Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 3% pada akhir perdagangan sesi 1 hari ini, Jumat (24/4/2026). IHSG turun ke level 7.152,85 merosot 225,76 poin atau -3,06%.
Sebanyak 670 saham turun, 101 naik, dan 188 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 13,22 triliun, melibatkan 27,14 miliar saham dalam 1,64 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun menjadi Rp 12.787 triliun.
Seluruh sektor perdagangan tercatat melemah, dengan koreksi paling dalam dibukukan sektor infrastruktur, konsumer, properti dan energi.
Emiten blue chip dengan kapitalisasi besar kompak menjadi pemberat kinerja IHSG hari ini. Adapun laggard utama termasuk BBCA, BBRI, AMMN, DSSA dan TLKM.
Perdagangan terakhir pekan ini diperkirakan masih akan menghadapi tekanan setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat. Lonjakan harga minyak dan indeks dolar jua diperkirakan akan membebani IHSG dan rupiah.
Harga minyak brent Kembali melesat dan ditutup melesat 3% lebih ek US$ 105,07 per barel atau tertinggi sejak 7 April 2026. Sementara itu, indeks dolar melonjak ke 98,77 atau tertinggi sejak 9 April 2026.
Sementara itu, pasar saham Asia-Pasifik dibuka beragam karena investor tetap berhati-hati meskipun gencatan senjata Israel-Lebanon diperpanjang selama tiga minggu, yang menggarisbawahi ketidakpastian geopolitik yang masih ada.
Israel dan Lebanon sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata mereka selama tiga minggu setelah pertemuan di Gedung Putih dengan para pejabat tinggi AS, kata Presiden Donald Trump pada hari Kamis.
“Pertemuan berjalan sangat baik!” kata Trump dalam unggahan Truth Social yang mengumumkan perpanjangan gencatan senjata sementara tersebut.
Gencatan senjata sementara, yang awalnya dijadwalkan berakhir setelah 10 hari, kini akan memberikan waktu tambahan untuk upaya diplomatik, dengan Washington juga berjanji untuk bekerja sama dengan Lebanon untuk memperkuat pertahanannya terhadap Hizbullah.
Harga minyak berjangka AS naik sekitar 1,23% menjadi sekitar $97,03 per barel.
Di kawasan, nyaris seluruh bursa mengalami koreksi, tapi tidak sedalam IHSG. Hanya Nikkei di Jepang yang naik 0,68%.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,63%, STI -0,65%, dan HSI -0,2%.
Semalam di AS, saham-saham mengalami penurunan pada hari Kamis, dipimpin oleh penurunan saham perangkat lunak dan harga minyak yang lebih tinggi, karena ketidakpastian investor tentang arah perang Iran membebani pasar.
S&P 500 diperdagangkan turun 0,41% untuk ditutup pada 7.108,40, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi intraday baru. Indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,89% menjadi 24.438,50. Indeks ini juga mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa pada sesi perdagangan tersebut. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 179,71 poin, atau 0,36%, menjadi 49.310,32.
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google


















