Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan jajarannya akan segera mengaktifkan kembali dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund (SBF) dalam waktu dekat.
SBF ini adalah dana khusus yang nantinya akan dikumpulkan untuk membeli obligasi atau surat utang pemerintah yang dilepas investor di pasar sekunder. Dalam implementasi SBF tersebut, Purbaya mengatakan pihaknya akan melibatkan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah kementerian.
“Kalau fund betulan ada beberapa lembaga terlibat yaitu beberapa SMV (Kemenkeu) itu bisa ikut membantu,” ujar Purbaya dalam konferensi pers KSSK, Kamis (7/5/2026).
Sayangnya, Purbaya tidak mengungkapkan SMV yang akan dilibatkan dalam pengumpulan dana SBF ini. Namun, sebagai catatan, beberapa SMV di bawah Kemenkeu a.l. PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF), PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dan lainnya.
Dalam kesempatan ini, Purbaya menegaskan kembali tujuannya mengaktifkan SBF adalah untuk menjaga stabilitas pasar surat utang pemerintah sekaligus membantu meredam pelemahan nilai tukar.
“Jadi pada dasarnya saya ingin ngelihat aja marketnya relatif stabil jangan gampang digoyang investor asing nanti koordinasi dengan bank sentral kalau fund betulan ada,” katanya.
Terkait dengan kebutuhan dana di dalam SBF, Purbaya melihat besarannya tidak signifikan karena volume outflow dari investor di SBN tidak besar. Dia pun memastikan pihaknya memiliki dana untuk membeli SBN yang dilepas investor tersebut.
(haa/haa)
Add
as a preferred
source on Google


















