• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14%

DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14%

October 16, 2026
Ada yang Naik 300%, BEI Gembok 3 Saham Ini

Ada yang Naik 300%, BEI Gembok 3 Saham Ini

October 16, 2026
OJK Respons MSCI & Peluang RI Turun ke Standalone Market

OJK Respons MSCI & Peluang RI Turun ke Standalone Market

October 16, 2026
Lapor Pak Prabowo, IHSG Anjlok 11% & Terjun ke Level 5.200-an

Lapor Pak Prabowo, IHSG Anjlok 11% & Terjun ke Level 5.200-an

October 16, 2026
IHSG Terjun Bebas, Rupiah Melemah ke Rp 18.055 Per Dolar AS

IHSG Terjun Bebas, Rupiah Melemah ke Rp 18.055 Per Dolar AS

October 16, 2026
Kripto Bukan Uang, Kemenkeu Tegaskan Tetap Jadi Objek Pajak

Kripto Bukan Uang, Kemenkeu Tegaskan Tetap Jadi Objek Pajak

October 16, 2026
Tekanan Dolar Dahsyat, BI Terjun ke Pasar Selamatkan Rupiah

Tekanan Dolar Dahsyat, BI Terjun ke Pasar Selamatkan Rupiah

October 16, 2026
Maybank (BNII) Diduga PHK Sepihak, Bos OJK Buka Suara

Maybank (BNII) Diduga PHK Sepihak, Bos OJK Buka Suara

October 16, 2026
Rupiah Tertekan Dolar Lagi ke Rp18.000/US$, BI Ungkap Biang Keroknya

Rupiah Tertekan Dolar Lagi ke Rp18.000/US$, BI Ungkap Biang Keroknya

October 16, 2026
Rumor Haji Isam Caplok BCA, OJK Ungkap Risiko Ini

Rumor Haji Isam Caplok BCA, OJK Ungkap Risiko Ini

October 16, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 11,12% ke Level 5.211

Breaking! IHSG Anjlok 11,12% ke Level 5.211

October 16, 2026
ITMG Dirikan Anak Usaha Baru di Bisnis Mineral

ITMG Dirikan Anak Usaha Baru di Bisnis Mineral

October 16, 2026
IHSG Anjlok 11%, Rupiah Tembus Rp 18.000 Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 11%, Rupiah Tembus Rp 18.000 Ini Penyebabnya

October 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 16, 2026
Business Review Asia
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Business Review Asia
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14%

58 minutes ago
in ENTREPRENEUR
DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengklaim kapasitas mesin pemungutan pajak semakin kuat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan penerimaan pajak bruto yang mencapai sekitar 13-14%.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, pertumbuhan penerimaan tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang secara gabungan diperkirakan berada di kisaran 8%.

Menurut Bimo, apabila ekonomi tumbuh sekitar 5,5% dan inflasi mencapai 2,5%, pertumbuhan penerimaan pajak bruto sebesar 13-14% menunjukkan adanya peningkatan di luar pertumbuhan ekonomi dan inflasi secara alamiah.

“Jadi gross revenue hari ini tumbuh di angka sekitar 13-14%. Jadi kalau ekonomi tumbuh 5 setengah, kemudian inflasi 2 setengah, kita tumbuhnya sekitar 6% di atas natural economic inflated growth itu,” ujar Bimo kepada awak media, kemarin, Kamis (16/10/2026).

Dia menilai, perkembangan tersebut menunjukkan kapasitas administrasi perpajakan, termasuk sistem Coretax, semakin membaik. Selain itu, kualitas analisis petugas pajak di lapangan, pemeriksaan, hingga penegakan hukum juga dinilai semakin kuat.

Bimo mengakui, rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, menurut dia, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kinerja administrasi perpajakan, melainkan juga dipengaruhi desain kebijakan fiskal.

“Artinya kapasitas mesin pemajakan, Coretax, kualitas analisis teman-teman di lapangan, pemeriksaannya, penegakan hukumnya makin bagus,” katanya.

Rasio Pajak Jadi Pekerjaan Rumah

Bimo menanggapi pernyataan mengenai rasio penerimaan negara terhadap PDB Indonesia yang dinilai belum banyak bergerak, serta target untuk meningkatkannya hingga 18% dalam dua sampai tiga tahun ke depan.

Menurut Bimo, peningkatan rasio penerimaan negara perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk melalui evaluasi kebijakan perpajakan dan dampaknya terhadap perekonomian.

Salah satu aspek yang disorot adalah penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Ia menjelaskan, besaran PTKP Indonesia saat ini setara sekitar 6,7 kali garis kemiskinan.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan PDB per kapita, rasio PTKP yang pada awal penetapannya mencapai sekitar 130% kini berada di kisaran 60-70%.

Bimo mengatakan, posisi Indonesia berada di tengah-tengah jika dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga. Namun, jika dibandingkan dengan negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), PTKP Indonesia tergolong relatif tinggi.

Karena itu, menurut dia, peningkatan penerimaan pajak perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kemampuan masyarakat, kebutuhan pembiayaan pembangunan, dan keberlanjutan fiskal.

“Lha nanti pendanaan pembangunannya bagaimana? Menjaga defisit 3%-nya bagaimana? Jadi faktor-faktor itu yang mesti kita lihat,” ujarnya.

Dia menegaskan, pembahasan mengenai optimalisasi penerimaan tidak bisa dilakukan DJP secara sepihak. Pemerintah perlu memperhitungkan keterkaitan kebijakan penerimaan dengan belanja negara, pembiayaan, serta kebijakan fiskal makro.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

Is GESARA and NESARA About to Become a Reality?

March 7, 2026
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

Mau Buka Indomaret & Alfamart? Segini Dana yang Harus Disiapkan

February 14, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ada yang Naik 300%, BEI Gembok 3 Saham Ini

Ada yang Naik 300%, BEI Gembok 3 Saham Ini

October 16, 2026
OJK Respons MSCI & Peluang RI Turun ke Standalone Market

OJK Respons MSCI & Peluang RI Turun ke Standalone Market

October 16, 2026
Lapor Pak Prabowo, IHSG Anjlok 11% & Terjun ke Level 5.200-an

Lapor Pak Prabowo, IHSG Anjlok 11% & Terjun ke Level 5.200-an

October 16, 2026
Business Review Asia

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .