-kawasan tersebut tetap menjadi faktor yang menentukan bagi kinerja ekspor nasional.

Rini memaparkan, kawasan Timur Tengah memiliki peran strategis dalam sistem energi global karena menyumbang lebih dari 30% produksi minyak dunia, sementara sekitar 20-30% perdagangan minyak global melewati Selat Hormuz.

“Gangguan pada jalur ini dapat dengan cepat mempengaruhi harga energi internasional sekaligus meningkatkan biaya logistik perdagangan global,” ungkapnya.

Menurutnya, meskipun impor minyak Indonesia tidak secara langsung berasal dari Timur Tengah, dampaknya tetap dapat dirasakan melalui jalur perdagangan regional. Sekitar 75% impor minyak Indonesia berasal dari Singapura dan Malaysia, yang merupakan pusat perdagangan dan pengolahan minyak di Asia.

“Kedua negara tersebut juga mengimpor minyak mentah dari Timur Tengah, sehingga gangguan pasokan di kawasan tersebut dapat mendorong kenaikan harga energi yang dihadapi Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, Indonesia Eximbank Institute juga mencermati dampak perubahan distribusi energi global terhadap negara-negara pengimpor utama minyak Timur Tengah seperti Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan. Negara-negara tersebut merupakan konsumen energi utama dari kawasan Teluk sekaligus pasar ekspor penting bagi Indonesia.

“Peningkatan biaya energi berpotensi menekan aktivitas industri di negara-negara tersebut dan mempengaruhi permintaan terhadap produk ekspor Indonesia,” sebutnya.

Apabila ketegangan geopolitik berlangsung dalam periode yang relatif lama, harga minyak global sepanjang 2026 diperkirakan bergerak pada kisaran US$85-120 per barel secara rata-rata, lebih tinggi dibandingkan rata-rata awal tahun yang masih berada di sekitar US$60 per barel.

Kenaikan harga energi dan biaya logistik berpotensi meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor industri global. Bagi eksportir Indonesia, tekanan tersebut akan lebih terasa pada sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor, seperti industri manufaktur, petrokimia, dan logam dasar.

“Dalam kondisi tersebut, kenaikan biaya input dapat menggerus margin produksi, terutama apabila di saat yang sama permintaan global mengalami perlambatan,” imbuhnya.

Selain itu, volatilitas pasar keuangan global juga dapat menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar negara-negara emerging markets, termasuk Indonesia. Pelemahan nilai tukar berpotensi meningkatkan biaya impor bahan baku bagi industri domestik sehingga memperbesar tekanan biaya bagi sektor yang berorientasi ekspor.

Di tengah berbagai risiko tersebut, lanjutnya, beberapa komoditas ekspor Indonesia justru mengalami kenaikan harga seiring kenaikan harga energi global. Batubara, yang memiliki kontribusi sekitar 8-9% terhadap total ekspor nasional, berpotensi mendapatkan dorongan harga.

Sementara itu, harga minyak kelapa sawit (CPO) juga menunjukkan tren yang relatif kuat seiring masih solidnya permintaan global terhadap komoditas agro.

Selain itu, sejumlah komoditas dengan bahan baku lokal di tengah tren penurunan suku bunga sebelumnya turut menekan biaya produksi sehingga membuka ruang bagi peningkatan daya saing produk ekspor Indonesia di pasar global.

“Secara keseluruhan, kenaikan harga komoditas energi dan agro dapat membantu menopang kinerja ekspor Indonesia dalam jangka pendek. Namun volatilitas pada komoditas logam dan sektor industri tetap perlu diantisipasi, terutama jika perlambatan ekonomi global terjadi lebih dalam,” tutupnya.

(rob/mij)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Siswi 15 Tahun Ditikam Berkali-kali di Sekolah, Begini Kronologinya

Siswi 15 Tahun Ditikam Berkali-kali di Sekolah, Begini Kronologinya

July 7, 2026
Prabowo-Gibran Dampingi PM Modi ke DPR, Hubungan RI-India Kian Mesra

Prabowo-Gibran Dampingi PM Modi ke DPR, Hubungan RI-India Kian Mesra

July 7, 2026
Dua Bom Meledak Dekat Hotel Macron, 18 Orang Terluka

Dua Bom Meledak Dekat Hotel Macron, 18 Orang Terluka

July 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .