• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Breaking! IHSG Anjlok 11,12% ke Level 5.211

Breaking! IHSG Anjlok 11,12% ke Level 5.211

October 16, 2026
Rupiah Tembus Rp18.000, Inikah Efek Hukuman MSCI?

Rupiah Tembus Rp18.000, Inikah Efek Hukuman MSCI?

October 16, 2026
Beli Rp11.200, Lepas di Rp2.588

Beli Rp11.200, Lepas di Rp2.588

October 16, 2026
MSCI Mau Turunkan Pasar Saham RI ke Standalone Market, Ini Dampaknya

MSCI Mau Turunkan Pasar Saham RI ke Standalone Market, Ini Dampaknya

October 16, 2026
MSCI Berpotensi Turunkan Status RI Jadi Standalone Market

MSCI Berpotensi Turunkan Status RI Jadi Standalone Market

October 16, 2026
BI Sebut Penguatan Dolar AS Tekan Pasar Keuangan RI & Rupiah

BI Sebut Penguatan Dolar AS Tekan Pasar Keuangan RI & Rupiah

October 16, 2026
Ada yang Naik 300%, BEI Gembok 3 Saham Ini

Ada yang Naik 300%, BEI Gembok 3 Saham Ini

October 16, 2026
OJK Respons MSCI & Peluang RI Turun ke Standalone Market

OJK Respons MSCI & Peluang RI Turun ke Standalone Market

October 16, 2026
Lapor Pak Prabowo, IHSG Anjlok 11% & Terjun ke Level 5.200-an

Lapor Pak Prabowo, IHSG Anjlok 11% & Terjun ke Level 5.200-an

October 16, 2026
IHSG Terjun Bebas, Rupiah Melemah ke Rp 18.055 Per Dolar AS

IHSG Terjun Bebas, Rupiah Melemah ke Rp 18.055 Per Dolar AS

October 16, 2026
Kripto Bukan Uang, Kemenkeu Tegaskan Tetap Jadi Objek Pajak

Kripto Bukan Uang, Kemenkeu Tegaskan Tetap Jadi Objek Pajak

October 16, 2026
Tekanan Dolar Dahsyat, BI Terjun ke Pasar Selamatkan Rupiah

Tekanan Dolar Dahsyat, BI Terjun ke Pasar Selamatkan Rupiah

October 16, 2026
Maybank (BNII) Diduga PHK Sepihak, Bos OJK Buka Suara

Maybank (BNII) Diduga PHK Sepihak, Bos OJK Buka Suara

October 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 16, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Breaking! IHSG Anjlok 11,12% ke Level 5.211

1 hour ago
in ENTREPRENEUR
Breaking! IHSG Anjlok 11,12% ke Level 5.211
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Hingga pukul 09.34 WIB, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu berada di level 5.211,84, turun 651,94 poin atau 11,12%.

Pelemahan IHSG terjadi sejak awal pembukaan perdagangan sesi I pagi ini di level 5.393,92 pada pukul 09.00 WIB atau melemah 8,01%. Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 5.404,51 dan terendah di 5.193,22.

Total volume perdagangan hingga pukul 09.34 WIB tercatat 85,6 juta lot dengan nilai transaksi Rp3.152,63 miliar.

Pasar keuangan Indonesia masih akan dibayangi sejumlah sentimen negatif dari luar negeri, mulai dari pengumuman terbaru MSCI, memansnya inflasi AS hingga perang.
Memanasnya inflasi harga produsen AS bisa menjadi “badai” baru bagi pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia.

Diskusi Chairman The Fed di acara IMF-World Bank juga akan menjadi sorotan pelaku pasar keuangan. Sementara dari dalam negeri, rumor reshuffle akan menjadi penggerak pasar hari ini.

Berikut beberapa sentimen pasar hari ini:

1.MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, Ini Penyebabnya

Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi untuk mengubah status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan final ditargetkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

MSCI menyoroti kekhawatiran investor terkait transparansi kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, serta efektivitas penegakan aturan. Meski regulator telah mengumumkan sejumlah reformasi, MSCI menilai belum ada kemajuan yang memadai dan konsisten.

Sejalan dengan rencana tersebut, MSCI mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan indeks saham Indonesia. MSCI tidak akan menaikkan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), menambahkan saham ke MSCI Indonesia Investable Market Index (IMI), maupun menaikkan saham ke segmen indeks dengan kapitalisasi lebih besar.

Pelaku pasar dapat menyampaikan tanggapan hingga 30 April 2027. MSCI menyatakan rencana reklasifikasi dapat ditinjau kembali jika konsultasi menunjukkan bukti perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar saham Indonesia.

2. Perkembangan Perang: Houthi Serang Istana Presiden Yaman, 5 Orang Tewas

Kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan rudal dan drone ke kompleks Istana Presiden Al-Maashiq di Kota Aden, Kamis (15/10/2026). Serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 16 lainnya. Pemerintah Yaman menyatakan Perdana Menteri dan sejumlah anggota kabinet selamat. Sementara itu, Houthi mengklaim serangan menargetkan markas operasi militer Arab Saudi di Aden.

3. Inflasi AS Makin Panas! Harga Produsen Melonjak Tertinggi dalam 4,5 Tahun

Inflasi Amerika Serikat (AS) semakin memanas. Harga produsen pada September 2026 melonjak 1,3% secara bulanan, kenaikan tertinggi sejak Maret 2022 dan jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,5%. Data Departemen Tenaga Kerja AS, Kamis (15/10/2026), menunjukkan indeks harga produsen (Producer Price Index/PPI) naik 6,3% secara tahunan, tertinggi sejak Desember 2022.

Tekanan juga meluas ke sektor jasa. Harga jasa produsen naik 0,8%, sedangkan biaya transportasi barang melalui jalan raya meningkat 3,8% dan tarif penerbangan melonjak 5%.

4. Klaim Pengangguran AS Naik, Pasar Tenaga Kerja Tetap Tangguh

AS kemarin juga mengumumkan jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran naik tipis pada pekan yang berakhir 10 Oktober 2026. Namun, angkanya masih di bawah ekspektasi pasar, mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang tetap solid.

Departemen Tenaga Kerja AS mencatat klaim awal pengangguran naik 1.000 menjadi 199.000, sedikit di bawah perkiraan pasar sebesar 200.000. Sementara itu, klaim berkelanjutan (continuing claims) turun 4.000 menjadi 1,71 juta. Angka ini masih relatif dekat dengan level terendah dalam lebih dari tiga tahun yang tercatat dua pekan sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih tangguh, sejalan dengan penilaian Federal Reserve (The Fed) yang menyebut kondisi ketenagakerjaan berada di sekitar tingkat kesempatan kerja penuh.

5. Diskusi Chairman The Fed-IMF

Pertemuan IMF-World Bank di Bangkok, Thailand menghadirkan agenda penting pada hari ini, Jumat (16/10/2026)\yakni diskusi antara Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, dan Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam sesi Fireside Chat di Bangkok, Thailand.

Agenda utama yang patut dicermati adalah diskusi antara Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva di Bangkok, Thailand, pada pukul 10.30 WIB. Diskusi ini berpotensi memberikan petunjuk mengenai prospek ekonomi global, tekanan inflasi, arah suku bunga AS, serta risiko utang dunia.

Pernyataan Warsh menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter The Fed, pergerakan dolar AS, imbal hasil US Treasury, dan harga emas. Bagi Indonesia, sinyal kebijakan The Fed yang lebih ketat berpotensi menekan rupiah dan memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang, sedangkan sinyal yang lebih lunak dapat mendukung aset berisiko.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Tembus Rp18.000, Inikah Efek Hukuman MSCI?

Rupiah Tembus Rp18.000, Inikah Efek Hukuman MSCI?

October 16, 2026
Beli Rp11.200, Lepas di Rp2.588

Beli Rp11.200, Lepas di Rp2.588

October 16, 2026
MSCI Mau Turunkan Pasar Saham RI ke Standalone Market, Ini Dampaknya

MSCI Mau Turunkan Pasar Saham RI ke Standalone Market, Ini Dampaknya

October 16, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .