• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Viral Toko Roti Tolak Uang Tunai, Ekonom Soroti Literasi Digital

Viral Toko Roti Tolak Uang Tunai, Ekonom Soroti Literasi Digital

December 22, 2025
Bank Mega Syariah Bidik Pertumbuhan DPK dari Bisnis Tabungan Haji

Bank Mega Syariah Bidik Pertumbuhan DPK dari Bisnis Tabungan Haji

July 27, 2026
Pendapatan Naik tapi Laba OKAS Malah Rontok 82%, Ada Apa?

Pendapatan Naik tapi Laba OKAS Malah Rontok 82%, Ada Apa?

July 27, 2026
IHSG Loyo, Asing Jualan Saham Ini di Sesi 1

IHSG Loyo, Asing Jualan Saham Ini di Sesi 1

July 27, 2026
BEI Minta Penjelasan, DATA Buka Suara soal Saham Protelindo

BEI Minta Penjelasan, DATA Buka Suara soal Saham Protelindo

July 27, 2026
Mitratel (MTEL) Buyback Saham yang Tak Restui Merger, Nilainya Segini

Mitratel (MTEL) Buyback Saham yang Tak Restui Merger, Nilainya Segini

July 27, 2026
Aksi Korporasi Jumbo MKNT, Pengendali Baru Bakal Kuasai 80,04% Saham

Aksi Korporasi Jumbo MKNT, Pengendali Baru Bakal Kuasai 80,04% Saham

July 27, 2026
Pasar Sorot Perry Warjiyo Mundur dari BI, IHSG Sesi 1 Ditutup Merah

Pasar Sorot Perry Warjiyo Mundur dari BI, IHSG Sesi 1 Ditutup Merah

July 27, 2026
Ekonom Soal Perry Warjiyo Mundur: Tak Picu Kekhawatiran Pasar

Ekonom Soal Perry Warjiyo Mundur: Tak Picu Kekhawatiran Pasar

July 27, 2026
Ekonom Nilai Transisi Perry ke Destry di BI Tak Ganggu Rupiah & Pasar

Ekonom Nilai Transisi Perry ke Destry di BI Tak Ganggu Rupiah & Pasar

July 27, 2026
Tumbuh 84,4%, Laba Pegadaian Tembus Rp6,59 T di Semester I-2026

Tumbuh 84,4%, Laba Pegadaian Tembus Rp6,59 T di Semester I-2026

July 27, 2026
Harga Minyak Ambles 4%, Pasar Hitung Ulang Risiko Hormuz

Harga Minyak Ambles 4%, Pasar Hitung Ulang Risiko Hormuz

July 27, 2026
Purbaya Mau Ketemu Dewan Gubernur BI Usai Perry Warjiyo Mundur

Purbaya Mau Ketemu Dewan Gubernur BI Usai Perry Warjiyo Mundur

July 27, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, July 27, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Viral Toko Roti Tolak Uang Tunai, Ekonom Soroti Literasi Digital

7 months ago
in Lifestyle
Viral Toko Roti Tolak Uang Tunai, Ekonom Soroti Literasi Digital
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Video yang menunjukkan pegawai toko roti menolak pembayaran uang tunai seorang nenek tengah menjadi bahan perbincangan di media sosial. Toko roti tersebut hanya menerima pembayaran non tunai seperti Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS.

Pihak manajemen toko roti menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi dan transaksi non tunai di outlet bertujuan untuk memberikan kemudahan serta memberikan berbagai promo dan potongan harga bagi pelanggan.

“Saat ini kami sudah melakukan evaluasi internal agar ke depannya tim kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” tulis Instagram @rotio.indonesia dikutip Senin (22/12/2025).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menjelaskan inovasi pembayaran non tunai seperti QRIS yang diadopsi sebagian besar masyarakat Indonesia mencerminkan kepercayaan publik yang kuat terhadap sistem keuangan nasional serta efektivitas kebijakan bank sentral dalam mendorong efisiensi dan inklusi keuangan.

Kendati demikian, secara hukum Rupiah merupakan alat pembayaran yang sah ditetapkan oleh undang-undang dan hingga saat ini terdiri dari uang kertas dan uang logam, serta Rupiah digital yang kelak akan diterbitkan oleh bank sentral.

Maka dari itu, kemajuan teknologi pembayaran tidak boleh mengaburkan prinsip dasar kedaulatan mata uang, seperti yang termaktub dalam UU No. 7 tahun 2011 dan UUP2SK.

“QRIS bukan mata uang. Ia adalah sistem pembayaran. Ketika orang membayar dengan QRIS, yang berpindah adalah saldo rupiah di rekening atau uang elektronik yang diterbitkan lembaga keuangan. Karena itu, menolak pembayaran tunai Rupiah tidak bisa dipandang sebagai sekadar kebijakan bisnis, melainkan menyangkut hak warga negara,” ujar Fakhrul dalam keterangan resminya dikutip Senin (22/12/2025).

Fakhrul menekankan bahwa kepastian hukum dalam hal alat pembayaran sangat penting agar tidak ada warga negara yang terpinggirkan dari aktivitas ekonomi hanya karena perbedaan akses atau preferensi teknologi.

Menurutnya, selama seseorang memiliki alat pembayaran yang sah menurut undang-undang, transaksi tidak seharusnya ditolak.

“Digitalisasi tidak boleh berubah menjadi eksklusif. Tidak semua warga berada pada posisi yang sama dalam hal literasi digital, akses perbankan, atau kesiapan teknologi. Negara harus memastikan bahwa modernisasi berjalan inklusif,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa perdebatan ini menunjukkan perlunya edukasi publik yang lebih luas mengenai perbedaan antara uang, sistem pembayaran, dan instrumen pembayaran lainnya. Fakhrul mendorong agar otoritas moneter memperkuat komunikasi publik agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.

“Penting bagi publik untuk memahami bahwa uang bukan sekadar alat bayar, tetapi juga simbol kedaulatan dan kepercayaan. Sistem pembayaran bisa berkembang dan dikelola dengan teknologi, tetapi uang yang sah tetap ditentukan oleh negara,” ujarnya.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bank Mega Syariah Bidik Pertumbuhan DPK dari Bisnis Tabungan Haji

Bank Mega Syariah Bidik Pertumbuhan DPK dari Bisnis Tabungan Haji

July 27, 2026
Pendapatan Naik tapi Laba OKAS Malah Rontok 82%, Ada Apa?

Pendapatan Naik tapi Laba OKAS Malah Rontok 82%, Ada Apa?

July 27, 2026
IHSG Loyo, Asing Jualan Saham Ini di Sesi 1

IHSG Loyo, Asing Jualan Saham Ini di Sesi 1

July 27, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .