
Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing kembali memburu saham-saham Indonesia pada perdagangan sesi I, Selasa (1/9/2026). Aksi beli bersih atau net foreign buy tercatat jumbo, mencapai hampir Rp1 triliun.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas hingga penutupan sesi I, investor asing mencatatkan nilai transaksi beli sebesar Rp2,99 triliun dan transaksi jual Rp2,02 triliun. Dengan demikian, asing membukukan net buy Rp972,64 miliar di seluruh pasar.
Derasnya aliran dana asing turut menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada sesi I menguat 0,60%.
Saham perbankan menjadi salah satu sektor yang paling banyak dilirik investor asing. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni mencapai Rp405,96 miliar.
Selain BBRI, dua saham bank jumbo lainnya juga masuk jajaran teratas saham yang diborong asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net buy sebesar Rp160,20 miliar, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp124,64 miliar.
Jika digabung, aksi beli bersih asing pada tiga saham bank tersebut mencapai sekitar Rp690,8 miliar, atau lebih dari 70% dari total net buy asing pada sesi I.
Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada sesi I:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp405,96 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp178,78 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp160,20 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp124,64 miliar
- PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) – Rp61,91 miliar
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) – Rp57,05 miliar
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) – Rp39,97 miliar
- PT Timah (Persero) Tbk (TINS) – Rp39,86 miliar
- PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) – Rp30,77 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp28,44 miliar
Di sisi lain, sejumlah saham justru menjadi sasaran aksi jual asing dengan nilai yang terbatas. PT Kota Satu Properti Tbk (KOTA) mencatat net sell terbesar sebesar Rp99,18 miliar, diikuti PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp53,91 miliar dan PT Indosat Tbk (ISAT) Rp45,06 miliar.
Sementara itu, IHSG melanjutkan penguatan pada perdagangan sesi I, Selasa (1/9/2026). IHSG ditutup naik 39,03 poin atau 0,60% ke level 6.564,51.
Penguatan IHSG ditopang mayoritas sektor saham. Sektor keuangan menjadi salah satu motor utama dengan kenaikan 1,36%, disusul sektor energi yang naik 1,16% dan konsumer non-primer 1,03%.
(mkh/mkh)


















