• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bursa Asia Bergerak Variatif, Kospi Melonjak 2%

Bursa Asia Bergerak Variatif, Kospi Melonjak 2%

August 18, 2026
BTN (BBTN) Rampungkan Pengalihan Aset Kredit dari SMBC Indonesia

BTN (BBTN) Rampungkan Pengalihan Aset Kredit dari SMBC Indonesia

August 18, 2026
Tersengat Rumor Akuisisi Haji Isam, Saham BYAN Terbang 18,75%

Tersengat Rumor Akuisisi Haji Isam, Saham BYAN Terbang 18,75%

August 18, 2026
Limit Rp10 Juta, MDR 0-0,7%

Limit Rp10 Juta, MDR 0-0,7%

August 18, 2026
Video: IHSG Ngegas dan Menguat Lebih Dari 1%, Tembus Level 6.466

Video: IHSG Ngegas dan Menguat Lebih Dari 1%, Tembus Level 6.466

August 18, 2026
IHSG Dibuka Naik 1%, Haji Isam Jadi ‘Bensin’ Pagi Ini

IHSG Dibuka Naik 1%, Haji Isam Jadi ‘Bensin’ Pagi Ini

August 18, 2026
Segini Batas Maksimum Bunga Kartu Kredit Indonesia Ritel

Segini Batas Maksimum Bunga Kartu Kredit Indonesia Ritel

August 18, 2026
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik Tipis ke Rp17.830

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik Tipis ke Rp17.830

August 18, 2026
Breaking News! IHSG Dibuka Ngebut Pagi Ini, Naik 1%

Breaking News! IHSG Dibuka Ngebut Pagi Ini, Naik 1%

August 18, 2026
Berapa Plafon Kartu Kredit Indonesia? Ini Jawabannya

Berapa Plafon Kartu Kredit Indonesia? Ini Jawabannya

August 18, 2026
Ada PGEO, PACK, hingga EXCL

Ada PGEO, PACK, hingga EXCL

August 18, 2026
Syarat & Cara Pengajuan Kartu Kredit Indonesia, Simak Penjelasan BI!

Syarat & Cara Pengajuan Kartu Kredit Indonesia, Simak Penjelasan BI!

August 18, 2026
Ada GGRP, HRME dan VINS

Ada GGRP, HRME dan VINS

August 18, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, August 18, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Bursa Asia Bergerak Variatif, Kospi Melonjak 2%

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Bursa Asia Bergerak Variatif, Kospi Melonjak 2%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Investor masih mencermati sentimen ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Melansir CNBC, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 2%. Sementara itu, Nikkei 225 Jepang turun 0,9% dan indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak sedikit tergelincir.

Pergerakan tersebut terjadi setelah kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) mengindikasikan pembukaan yang beragam, menyusul sesi perdagangan sebelumnya yang ditutup melemah.

Tekanan terhadap pasar saham terjadi ketika harga minyak naik lebih dari 2% akibat ketidakpastian terkait gencatan senjata antara AS dan Iran yang berakhir pada Senin.

Negosiasi antara kedua negara juga dilaporkan mengalami kebuntuan, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik. Presiden AS Donald Trump bahkan mengatakan akan menyerang Oman jika negara tersebut dianggap menghalangi langkah AS.

Kenaikan harga minyak kemudian memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi dan mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor panjang lebih tinggi. Imbal hasil Treasury 30 tahun bahkan mencapai level tertinggi yang belum pernah terlihat sejak Juni 2007.

Di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 menjadi penekan utama dengan masing-masing terkoreksi 0,5%. Sementara itu, Nasdaq relatif lebih baik meskipun tetap ditutup melemah 0,3%.

Meski demikian, Sonali Basak, chief investment strategist di iCapital, menilai pasar saham AS masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan. Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka karena reli pasar mulai meluas di luar kelompok saham teknologi berkapitalisasi besar.

“Anda melihat sekeliling dan masih ada lebih banyak ruang untuk bergerak,” kata Basak kepada CNBC dalam wawancara dengan “Closing Bell”. Ia menilai indeks S&P Equal Weight masih belum mengungguli Nasdaq maupun SOXX dalam sebulan terakhir, yang menunjukkan bahwa saham-saham di luar Big Tech masih relatif tertinggal.

Dari sisi data ekonomi, investor akan mencermati sejumlah indikator ekonomi AS yang akan dirilis hari ini. Data tersebut mencakup harga impor dan ekspor untuk Juli, pembangunan perumahan baru (housing starts), serta penjualan rumah yang masih dalam proses (pending home sales).

Selain data ekonomi, investor juga akan mencermati laporan keuangan perusahaan ritel Home Depot yang dijadwalkan dirilis sebelum pembukaan perdagangan bursa AS. Kinerja perusahaan tersebut akan menjadi salah satu katalis yang diperhatikan pelaku pasar di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai inflasi dan arah kebijakan ekonomi AS.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BTN (BBTN) Rampungkan Pengalihan Aset Kredit dari SMBC Indonesia

BTN (BBTN) Rampungkan Pengalihan Aset Kredit dari SMBC Indonesia

August 18, 2026
Tersengat Rumor Akuisisi Haji Isam, Saham BYAN Terbang 18,75%

Tersengat Rumor Akuisisi Haji Isam, Saham BYAN Terbang 18,75%

August 18, 2026
Limit Rp10 Juta, MDR 0-0,7%

Limit Rp10 Juta, MDR 0-0,7%

August 18, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .