Jakarta, CNBC Indonesia – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memiliki alasan khusus menjadikan pusat finansial Dubai (Dubai International Financial Center/DIFC) sebagai kiblat dalam pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra Mohamad Hekal mengatakan alasan tersebut karena DIFC merupakan bentuk pusat finansial paling sukses. Hal ini karena pusat finansial Dubai berhasil merubah citra negara tersebut.
“Salah satu model yang kita coba, contoh itu kan Dubai International Financial Center, di sana menawarkan hal-hal yang serupa. Kenapa kita menawarkan mengikuti model Dubai? Karena Dubai dianggap salah satu yang paling sukses. Sukses merubah Citra Dubai,” kata Hekal dalam Power Lunch, Senin (27/7/2026).
Hekal menjelaskan dahulu Dubai hanya negara padang pasir dan belum memiliki gedung-gedung tinggi. Namun, Dubai bisa berubah drastis salah satunya berkat adanya pusat finansial.
“Bayangkan 30 tahun yang lalu di padang pasir, mereka bikin financial center, padahal mereka ini kan dulu ya mohon maaf nih mungkin masih relatif pakai tenda-tenda dan bangunan yang agak sederhana. Kenapa mereka bikin financial center? Itu mereka produksi minyaknya sudah mau habis, jadi kerajaannya panggil konsultan untuk membentuk pusat finansial,” terang Hekal.
Dengan pembentukan pusat finansial di Dubai, citra negara tersebut pun perlahan berubah. Bahkan kehadiran pusat finansial di Dubai juga berhasil merubah citra Timur Tengah, sehingga kini menjadi salah satu destinasi investasi global.
“Pusat finansial berhasil merubah citra Dubai. Bahkan, merubah citra Timur Tengah, yang dahulu kalau taruh dana (investasi) di sana bisa hilang, sekarang sudah enggak,” ujar Hekal.
Sebagaimana diketahui, pemerintah hingga kini masih merancang pembentukan PFII, walaupun DPR telah menyelesaikan landasan hukumnya melalui UU PFII hanya dalam kurun waktu 3 bulan.
(arj/arj)
Add
as a preferred
source on Google

















