• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Tantangan Utama Bursa RI Bukan Market Cap, Tapi Likuiditas

Tantangan Utama Bursa RI Bukan Market Cap, Tapi Likuiditas

December 3, 2025
KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

October 12, 2026
Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

October 12, 2026
PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

October 12, 2026
Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

October 12, 2026
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

October 12, 2026
China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

October 12, 2026
Emiten Sepeda Listrik Akuisisi Tambang Batu Bara, Sahamnya ARA

Emiten Sepeda Listrik Akuisisi Tambang Batu Bara, Sahamnya ARA

October 12, 2026
Saham Prajogo Kompak Berguguran, BREN-CUAN Ambles Hampir 13%

Saham Prajogo Kompak Berguguran, BREN-CUAN Ambles Hampir 13%

October 12, 2026
Dulu Dicap Investasi Ceroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

Dulu Dicap Investasi Ceroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

October 12, 2026
Dulu Dicap InvestasiCeroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

Dulu Dicap InvestasiCeroboh SBF, Aset FTX Kini Kecipratan Pesta AI

October 12, 2026
Investor Asing Diam-diam Net Sell Rp166 Miliar Sepanjang Sesi I

Investor Asing Diam-diam Net Sell Rp166 Miliar Sepanjang Sesi I

October 12, 2026
Video: Produksi AS Terganggu, Harga Minyak Menguat

Video: Produksi AS Terganggu, Harga Minyak Menguat

October 12, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, October 12, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Tantangan Utama Bursa RI Bukan Market Cap, Tapi Likuiditas

10 months ago
in News
Tantangan Utama Bursa RI Bukan Market Cap, Tapi Likuiditas
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku, industri pasar modal Indonesia masih memiliki tantangan. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Inarno Djajadi mengatakan, tantangan utama bursa RI bukan pada ukuran pasar, melainkan pada kedalaman pasar dan likuiditas.

Menurutnya, meskipun kapitalisasi pasar modal Indonesia cukup besar namun tidak diimbangi dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float. Sehingga, kinerja bursa RI masih ditopang oleh perusahaan konglomerasi besar.

“Kalau dari sisi kapitalisasi pasar, kita itu yang paling besar dibandingkan dengan peers-kita (bursa kawasan) Tetapi kalau misalnya dari sisi free float-nya, yang dibawahnya, kita bisa melihat bahwasannya IDX ini termasuk yang terkecil dibandingkan peers-nya,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (6/12).

Minimum free float Indonesia masih sangat rendah yaitu 7,5%. Angka tersebut jauh dibandingkan dengan negara tetangga yang sebesar 25%.

“Dan ini juga kalau dibandingkan dengan peers itu kita masih yang paling kecil. Kalau kita membedah lebih dalam, itu yang di-slide dibawahnya, itu kita bisa membagi menjadi small cap, medium cap, dan big cap. Yang small cap itu porsinya adalah 23,58%, yang medium cap itu adalah 21,84%, dan yang big cap itu 25,48%,” jelasnya.

Inarno menjabarkan lebih jauh, jika dilihat berdasarkan kategori emiten. Perusahaan berkapitalisasi pasar kecil atau small cap sebanyak 729 emiten, sementara perusahaan dengan kapitalisasi besar sebanyak 50 emiten.

Selama ini hanya perusahaan berkapitalisasi besar yang mendongkrak pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau berkontribusi sebesar 75%.

“Nah yang garis hijau ini menunjukkan pengaruh terhadap indeks harga gabungan, IHSG. Kita bisa lihat bahwasannya 50 emiten tersebut itu berpengaruh 75% terhadap pergerakan atau mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan,” pungkasnya.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

October 12, 2026
Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

October 12, 2026
PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

October 12, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .