• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BI Rate Naik, Bankir Ramai-Ramai Rombak RBB & Bunga Kredit

BI Rate Naik, Bankir Ramai-Ramai Rombak RBB & Bunga Kredit

June 24, 2026
SUNI & RAJA Bagi Dividen, BBTN Mau Buyback Saham

SUNI & RAJA Bagi Dividen, BBTN Mau Buyback Saham

June 24, 2026
Bos LPS Prediksi Kebutuhan Dana Penjaminan Bank Tahun Ini Rp1,18 T

Bos LPS Prediksi Kebutuhan Dana Penjaminan Bank Tahun Ini Rp1,18 T

June 24, 2026
Eksportir Ramai-Ramai Tukar Dolar ke Rupiah, Aturan Baru DHE Ampuh

Eksportir Ramai-Ramai Tukar Dolar ke Rupiah, Aturan Baru DHE Ampuh

June 24, 2026
Gelar RUPS, MDKA Rombak Pengurus & Bagi Dividen Rp300 M

Gelar RUPS, MDKA Rombak Pengurus & Bagi Dividen Rp300 M

June 24, 2026
LUX Property Group Embraces Advanced Waterproofing Technology to Enhance Building Quality in Bali and Lombok

LUX Property Group Embraces Advanced Waterproofing Technology to Enhance Building Quality in Bali and Lombok

June 24, 2026
TUGU Buka Suara Soal Konsolidasi Asuransi BUMN, Ini Updatenya

TUGU Buka Suara Soal Konsolidasi Asuransi BUMN, Ini Updatenya

June 24, 2026
Perang di Timur Tengah Berkah Buat ‘Harta Karun’ RI, Loh Kok Bisa?

Perang di Timur Tengah Berkah Buat ‘Harta Karun’ RI, Loh Kok Bisa?

June 24, 2026
Rupiah Tertekan Lawan Dolar, Bos BI Beri Pesan Ini Buat Warga RI

Rupiah Tertekan Lawan Dolar, Bos BI Beri Pesan Ini Buat Warga RI

June 24, 2026
IHSG Sesi I Anjlok 1,62%, Investor Kecewa Pengumuman MSCI?

IHSG Sesi I Anjlok 1,62%, Investor Kecewa Pengumuman MSCI?

June 24, 2026
Wajib Tahu! OJK Terbitkan Aturan Bagi Financial Influencer

Wajib Tahu! OJK Terbitkan Aturan Bagi Financial Influencer

June 24, 2026
SRBI Sedot Rp105 Triliun Dana Asing, Efek BI Rate Bekerja!

SRBI Sedot Rp105 Triliun Dana Asing, Efek BI Rate Bekerja!

June 24, 2026
Merdeka Battery (MBMA) Angkat Dua Direksi Baru, Ini Susunan Lengkapnya

Merdeka Battery (MBMA) Angkat Dua Direksi Baru, Ini Susunan Lengkapnya

June 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, June 24, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Market

BI Rate Naik, Bankir Ramai-Ramai Rombak RBB & Bunga Kredit

3 hours ago
in Market
BI Rate Naik, Bankir Ramai-Ramai Rombak RBB & Bunga Kredit
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank-bank kompak melakukan revisi rencana bisnis bank (RBB), menyikapi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang agresif dan kondisi makroekonomi terkini.

Seperti diketahui, BI telah meningkatkan suku bunga 50 bps pada RDG bulan Mei, dan secara mengejutkan naik 25 bps lagi pada rapat mingguan pekan lalu. Dalam RDG bulan Juni, bank sentral RI itu kembali mengerek sebesar 25 bps, lantas menjadi BI Rate menjadi 5,75%.

Para bankir pun menyampaikan bahwa mereka akan melakukan penyesuaian suku bunga acuan terhadap suku bunga kredit. Hal ini dilakukan guna menjaga profitabilitas dan beban pendanaan alias cost of fund (CoF).

Presiden Direktur CIMB Niaga (BNGA), Lani Darmawan mengakui bahwa pihaknya akan melakukan revisi RBB ke bawah, namun tidak terlalu signifikan. Ia mengatakan revisi terutama dilakukan atas target penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), dalam rangka menjaga likuiditas.

“[Target pertumbuhan DPK] direvisi ke bawah. Mengingat CoF pasti naik dan menyesuaikan dengan pertumbuhan kredit. Namun tidak significant,” ungkap Lani kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/6/2026).

Mengenai suku bunga kredit di bank swasta terbesar kedua RI itu, Lani mengatakan penyesuaian akan dilakukan dilakukan secara fleksibel.

Sementara itu, ia mengakui akan ada tantangan dalam menjaga profitabilitas, yang tercermin dari rasio margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).

“NIM menjadi semakin menantang. Kami perkirakan akan tergerus ke sekitar 3,8 persenan,” tutur Lani.

Bank Sahabat Sampoerna (BSS) juga melakukan revisi RBB. Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis BSS, Henky Suryaputra mengatakan hal itu dilakukan berdasarkan hasil stress testing. Ia menekankan bahwa pihaknya mementingkan pertumbuhan yang berkualitas ketimbang pertumbuhan tinggi semata.

“Kami melakukan penyesuaian minor secara internal untuk memastikan likuiditas dan permodalan tetap kuat. Fokus kami di Bank Sampoerna bukan sekadar mengejar pertumbuhan agresif (growth), melainkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan (sustainable growth),” terang Henky kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan pasti memberikan tekanan beban pendanaan. Henky menyebut BSS tidak bisa serta-merta membebankan seluruh kenaikan CoF ini kepada debitur, terutama karena fokus utama bank itu adalah UMKM. Maka dari itu, NIM bank itu berpotensi tergerus.

“Jika suku bunga kredit dinaikkan terlalu agresif, hal itu justru berisiko meningkatkan NPL (Non-Performing Loan). Oleh karena itu, kompresi NIM yang terukur mungkin saja terjadi, namun tetap dijaga dalam batas yang sehat,” ujar Henky.

Untuk menekan CoF dan biaya operasional, BSS berupaya meningkatkan porsi dana murah (CASA) agar ketergantungan pada dana mahal dapat dikurangi. Sementara penyesuaian suku bunga akan dilakukan secara selektif.

“Penyesuaian suku bunga kredit juga akan dilakukan secara selektif dan kasuistik, tergantung pada profil risiko masing-masing sektor usaha debitur. Kami berkomitmen untuk tetap menjadi mitra yang mendukung keberlangsungan bisnis UMKM di Indonesia, bukan justru memberatkan mereka,” tegas Henky.

Senada, Bank Oke Indonesia (DNAR) alias OK Bank juga melakukan revisi RBB. Direktur Kepatuhan OK Bank, Efdinal Alamsyah menekankan bahwa revisi tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh kenaikan BI Rate, melainkan juga mempertimbangkan aspek-aspek lain terkait perkembangan kondisi makroekonomi, dinamika industri perbankan, evaluasi terhadap kinerja dan perkembangan peluang bisnis.

“Terkait strategi kami berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, kualitas aset, biaya dana dan profitabilitas yang optimal,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/6/2026).

Bank INA Perdana (BINA) juga memutuskan untuk menyesuaikan bunga kredit. Wakil Direktur Utama Bank INA, Yulius Purnama Junaedi mengatakan bank milik Grup Salim itu juga berupaya menjaga NIM di level 3,5%-4%.

“Mengingat kenaikan BI rate yang cukup besar maka kita sedang dalam proses menyesuaikan bunga kredit,” papar Yulius kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/6/2026).

Tak terkecuali, bank swasta terbesar RI, Bank Central Asia (BBCA) juga mencermati perkembangan suku bunga acuan serta keadaan ekonomi. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menegaskan bahwa biaya pendanaan di BCA relatif terjaga sehubungan dengan pertumbuhan tinggi dana murah (CASA).

“Per Maret 2026, CASA BCA mencapai Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2% YoY. Alhasil, porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total DPK. Strategi ini diharapkan dapat mendukung stabilitas CoF secara prudent,” beber Hera kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/6/2026).

Oleh karena itu, BCA berkomitmen menyalurkan kredit yang berkualitas ke berbagai segmen dan sektor secara pruden. Meski demikian, bank itu menyatakan akan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko disiplin.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
SUNI & RAJA Bagi Dividen, BBTN Mau Buyback Saham

SUNI & RAJA Bagi Dividen, BBTN Mau Buyback Saham

June 24, 2026
Bos LPS Prediksi Kebutuhan Dana Penjaminan Bank Tahun Ini Rp1,18 T

Bos LPS Prediksi Kebutuhan Dana Penjaminan Bank Tahun Ini Rp1,18 T

June 24, 2026
Eksportir Ramai-Ramai Tukar Dolar ke Rupiah, Aturan Baru DHE Ampuh

Eksportir Ramai-Ramai Tukar Dolar ke Rupiah, Aturan Baru DHE Ampuh

June 24, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .