• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Soal Kebijakan Tarif Trump 19%, Ini Kata Bos Indofood (INDF)

Soal Kebijakan Tarif Trump 19%, Ini Kata Bos Indofood (INDF)

July 16, 2025
Harga Minyak Turun di Bawah US, Ini Penyebabnya

Harga Minyak Turun di Bawah US$90, Ini Penyebabnya

July 30, 2026
Suku Bunga The Fed Ditahan, IHSG Menguat Tapi Rupiah Melemah

Suku Bunga The Fed Ditahan, IHSG Menguat Tapi Rupiah Melemah

July 30, 2026
The Fed Tahan Suku Bunga, Apa Efeknya ke Pasar Saham & SBN?

The Fed Tahan Suku Bunga, Apa Efeknya ke Pasar Saham & SBN?

July 30, 2026
Ternyata Ini Penyebab IHSG Melesat 1% Lebih

Ternyata Ini Penyebab IHSG Melesat 1% Lebih

July 30, 2026
Breaking News! IHSG Melesat 1,17%

Breaking News! IHSG Melesat 1,17%

July 30, 2026
The Fed Tahan Suku Bunga, IHSG Dibuka Menguat & Rupiah Melemah

The Fed Tahan Suku Bunga, IHSG Dibuka Menguat & Rupiah Melemah

July 30, 2026
Nasabah Bullion Melonjak, Fee-Based Income Bisnis Emas BSI Naik 712%

Nasabah Bullion Melonjak, Fee-Based Income Bisnis Emas BSI Naik 712%

July 30, 2026
Kuota Produksi Batu Bara Direvisi, Kontraktor Ikut Diuntungkan?

Kuota Produksi Batu Bara Direvisi, Kontraktor Ikut Diuntungkan?

July 30, 2026
Harga Saham Bergerak Liar, BEI Gembok Saham RGAS

Harga Saham Bergerak Liar, BEI Gembok Saham RGAS

July 30, 2026
Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp18.050

Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Rp18.050

July 30, 2026
IHSG Sesi I Dibuka Naik 0,31% ke Level 6.110

IHSG Sesi I Dibuka Naik 0,31% ke Level 6.110

July 30, 2026
Modal Minus, CANI Terpaksa Jual 4 Kapal Demi Kelangsungan Usaha

Modal Minus, CANI Terpaksa Jual 4 Kapal Demi Kelangsungan Usaha

July 30, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 30, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

Soal Kebijakan Tarif Trump 19%, Ini Kata Bos Indofood (INDF)

1 year ago
in News
Soal Kebijakan Tarif Trump 19%, Ini Kata Bos Indofood (INDF)
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan kesepakatan dagang dengan Indonesia dan menetapkan tarif 19% untuk seluruh produk ekspor Indonesia ke pasar AS. Mengutip sosial media Truth, Trump menyebut bahwa Indonesia telah berkomitmen untuk membeli produk pertanian senilai US$4,5 miliar.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Fransiscus Welirang selaku salah satu pengimpor gandum merespon, perseroan dalam memperoleh gandum melalui pasar yang kompetitif secara komersial. Artinya, tidak hanya terpaku pada satu negara saja.

“Indofood tidak pernah memborong Gandum, dari dulu semua pembelian basisnya bebas kompetitif secara komersial. Dan industri di Indonesia juga tidak pernah menggantungkan diri hanya membeli dari 1 negara,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (16/7).

Ia mengungkapkan, selama ini Indonesia sudah membeli gandum dr 20 negara di dunia di antaranya, Australia, Canada, Amerika, Brasil, Argentina, Ukraine, Eropa Eropa Timur, India, China, Pakistan, dan negara lainnya yang secara kualitas dan harganya kompetitif.

Menurutnya, kebijakan tarif AS terkait produk gandum tidak ada persoalan dengan Amerika. Kebijakan tarif lebih berpengaruh pada industri ekspor Indonesia, seperti alas kaki, tekstil, dan komponen elektronik.

Dirinya yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pabrikan Terigu Indonesia mengatakan, pembelian gandum secara bebas merupakan hak masing-masing pabrikan anggota yang berhubungan langsung dengan perusahaan dagang Amerika.

“Hal ini telah berjalan sejak dulu, Indonesia telah menggunakan Gandum dari Amerika sejak tahun 1969, dan sampai saat ini Industri Terigu di Indonesia masih tetap menggunakan Gandum dr Amerika,” sebutnya.

Seperti diketahui, Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) telah melakukan kerja sama melalui Nota Kesepahaman (MOU) dengan U.S. Wheat Associates (USW) pada tanggal 7 Juli 2025. Dalam perjanjian tersebut, APTINDO berkomitmen untuk melipatgandakan pembelian tahunan gandum AS menjadi 1 juta metrik ton (36,7 juta gantang) setiap tahun selama lima tahun ke depan.

“Dengan meningkatkan pembelian gandum AS, para penggiling Indonesia tidak hanya mengamankan komoditas pertanian yang penting dan berkualitas tinggi untuk pasar kami yang terus berkembang, tetapi juga secara aktif berkontribusi pada tujuan bersama, yaitu hubungan perdagangan yang lebih seimbang antara kedua negara,” ujar Franciscus.

Indonesia adalah salah satu importir gandum terbesar di dunia, namun pasarnya sangat kompetitif. Konsumsi gandum Indonesia untuk keperluan makanan telah meningkat sebesar 22 persen selama satu dekade terakhir. Pertumbuhan permintaan yang cepat untuk makanan berbahan gandum diperkirakan akan terus berlanjut, termasuk produk-produk berkualitas lebih tinggi yang lebih menyukai tepung dari kelas gandum AS.

Indonesia telah mengimpor rata-rata 500.000 metrik ton (18,4 juta gantang) dari Amerika Serikat selama lima tahun pemasaran terakhir, termasuk pengiriman melebihi 792.000 metrik ton (29,1 juta gantang) pada tahun pemasaran 2024/25 yang berakhir pada tanggal 31 Mei.

Berdasarkan perjanjian baru tersebut, APTINDO setuju untuk membeli minimal 800.000 metrik ton (29,4 juta gantang) gandum giling asal Amerika Serikat pada tahun 2025 dan kemudian meningkatkan 25 persen tambahan menjadi 1 juta metrik ton (36,7 juta gantang), atau setara dengan $250 juta, setiap tahunnya hingga tahun 2030.

Penandatanganan ini menyusul pengumuman protokol impor khusus untuk produk asal AS yang menyesuaikan peraturan sanitasi dan fitosanitasi (SPS) yang terkait dengan persyaratan fumigasi dan keterlacakan. Hambatan fitosanitari ini diselesaikan pada pertengahan Juni 2025 setelah 18 bulan koordinasi dan pertukaran informasi antara USDA dan Badan Karantina Indonesia.

Upaya untuk menunjukkan keamanan dan kualitas gandum AS ini membantu melindungi penjualan ke pabrik-pabrik penggilingan di Indonesia, karena harganya menjadi lebih kompetitif.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Bambang Brodjonegoro Lepas 4 Kursi Komisaris: Astra-Indofood




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Harga Minyak Turun di Bawah US, Ini Penyebabnya

Harga Minyak Turun di Bawah US$90, Ini Penyebabnya

July 30, 2026
Suku Bunga The Fed Ditahan, IHSG Menguat Tapi Rupiah Melemah

Suku Bunga The Fed Ditahan, IHSG Menguat Tapi Rupiah Melemah

July 30, 2026
The Fed Tahan Suku Bunga, Apa Efeknya ke Pasar Saham & SBN?

The Fed Tahan Suku Bunga, Apa Efeknya ke Pasar Saham & SBN?

July 30, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .