• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
OJK akan Rilis Revisi POJK RBB di Kuartal III Tahun Ini

OJK akan Rilis Revisi POJK RBB di Kuartal III Tahun Ini

May 7, 2026
OJK Minta Pinjol Perketat Penggunaan Debt Collector

OJK Minta Pinjol Perketat Penggunaan Debt Collector

May 7, 2026
Empat Hari Saham BBRI Naik Nyaris 10%, Asing Berebut

Empat Hari Saham BBRI Naik Nyaris 10%, Asing Berebut

May 7, 2026
BNI Hadirkan Life Goals di wondr, Nabung Haji Jadi Lebih Terarah

BNI Hadirkan Life Goals di wondr, Nabung Haji Jadi Lebih Terarah

May 7, 2026
Kita Kasih Waktu 3 Tahun

Kita Kasih Waktu 3 Tahun

May 7, 2026
Aktifkan BSF, Purbaya Bakal Libatkan SMV Kemenkeu

Aktifkan BSF, Purbaya Bakal Libatkan SMV Kemenkeu

May 7, 2026
Aktifkan BSF, Purbaya Bakal Libatkan BLU Kemenkeu

Aktifkan BSF, Purbaya Bakal Libatkan BLU Kemenkeu

May 7, 2026
Dukung Ketahanan Energi, Bisnis Offshore Migas Kebut Ekspansi

Dukung Ketahanan Energi, Bisnis Offshore Migas Kebut Ekspansi

May 7, 2026
Tak Umumkan Status Stabilitas Keuangan RI, Purbaya: Hanya ke Presiden

Tak Umumkan Status Stabilitas Keuangan RI, Purbaya: Hanya ke Presiden

May 7, 2026
Benar IHSG Selalu Menguat Saat Ekonomi Naik? Ini Fakta Pahitnya

Benar IHSG Selalu Menguat Saat Ekonomi Naik? Ini Fakta Pahitnya

May 7, 2026
BI Ungkap Rupiah Harusnya Tak Selemah Sekarang, Ini Alasannya

BI Ungkap Rupiah Harusnya Tak Selemah Sekarang, Ini Alasannya

May 7, 2026
Tabungan Warga RI Aman! Tak Terpengaruh Kondisi Global

Tabungan Warga RI Aman! Tak Terpengaruh Kondisi Global

May 7, 2026
BI Guyur Perbankan RI hingga Rp428 T di Awal April 2026

BI Guyur Perbankan RI hingga Rp428 T di Awal April 2026

May 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, May 7, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home News

OJK akan Rilis Revisi POJK RBB di Kuartal III Tahun Ini

1 hour ago
in News
OJK akan Rilis Revisi POJK RBB di Kuartal III Tahun Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan revisi Peraturan OJK (POJK) mengenai rencana bisnis bank (RBB) akan rampung pada kuartal III tahun ini. 

“Rencana akan keluar kuartal III di mana revisi aturan RBB, ditujukan agar bank itu punya perencanaan terarah dan berkelanjutan,” katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5/2026).

Kiki menjelaskan bahwa bahwa OJK melihat berbagai program prioritas pemerintah sebenarnya merupakan potensi bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh perbankan. 

Dia memberikan contoh seperti program 3 juta rumah. “Ini sangat bisa untuk menyalurkan kredit, tapi harus mengedepankan manajemen risiko dan tata kelola yang baik,” katanya. 

Kiki pun memastikan bahwa memasukkan rencana penyaluran kredit ke program pemerintah tidak seperti yang akan tertuang dalam revisi POJK RBB tidak bersifat wajib. 

Bank tetap diberikan keleluasaan strategi dengan profil risiko masing-masing perusahaan. “Kami tekankan dalam pengambilan keputusan kredit, perbankan tetap memiliki business judgement karena mengelola masyarakat,” katanya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, OJK mendorong perbankan menyalurkan kredit ke program prioritas pemerintah lewat revisi Peraturan Nomor 5/POJK.03/2016 tentang RBB.

Terpisah, menanggapi hal tersebut, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, rencana penerbitan POJK RBB pada dasarnya positif dan relevan karena dukungan pembiayaan kepada program pemerintah diatur dalam kerangka perencanaan bank yang lebih formal, terukur, dan diawasi.

Menurut Josua, ada beberapa manfaat positif yang dirasakan pihak perbankan jika POJK RBB diterbitkan. Pertama, bank jadi memiliki arah yang lebih tegas karena pembiayaan ke sektor prioritas tidak lagi berdiri sendiri, melainkan masuk ke dokumen bisnis resmi yang harus realistis dan selaras dengan strategi bank.

Kedua, kebijakan ini membuka peluang pertumbuhan pada sektor yang sedang didorong oleh pemerintah, seperti UMKM, perumahan, ketahanan pangan, hilirisasi, dan program desa. Ketiga, POJK RBB juga memperlihatkan dukungan OJK yang sedang mengarah ke kebijakan makro. Dalam hal ini, insentif likuiditas makroprudensial diarahkan untuk memacu pertumbuhan kredit perbankan ke sektor riil dan sektor prioritas pemerintah.

“Artinya, bagi bank yang siap dari sisi modal, likuiditas, dan kemampuan analisis sektor, kebijakan ini bisa menjadi sumber pertumbuhan yang lebih terarah, bukan sekadar tambahan beban administrasi,” ujar Josua.

Walau demikian, Josua mengingatkan bahwa risiko dari pemberlakuan POJK RBB juga menyimpan risiko nyata. Salah satu risiko terbesarnya yaitu jika semangat mendukung program pemerintah dimaknai terlalu sempit sebagai kewajiban mengejar target penyaluran kredit yang kemudian mengesampingkan prinsip kehati-hatian.

Dari situ, risiko konsentrasi portofolio akan muncul yang diikuti dengan salah harga risiko, penyaluran kredit ke model usaha yang belum matang, hingga akhirnya menaikkan kredit masalah. Risiko kredit pada segmen UMKM dan kredit konsumsi juga masih perlu dicermati seiring lemahnya daya beli dan meningkatnya risiko kredit.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

Adrian Campbell and Kinnara Accused of Escalating Seminyak Dispute as Access Blocked in Post-Buyout Battle

February 23, 2026
Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

Kinnara CEO Adrian Campbell Accused of Threats, Bribery and Investor Deception as Multi-Million Dollar Probes Deepen

February 21, 2026
URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

URGENT INVESTOR ALERT: Allegations of Forged Contracts and Fraudulent Representation Linked to KINNARA

January 13, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Minta Pinjol Perketat Penggunaan Debt Collector

OJK Minta Pinjol Perketat Penggunaan Debt Collector

May 7, 2026
Empat Hari Saham BBRI Naik Nyaris 10%, Asing Berebut

Empat Hari Saham BBRI Naik Nyaris 10%, Asing Berebut

May 7, 2026
BNI Hadirkan Life Goals di wondr, Nabung Haji Jadi Lebih Terarah

BNI Hadirkan Life Goals di wondr, Nabung Haji Jadi Lebih Terarah

May 7, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .