• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BI Beberkan Pemicu ‘Kredit Nganggur’ Bank Numpuk hingga Rp2.509 T

BI Beberkan Pemicu ‘Kredit Nganggur’ Bank Numpuk hingga Rp2.509 T

December 22, 2025
Perkuat Ekosistem Baterai EV, Industri Nikel Butuh Insentif Ini

Perkuat Ekosistem Baterai EV, Industri Nikel Butuh Insentif Ini

July 11, 2026
Dulu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

Dulu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

July 11, 2026
Malapetaka Topan Bavi Hantam Jepang, Bandara-Pelabuhan Lumpuh

Malapetaka Topan Bavi Hantam Jepang, Bandara-Pelabuhan Lumpuh

July 11, 2026
Dukung B50, Pengusaha Bus & Logistik Minta Jaminan Kualitas B50

Dukung B50, Pengusaha Bus & Logistik Minta Jaminan Kualitas B50

July 11, 2026
Penemuan 74 Kg Emas di Brankas

Penemuan 74 Kg Emas di Brankas

July 11, 2026
Potret 74 Kg Emas-Dolar AS Disita Polisi, Barang Bukti Kasus Korupsi

Potret 74 Kg Emas-Dolar AS Disita Polisi, Barang Bukti Kasus Korupsi

July 11, 2026
Jumlah Tabungan Ideal Usia 50 Tahun Kata Ahli Keuangan, Sudah Punya?

Jumlah Tabungan Ideal Usia 50 Tahun Kata Ahli Keuangan, Sudah Punya?

July 11, 2026
Nasib Ekspor Sawit RI Usai Kunjungan Modi

Nasib Ekspor Sawit RI Usai Kunjungan Modi

July 11, 2026
RI Punya 5 Bendungan Baru Rp9,79 T, Dongkrak Produksi Padi 720.000 Ton

RI Punya 5 Bendungan Baru Rp9,79 T, Dongkrak Produksi Padi 720.000 Ton

July 11, 2026
Patimban Bidik Rute Pelayaran Eropa dan AS

Patimban Bidik Rute Pelayaran Eropa dan AS

July 11, 2026
Saat Presiden RI Rela Batalkan Proyek Strategis Demi Perbaiki Ekonomi

Saat Presiden RI Rela Batalkan Proyek Strategis Demi Perbaiki Ekonomi

July 10, 2026
Warga RI Kini Pilih Beli Mobil Murah, Penjualan LCGC Naik 14%

Warga RI Kini Pilih Beli Mobil Murah, Penjualan LCGC Naik 14%

July 10, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, July 11, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home Lifestyle

BI Beberkan Pemicu ‘Kredit Nganggur’ Bank Numpuk hingga Rp2.509 T

7 months ago
in Lifestyle
BI Beberkan Pemicu ‘Kredit Nganggur’ Bank Numpuk hingga Rp2.509 T
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro membeberkan penyebab undisbursed loan atau kredit yang belum disalurkan perbankan masih menggunung.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat total undisbursed loan atau kredit yang belum disalurkan perbankan pada November 2025 masih besar, yaitu senilai Rp2.509,4 triliun atau setara dengan 23,18% dari plafon kredit yang tersedia. Apa penyebabnya?

Pertama, Solikin menilai lemahnya permintaan kredit baik dari rumah tangga maupun korporasi menjadi penyebab tertahannya kredit di bank. Para korporasi enggan menggunakan uang pinjaman untuk operasional maupun ekspansi dan memilih menggunakan sumber pendanaan internal.

“Mereka masih wait and see. Dan juga, mereka masih punya simpanan internal, atau dana internal, gitu. Daripada ngambil ke bank, mendingan pake duit saya sendiri. Karena mungkin bisa saja yield (bunga) masih tinggi,” ucap Solikin dalam taklimat media yang digelar di kantor BI, Jakarta, pada Senin (22/12/2025).

Kemudian, adanya permintaan kredit dari rumah tangga juga lesu karena mereka masih ‘ngerem’ untuk ekspansi bisnis turut jadi penyebab.

Solikin menyebut sektor rumah tangga masih ragu dalam mengambil kredit karena masih mempertahankan sikap wait and see dan juga karena suku bunga kredit bank yang tinggi.

Terkait suku bunga kredit bank, Solikin menyatakan masih marak praktik special rate yang menghambat penurunan suku bunga kredit di bank.

“Pihak-pihak yang punya duit banyak walaupun taruh deposito (bunga umumnya) 3 persen, mereka minta 5 persen, bahkan 6 persen,” terangnya.

Ia mengatakan praktik special rate yang tinggi tersebut menyebabkan cost of loanable fund tau biaya penghimpunan dana menjadi lebih tinggi dan berimplikasi kepada sulitnya menurunkan bunga kredit bank.

Solikin menjelaskan BI memiliki kebijakan untuk mengatasi tiga hal tersebut, sehingga dapat lebih mendorong penyaluran kredit dan ujungnya adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang sustainable.

“Sehingga Kebijakan-kebijakan yang akan kita lakukan ke depan ini, selain kita menggunakan regular instrumen, instrument makroprudensial. Kita juga melakukan komunikasi dan koordinasi yang diperkuat untuk mendorong respons sisi demand, respons sektor riil,” terang Solikin.

“Makanya juga pak Gubernur menyampaikan itu yang namanya Pinisi (percepatan intermediasi indonesia),” sambungnya.

Ia mengatakan terkait demand ini BI juga akan berkoordinasi dengan KSSK untuk melakukan pemetaan mengenai sektor-sektor mana yang memiliki peran signifikan terhadap kegiatan ekonomi sehingga dapat dikelola untuk membangun persepsi kepercayaan ekonomi.

(ras/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perkuat Ekosistem Baterai EV, Industri Nikel Butuh Insentif Ini

Perkuat Ekosistem Baterai EV, Industri Nikel Butuh Insentif Ini

July 11, 2026
Dulu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

Dulu Jaga Warung di Petojo, Sekarang Kaya Raya Punya 23.000 Toko

July 11, 2026
Malapetaka Topan Bavi Hantam Jepang, Bandara-Pelabuhan Lumpuh

Malapetaka Topan Bavi Hantam Jepang, Bandara-Pelabuhan Lumpuh

July 11, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .