
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) tengah mempersiapkan pilot project untuk kegiatan usaha di bidang data center di Kamojang, Jawa Barat. Hal ini merupakan bagian dari off grid business yang menjadi new stream revenue bagi perusahaan tersebut.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani mengatakan pihaknya tengah memfinalisasi kajian untuk pilot project tersebut, dan diharapkan proyek itu dapat dimulai tahun ini.
“Di Kamojang kita sudah sedang proses studi, mudah-mudahan segera dimulai dalam bentuk pilot project yang nyata,” kata Yani di sela-sela Media Briefing di Habitate Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, dalam hal ini PGE berperan sebagai penyedia listrik yang andal sesuai dengan kebutuhan data center. Dengan kata lain, perusahaan panas bumi itu mempromosikan energi hijau untuk data center.
“Karena data center tidak boleh mati kan, beberapa data center ke situ. Dalam waktu 3 detik atau berapa itu, atau berapa menit atau berapa detik lah. Itu dia harus bisa tahan, nggak ada backupnya. Nah, itulah yang kita mau ciptakan dengan geotermal. Seperti apa nih sistem ini, backupnya sehingga dia bisa memenuhi tier 1, tier 2. Kita kan harus desain nih, misalkan apakah kita, dia butuh 5 megawatt kita harus siapkan berapa nih,” terang Yani.
Menurutnya, sudah banyak pihak yang datang untuk bekerja sama dalam pengembangan bisnis data centre ini. Yani menyebut pihaknya bekerja sama dengan IDPro serta Telkom.
Yani mengungkapkan bahwa PGE juga pernah berkomunikasi dengan Microsoft dalam menjajal bisnis data center ini.
“Pernah juga kita dengan berkomunikasi dengan Microsoft, kita cerita apa sih yang mereka butuhkan, fokus mereka di mana, apakah data center yang, kan data center itu nggak ada yang fluktuatif tinggi banget tuh kan, yang processing gitu ya,” tuturnya.
Usai pilot project di Kamojang rampung, PGE juga mengincar wilayah potensial untuk bisnis data center. Yani menyebut Sulawesi dan Sumatra menjadi wilayah yang potensial untuk pengembangan bisnis tersebut.
“Bisa di Sulawesi, kan teman-teman juga udah denger tuh, pusat data center di dunia nanti kemungkinan bisa dikembangkan di Sulawesi, karena sudah jalur kabel bawah lautnya kan udah ada tuh, di Sumatra juga bisa,” ucapnya.
(mkh/mkh)



















