• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Parkir di Rp17.330

Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Parkir di Rp17.330

May 7, 2026
OJK Minta Pinjol Perketat Penggunaan Debt Collector

OJK Minta Pinjol Perketat Penggunaan Debt Collector

May 7, 2026
Empat Hari Saham BBRI Naik Nyaris 10%, Asing Berebut

Empat Hari Saham BBRI Naik Nyaris 10%, Asing Berebut

May 7, 2026
BNI Hadirkan Life Goals di wondr, Nabung Haji Jadi Lebih Terarah

BNI Hadirkan Life Goals di wondr, Nabung Haji Jadi Lebih Terarah

May 7, 2026
Kita Kasih Waktu 3 Tahun

Kita Kasih Waktu 3 Tahun

May 7, 2026
Aktifkan BSF, Purbaya Bakal Libatkan SMV Kemenkeu

Aktifkan BSF, Purbaya Bakal Libatkan SMV Kemenkeu

May 7, 2026
Aktifkan BSF, Purbaya Bakal Libatkan BLU Kemenkeu

Aktifkan BSF, Purbaya Bakal Libatkan BLU Kemenkeu

May 7, 2026
Dukung Ketahanan Energi, Bisnis Offshore Migas Kebut Ekspansi

Dukung Ketahanan Energi, Bisnis Offshore Migas Kebut Ekspansi

May 7, 2026
Tak Umumkan Status Stabilitas Keuangan RI, Purbaya: Hanya ke Presiden

Tak Umumkan Status Stabilitas Keuangan RI, Purbaya: Hanya ke Presiden

May 7, 2026
Benar IHSG Selalu Menguat Saat Ekonomi Naik? Ini Fakta Pahitnya

Benar IHSG Selalu Menguat Saat Ekonomi Naik? Ini Fakta Pahitnya

May 7, 2026
BI Ungkap Rupiah Harusnya Tak Selemah Sekarang, Ini Alasannya

BI Ungkap Rupiah Harusnya Tak Selemah Sekarang, Ini Alasannya

May 7, 2026
OJK akan Rilis Revisi POJK RBB di Kuartal III Tahun Ini

OJK akan Rilis Revisi POJK RBB di Kuartal III Tahun Ini

May 7, 2026
Tabungan Warga RI Aman! Tak Terpengaruh Kondisi Global

Tabungan Warga RI Aman! Tak Terpengaruh Kondisi Global

May 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 7, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Parkir di Rp17.330

4 hours ago
in Lifestyle
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Parkir di Rp17.330
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah kembali ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (7/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda berhasil mengakhiri perdagangan hari ini di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,29% ke level Rp17.330/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah sebenarnya sudah bergerak menguat sejak pembukaan. Rupiah sempat dibuka terapresiasi sekitar 0,46% ke level Rp17.300/US$. Namun, penguatan tersebut sedikit berkurang hingga akhir perdagangan.

Di sisi lain, indeks dolar AS atau DXY yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia per pukul 15.00 WIB terpantau terkoreksi sekitar 0,12% ke level 97,901.


Penguatan rupiah sepanjang perdagangan hari ini terjadi di tengah melemahnya dolar AS di pasar global. Tekanan terhadap greenback muncul seiring membaiknya sentimen risiko global setelah pasar merespons positif peluang tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah.

Harapan terhadap meredanya konflik membuat investor kembali lebih berani masuk ke aset berisiko. Kondisi ini mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga indeks dolar ikut melemah.

Pelaku pasar menyambut prospek kesepakatan damai di Timur Tengah, meski nasib Selat Hormuz masih belum sepenuhnya jelas. Iran disebut tengah meninjau proposal damai yang berpotensi mengakhiri perang, walau sejumlah tuntutan utama AS masih belum terselesaikan.

Dari dalam negeri, sentimen juga datang dari pernyataan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung terkait kemungkinan aktivasi bond stabilization fund atau BSF.

BSF merupakan dana khusus yang disiapkan pemerintah untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas investor di pasar sekunder ketika pasar surat utang mengalami tekanan.

Menurut Juda, BSF merupakan bagian dari Bond Stabilization Framework milik Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Namun, aktivasi BSF versi Kementerian Keuangan tidak harus menunggu kondisi krisis. Skema ini dapat digunakan ketika pasar berada dalam level waspada.

“Enggak, kan bukan krisis. Ini kan ada level-levelnya, level normal, level waspada, siaga, krisis. Nah, di level waspada pun kita bisa mengaktivasi,” kata Juda saat ditemui di Bappenas, Kamis (7/5/2026).

Sumber dana BSF berasal dari cadangan fiskal pemerintah, termasuk Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan dana cadangan fiskal lainnya yang bisa digunakan saat kondisi pasar tertekan.

“Nggak, kan pemerintah punya ada SAL, ada dana-dana yang memang untuk cadangan fiskal dan sebagainya. Itu bisa digunakan dalam kondisi tertekan,” paparnya.

Meski demikian, Juda menegaskan kondisi pasar saat ini masih normal karena mekanisme pasar masih berjalan baik. Karena itu, BSF belum diaktivasi dalam waktu dekat. Ia juga menyebut implementasi BSF menjadi kewenangan Kementerian Keuangan.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Minta Pinjol Perketat Penggunaan Debt Collector

OJK Minta Pinjol Perketat Penggunaan Debt Collector

May 7, 2026
Empat Hari Saham BBRI Naik Nyaris 10%, Asing Berebut

Empat Hari Saham BBRI Naik Nyaris 10%, Asing Berebut

May 7, 2026
BNI Hadirkan Life Goals di wondr, Nabung Haji Jadi Lebih Terarah

BNI Hadirkan Life Goals di wondr, Nabung Haji Jadi Lebih Terarah

May 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .