• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Perantau China Ini Jualan Kopi, Menjelma Jadi Orang Terkaya RI

Perantau China Ini Jualan Kopi, Menjelma Jadi Orang Terkaya RI

July 5, 2025
Jurus Habibie Sukses Turunkan Dolar dari Rp 16.000 ke Rp 6.550

Jurus Habibie Sukses Turunkan Dolar dari Rp 16.000 ke Rp 6.550

May 17, 2026
Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

May 17, 2026
Canda Prabowo Soal Dolar, Sebut Purbaya hingga Titiek Soeharto

Canda Prabowo Soal Dolar, Sebut Purbaya hingga Titiek Soeharto

May 17, 2026
Ekonom Ungkap Nasib Rupiah Jika Perang Sampai Akhir Tahun 2026

Ekonom Ungkap Nasib Rupiah Jika Perang Sampai Akhir Tahun 2026

May 17, 2026
Digitalisasi Masif! OJK Buka-bukaan Nasib Karyawan Bank

Digitalisasi Masif! OJK Buka-bukaan Nasib Karyawan Bank

May 17, 2026
Video; Dihantam Isu MSCI & Perang, Saham Sektor Mana Yang Bisa Cuan?

Video; Dihantam Isu MSCI & Perang, Saham Sektor Mana Yang Bisa Cuan?

May 17, 2026
Kisah Rakesh Jhunjhunwala, Sukses Ubah Rp975 Ribu Jadi Rp94 Triliun

Kisah Rakesh Jhunjhunwala, Sukses Ubah Rp975 Ribu Jadi Rp94 Triliun

May 17, 2026
Dosen Matematika Jadi Kaya Raya Usai Praktekan Ilmunya di Investasi

Dosen Matematika Jadi Kaya Raya Usai Praktekan Ilmunya di Investasi

May 17, 2026
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru, Berlaku 17 Mei 2026

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, BNI Terbaru, Berlaku 17 Mei 2026

May 17, 2026
Benarkah Tuyul Tak Bisa Curi Uang di Bank? Ini Penjelasannya

Benarkah Tuyul Tak Bisa Curi Uang di Bank? Ini Penjelasannya

May 16, 2026
Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI

Mulanya Jualan Kembang Api, Sosok Ini Sekarang Jadi Raja Rokok RI

May 16, 2026
Dulu Calo Tiket di Bandara, Sosok Ini Sekarang Pemilik Lion Air

Dulu Calo Tiket di Bandara, Sosok Ini Sekarang Pemilik Lion Air

May 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, May 17, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Perantau China Ini Jualan Kopi, Menjelma Jadi Orang Terkaya RI

11 months ago
in News
Perantau China Ini Jualan Kopi, Menjelma Jadi Orang Terkaya RI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perjalanan panjang kesuksesan kopi legendaris Kapal Api memang tidak mai-main. Tak heran kopi Kapal Api kini menjadi satu di antara sedikit merek minuman kopi komersial asal Indonesia yang sudah mendunia.

Bisnis ini dimulai dari Go Soe Loet yang merupakan perantau asal Fujian, China. Dia tiba di Surabaya dan memulai usaha kopi rumah pada 1920-an.

Dalam usaha ini, dia selektif dalam memilih biji kopi. Dia memastikan sendiri biji kopi yang bakal dipakainya adalah kualitas terbaik. Jika sudah, biji kopi itu digoreng dan ditumbuknya hingga menjadi bubuk. Setelah itu siap dijual ke pasar.

Muhammad Ma’ruf dalam 50 Great Business Ideas From Indonesia (2010:31) menyebut dia harus berjuang keras di pasaran karena kopinya punya banyak saingan di pasar Jawa Timur.

Untuk membedakannya, Goe Soe Loet mengemas kopinya dengan kertas berwarna coklat dan diberi merek HAP Hootjan yang berarti kapal api. Penamaan ini didasarkan oleh pengalaman membekas Goe Soe Loet yang menggunakan kapal api bertenaga uap ke Jawa.

Meski tertatih-tatih, bisnis kopinya cukup moncer. Laris dan bisa melewati berbagai ketidakstabilan ekonomi. Go Soe Loet kemudian menikah dan mempunyai anak bernama Go Tek Whie.

Dia mendidik anaknya secara serius. Sejak belia anaknya sudah diikutsertakan dalam berbisnis kopi. Alhasil, di masa depan anaknya itulah yang membawa HAP Hootjan menjadi besar.

Pada 1970-an, Go Tek Whie, yang dikenal sebagai Soedomo Mergonoto, mengubah nama merek dagang HAP Hootjan menjadi Kapal Api. Selain itu dia juga sangat visioner.

Pernah suatu masa bisnis kopinya menurun. Setelah diusut diketahui kalau mesin kopinya sudah jelek. Mesinnya buatan tahun 1800-an. Artinya sudah 100 tahun lebih.

Masih mengutip 50 Great Business Ideas From Indonesia (2010), pada 1978 Soedomo lantas pergi ke Jerman untuk menghadiri pameran mesin pengolah kopi.

Di sana Soedomo terkejut karena harga mesin kopi sangat mahal, sekitar Rp 123 juta. Alhasil, dia hanya bisa mengamati dan membuat mesin buatan sendiri dengan budget Rp 870 ribu.

Mesin buatannya memang berhasil mengolah kopi 180 kg/jam. Sayangnya, hasil kopinya justru makin buruk. Bisnis Kapal Api menurun. Akhirnya Soedono menyerah dan terpaksa membeli mesin Jerman seharga Rp 123 juta itu dengan meminjam ke Bank Pembangunan Indonesia. Semakin mahal harganya, semakin tinggi pula kualitasnya. Dan ini terbukti di Kapal Api.

Mesin pengolahan kopi itu sukses menaikkan kualitas Kapal Api. Konsumen naik dan Soedomo makin giat memasarkannya. Saat tumbuh besar inilah Soedomo mendirikan PT Santos Jaya Abadi di Sidoarjo.

Kelak ini jadi pusat kerajaan bisnisnya. Untuk memperluas jangkauan konsumen, Soedomo berani memasang iklan di TVRI yang dikenal sangat mahal. Kapal Api harus merogoh kocek dalam untuk hal ini.

Namun, upaya ini membuahkan hasil. Kopi Kapal Api jadi raja kopi di Indonesia. Perusahaan berhasil menjual Kapal Api ke beberapa kota di luar Jawa seperti Palembang, Makassar, Medan dan Pontianak. Bahkan, pada 1985, kopi Kapal Api diekspor ke Timur Tengah, Taiwan, Hongkong, dan Malaysia. Soedomo makin kaya raya.

Setelahnya sukses dengan kopi bubuk hitam kapal Api, Soedomo memproduksi kopi susu bermerek kopi ABC. Kopi ini jadi alternatif masyarakat Indonesia yang ingin mencampurkan susu ke dalam larutan kopi secara instant. Dalam sekejap, laris manis.

Pada tahun 1992, Soedomo merambah ke bisnis kedai kopi di tahun 1992 bernama Excelso, segmennya untuk masyarakat menengah atas. Dua gerai pertama berada di Plaza Indonesia (Jakarta) dan Plaza Tunjungan II (Surabaya). Tak hanya itu, Kapal Api juga memproduksi Good Day, Ceremix, dan Permen Relaxa. Keberhasilan ini membuat Soedomo menjadi Crazy Rich Surabaya.

 

(lih/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Jurus Habibie Sukses Turunkan Dolar dari Rp 16.000 ke Rp 6.550

Jurus Habibie Sukses Turunkan Dolar dari Rp 16.000 ke Rp 6.550

May 17, 2026
Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

Warga AS Menyesal Soal Tabungan, Kok Bisa?

May 17, 2026
Canda Prabowo Soal Dolar, Sebut Purbaya hingga Titiek Soeharto

Canda Prabowo Soal Dolar, Sebut Purbaya hingga Titiek Soeharto

May 17, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .