• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Naik 0,60% ke 6.564,51 di Sesi I, Saham Bank Jadi Penopang

IHSG Naik 0,60% ke 6.564,51 di Sesi I, Saham Bank Jadi Penopang

September 1, 2026
Pantau Pembelian Dolar AS oleh Bank & Korporasi

Pantau Pembelian Dolar AS oleh Bank & Korporasi

September 1, 2026
Destry Sah Jadi Gubernur BI, Rupiah Bertahan di Rp17.710/US$

Destry Sah Jadi Gubernur BI, Rupiah Bertahan di Rp17.710/US$

September 1, 2026
KPR Bisa 40 Tahun, OJK Ungkap Dampaknya ke Asuransi Jiwa

KPR Bisa 40 Tahun, OJK Ungkap Dampaknya ke Asuransi Jiwa

September 1, 2026
IHSG Tiba-Tiba Naik 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Tiba-Tiba Naik 1%, Ini Penyebabnya

September 1, 2026
Ekonomi RI Tumbuh 6%, Kurs Rp17.800/US$

Ekonomi RI Tumbuh 6%, Kurs Rp17.800/US$

September 1, 2026
Momen DPR Restui Destry Jadi Gubernur BI, Nahkoda Baru Bank Sentral RI

Momen DPR Restui Destry Jadi Gubernur BI, Nahkoda Baru Bank Sentral RI

September 1, 2026
Breaking News! IHSG Naik 1% Mendekati Level 6.600

Breaking News! IHSG Naik 1% Mendekati Level 6.600

September 1, 2026
Asuransi Bintang Laporkan Dugaan Fraud, Duit Hilang Rp400 Juta/ Bulan

Asuransi Bintang Laporkan Dugaan Fraud, Duit Hilang Rp400 Juta/ Bulan

September 1, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Iuran Penjaminan Polis Asuransi

Bos OJK Buka Suara Soal Iuran Penjaminan Polis Asuransi

September 1, 2026
Net Buy di Sesi 1 Nyaris Rp1 T, BBRI Jadi Idola Asing

Net Buy di Sesi 1 Nyaris Rp1 T, BBRI Jadi Idola Asing

September 1, 2026
Jadi Bos BI, Destry Blak-Blakan Cara Jaga Independensi Bank Sentral

Jadi Bos BI, Destry Blak-Blakan Cara Jaga Independensi Bank Sentral

September 1, 2026
Besok Dilantik, Ini Langkah Pertama Destry Sebagai Gubernur BI

Besok Dilantik, Ini Langkah Pertama Destry Sebagai Gubernur BI

September 1, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 1, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

IHSG Naik 0,60% ke 6.564,51 di Sesi I, Saham Bank Jadi Penopang

3 hours ago
in News
IHSG Naik 0,60% ke 6.564,51 di Sesi I, Saham Bank Jadi Penopang
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan sesi I, Selasa (1/9/2026). IHSG ditutup naik 39,03 poin atau 0,60% ke level 6.564,51.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.535,80-6.586,16 sepanjang sesi I. Indeks dibuka di level 6.538,12, setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup di 6.525,48.

Penguatan IHSG ditopang mayoritas sektor saham. Sektor keuangan menjadi salah satu motor utama dengan kenaikan 1,36%, disusul sektor energi yang naik 1,16% dan konsumer non-primer 1,03%.

Sektor lainnya yang juga menguat yakni properti 0,93%, industri 0,69%, utilitas 0,57%, konsumer primer 0,31%, serta kesehatan 0,13%. Sementara itu, sektor teknologi menjadi pemberat utama dengan koreksi 2,36%, diikuti bahan baku yang turun 0,23%.

Dari jajaran saham berkapitalisasi besar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penyumbang kenaikan IHSG terbesar berdasarkan kontribusi poin indeks, yakni 10,88 poin. Saham BBRI tercatat berada di level Rp3.320 atau naik 0,17%.

Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 7,05 poin dengan kenaikan 0,11% ke Rp6.550. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut memberikan kontribusi 6,08 poin, naik 0,09% ke Rp4.300.

Selain saham perbankan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 4,69 poin dan PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar 4,34 poin.

Di sisi lain, sejumlah saham menjadi penahan laju IHSG. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatat kontribusi negatif terbesar sebesar 10,90 poin, disusul PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar 4,70 poin dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 2,94 poin.

Dengan penguatan tersebut, IHSG kembali berada di atas level 6.500 pada awal perdagangan September. Penguatan juga terjadi ketika sejumlah bursa Asia bergerak variatif hingga cenderung melemah pada sesi perdagangan pertama.

Adapun pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (1/9/2026) berpotensi dibayangi oleh sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Investor akan mencermati rilis data ekonomi domestik, mulai dari inflasi Agustus, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur, hingga neraca perdagangan Juli 2026.

Dari pasar global, eskalasi kembali konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi perhatian utama. Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk kembali menyerang Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, terutama Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak dan gas dunia. Harga minyak kembali mendekati level US$90 per barel sehingga berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.

Dari pasar global, eskalasi kembali konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi perhatian utama. Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk kembali menyerang Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, terutama Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak dan gas dunia. Harga minyak kembali mendekati level US$90 per barel sehingga berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pantau Pembelian Dolar AS oleh Bank & Korporasi

Pantau Pembelian Dolar AS oleh Bank & Korporasi

September 1, 2026
Destry Sah Jadi Gubernur BI, Rupiah Bertahan di Rp17.710/US$

Destry Sah Jadi Gubernur BI, Rupiah Bertahan di Rp17.710/US$

September 1, 2026
KPR Bisa 40 Tahun, OJK Ungkap Dampaknya ke Asuransi Jiwa

KPR Bisa 40 Tahun, OJK Ungkap Dampaknya ke Asuransi Jiwa

September 1, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .